Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar Negara Sahabat

Nasional2388 Dilihat

Jakarta, Karosatuklik.com – Presiden Prabowo Subianto menerima surat kepercayaan dari 11 Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) negara sahabat di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (6/11/2026).

Penyerahan surat kepercayaan tersebut menandai dimulainya tugas diplomatik para duta besar di Indonesia. Mereka berasal dari Austria, Bangladesh, Belgia, Norwegia, Jepang, Swiss, Malaysia, Finlandia, Takhta Suci Vatikan, Suriname, dan Uni Eropa.

Upacara diawali dengan penyambutan para duta besar di halaman Istana Merdeka. Kedatangan mereka disambut Tari Zapin Lenggang Kipas dari Provinsi Jambi, kemudian dilanjutkan dengan pemutaran lagu kebangsaan masing-masing negara.

Setelah itu, para duta besar secara bergantian memasuki ruang kredensial untuk menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden Prabowo.

Sebelas duta besar tersebut yakni Alexander Rieger dari Austria, Md. Abul Hasan Mridha dari Bangladesh, David Jordens dari Belgia, dan Kaja Glomm dari Norwegia.

Selanjutnya, Ueno Atsushi dari Jepang, Konstantin Obolensky dari Swiss, Dato’ Muzafar Shah Mustafa dari Malaysia, serta Pirjo Suomela-Chowdhury dari Finlandia.

Adapun tiga lainnya adalah Uskup Agung Walter Erbi dari Takhta Suci Vatikan, Andy Atmodimedjo dari Suriname, dan Hervé Delphini dari Uni Eropa.

Usai prosesi penyerahan surat, para duta besar mengikuti sesi foto bersama Presiden Prabowo. Acara kemudian dilanjutkan dengan pertemuan di Istana Merdeka.

Dalam pertemuan tersebut, para duta besar menyampaikan salam serta pesan dari kepala negara atau pimpinan masing-masing. Pertemuan juga menjadi kesempatan untuk memperkuat komunikasi diplomatik dan hubungan kerja sama dengan Indonesia.

Rangkaian acara ditutup dengan para duta besar berpamitan kepada Presiden Prabowo. Saat meninggalkan Istana Merdeka, lagu kebangsaan Indonesia Raya diperdengarkan.

Presiden Prabowo didampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sugiono, Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. (R1)

Bagikan Ke :

Komentar