oleh

AKBP Jerry Raymond Siagian Divonis Pemberhentian Tidak Dengan Hormat

Jakarta, Karosatuklik.com – Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Edwin Partogi Pasaribu mengatakan lembaganya ikut bersaksi dalam sidang sidang etik mantan Wakil Direktur Tindak Pidana Umum Polda Metro Jaya, AKBP Jerry Raymond Siagian, pada Jumat, 9 September 2022.

Edwin menyatakan bahwa dalam sidang itu, mereka menceritakan soal desakan yang dilakukan Jerry agar LPSK memberikan perlindungan terhadap istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.

“Pertanyaan yang diajukan sebagai mana BAP yang sebelumnya sudah dibuat, salah satunya adanya desakan atau dorongan untuk percepatan perlindungan kepada PC secara berulang-ulang dari Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum (Wadirreskrimum), termasuk kalimat mana saja,” kata Edwin saat dihubungi Tempo, Sabtu, 10 Desember 2022.

Selain itu, LPSK juga menjelaskan alur permohonan perlindungan, pemenuhan syarat Pasal 28 Undang-undang No 31 Tahun 2014, penelaahan yang dilakukan terhadap Putri, tujuan assesmen, hingga diminta pendapat LPSK tentang kewajiban LPSK di Pasal 43 UU TPKS.

“Kami menjawab bahwa kewajiban itu diatur di ayat 2, yakni pemberian perlindungan dilaksanakan sesuai Perundang-undangan, jadi tetap merujuk UU No. 31 dan tidak bisa serta-merta,” ujar Edwin.

Ia mengatakan desakan tersebut dilakukan Jerry dalam pertemuan di Polda Metro Jaya pada 29 Juli lalu. Edwin menyatakan bahwa Jerry sempat membeberkan bahwa Putri merupakan korban pelecehan oleh Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat dalam pertemuan itu.

Dalam dokumen notulensi pertemuan 29 Juli yang dilihat Tempo, pertemuan itu dihadiri oleh sejumlah lembaga negara, kementerian, kepolisian, hingga lembaga swadya masyarakat. Saat itu, Jerry menuntut LPSK untuk segera memberikan perlindungan kepada Putri. Selain itu, ia juga meminta LPSK proaktif meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk menurunkan pemberitaan terkait korban.

Jerry menjalani sidang kode etik pada Jumat 9 September 2022. Polri sempat menyatakan bahwa pelanggaran yang dilakukan Jerry masuk katogeri berat.

“AKBP J (Jerry) pelanggaran kode etik berat,” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo Jumat, 9 September 2022.

Hasilnya, Komite Kode Etik Polri (KKP) memberikan sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat kepada Jerry. Dengan demikian, sudah terdapat 5 anggota Polri yang mendapatkan sanksi PTDH dari KKEP. Selain Jerry Raymond Siagian, KKEP juga menjatuhkan sanksi serupa terhadap Irjen Ferdy Sambo, Kombes Agus Nurpatria, Kompol Chuck Putranto dan Kompol Baiquni Wibowo.

AKP Dyah Candrawati yang juga ikut disidang etik mendapatkan sanksi demosi atau penurunan jabatan sementara Pujiyarto hanya mendapatkan sanksi berupa Patsus dan pernyataan maaf secara lisan.

Ini Respons Polda Metro Soal Kabar AKBP Jerry Siagian Dinonaktifkan

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum (Wadirkrimum) Polda Metro Jaya AKBP Reymond Jerry Siagian disebut telah dinonaktifkan dari jabatannya atas dugaan pelanggaran etik profesi dalam kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan membantah isu penonaktifan anggotanya tersebut.

“Baru kabar burung, bagaimana nangkapnya kalau kabar burung? Nanti kalau sudah ada (informasi, red), ini baru tanya saya,” kata Zulpan kepada wartawan, Selasa (23/8/2022).

Menurutnya, perkembangan kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua Hutabarat hanya akan dijelaskan oleh Polri, sehingga dirinya tidak memiliki kewenangan untuk menyampaikan perkembangan kasus tersebut lantaran takut salah berucap.

Zulpan menyebut dirinya akan berbicara jika sudah mendapatkan data secara lengkap dan meminta awak media agar konfirmasi ke Mabes Polri.

“Boleh (tanya ke saya, red) misal sudah punya data karena kasus di Duren Tiga ini yang menangani Mabes Polri, baik dari Timsus dan juga penyidik yang dipimpin Dirtipidum Bareskrim Mabes Polri,” tegasnya.

Sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi sempat menjalani pemeriksaan di Inspektorat Khusus (Itsus) Mabes Polri, pada pekan lalu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan mengatakan usai menjalani pemeriksaan di Itsus, Hengki masih datang ke kantor.

“Ya masih (ngantor seperti biasa, red). Teknisnya tanya ke Mabes,” ujar dia.

Namun, Zulpan tidak bisa menjelaskan secara terperinci soal pemeriksaan Hengki Haryadi yang dilakukan oleh Inspektorat Khusus (Irsus) Polri.

Lulusan Akpol 1995 itu bahkan meminta awak media untuk mengkonfirmasi langsung kabar tersebut ke Mabes Polri lantaran kewenangannya ada di sana.

“Kalau terkait hal itu dijelaskan oleh pak Kadiv Humas,” tandasnya. ((Tempo.co/GenPI.co)

Komentar