Bersama BBPJN Sumut, Bupati Cory Sebayang Tinjau Progres Pelebaran Jalan Kabanjahe – Berastagi

Karo1808 x Dibaca

Berastagi, Karosatuklik.com – Bupati Karo, Cory Sriwaty Sebayang, bersama Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara, Ir. Junaidi, MT, melakukan tinjauan langsung terhadap progres pengerjaan pelebaran jalan Kabanjahe – Berastagi pada tahap ke-3 tahun 2023-2024.

Tinjauan tersebut dimulai dari Simpang Ujung Aji Berastagi hingga ke depan Kodim 0205/TK, Rabu (05/06/2024).

Turut mendampingi Bupati Cory Sebayang dalam peninjauan tersebut, Kepala Bappedalitbang Karo, Ir. Nasib Sianturi, M.Si, Kepala Dinas PUTR Karo, Edward Sinulingga, S.T, Camat Berastagi, David Cardona AP, S.Sos.

Pelebaran jalan dari AS (garis putih tengah badan jalan) ke Daerah Milik Jalan (DMJ) lebarnya mencapai 11 meter, demikian juga di sebelahnya lagi. Jadi pelebaran jalan menjadi 22 meter (empat kolom dua jalur).

Pelebaran jalan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan infrastruktur jalan dan mobilitas masyarakat di wilayah tersebut. Terlebih lagi, Kabupaten Karo yang menjadi lintasan 12 Kabupaten/Kota di Sumut/Aceh sehingga volume pemakai jalan nasional itu sangat tinggi dan padat setiap saat.

Pada kesempatan ini, Bupati Cory Sriwaty Sebayang mengucapkan terimakasih kepada Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara, Ir. Junaidi, MT.

“Pelebaran ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan dan meningkatkan aksesibilitas menuju Berastagi, dan juga sebaliknya ” ujarnya.

“Sebagai lintasan jalur pertanian dan pariwisata, pelebaran jalan ini sangat membantu masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Karo termasuk dari daerah lain. Mengingat jalan Letjen Djamin Ginting Medan – Berastagi merupakan pintu gerbang bagian utara Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba,” kata Bupati.

Jalan Alternatif Hindari Kemacetan

Masih pada kesempatan itu, Bupati minta semua pihak memanfaatkan jalan alternatif untuk menghindari kemacetan parah yang sering terjadi di Simpang Pajak Roga Jalan Letjen Jamin Ginting Berastagi.

“Jalan alternatif (Jalan Udara Berastagi) atau kalau dari Kota Kabanjahe masuk Simpang Korpri (RSU Amanda) tersebut ditujukan untuk mengantisapasi kepadatan lalu lintas, namun ntah bagaimana kemacetan parah di jam tertentu atau sekitar Pukul 15.00 WIB hingga Pukul 20.00 WIB setiap hari tetap saja terjadi, untuk itu saat pengerjaan proyek pelebaran jalan ini semua pihak diminta saling mendukung khususnya para supir bus angkutan pedesaan, becak barang maupun bus AKDP taat aturan dan tidak saling serobot,” tegas Cory Sebayang.

“Dana pelebaran tahap IV TA 2024 ruas Kabanjahe-Berastagi ini berkisar Rp60 miliar lebih ditampung di APBN 2024. Ada kelebihan anggaran ini, maka volume bertambah berkisar 150 meter dari volume semula dari Simpang Ujungaji ke arah Berastagi. Lanjutan pelebaran ini diprogramkan tuntas sampai ke Tugu Kol Berastagi tahun 2025 bila pembebasan bangunan sekitar Tugu Kol dapat terealisasi secepatnya,” tambah Kepala Bapedalitbang Kabupaten Karo Ir Nasib Sianturi.

Perbaikan Jalan ke Rumah Pengasingan Bung Karno

Selain meninjau progres pelebaran jalan, Bupati Cory Sriwaty Sebayang juga menyampaikan usulan perbaikan jalan menuju rumah pengasingan Bung Karno, yang terletak di Desa Lau Gumba, Berastagi.

Hingga saat ini, Rumah Pengasingan Soekarno menjadi objek wisata sejarah yang tidak boleh terlewat saat berkunjung ke kota dingun Berastagi.

Adalah wajar, jika Bupati Cory Sriwaty Sebayang minta BBPJN Kementerian PUPR untuk memperhatikan prasarana dan infrastruktur jalan ke rumah pengasingan tiga tokoh penting bangsa, Soekarno, Sutan Sjahrir dan Haji Agus Salim

Pada Desember 1948, atau pada masa agresi militer kedua Belanda, presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Sukarno, pernah diasingkan ke Berastagi, Tanah Karo. Rumah pengasingan Soekarno itu terletak di Desa Lau Gumba, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Bangunannya dari kayu, berukuran 10 x 20 meter, dan masih terlihat ciri bangunan bergaya Eropa, baik pada tampilan bagian luar, maupun pada bagian dalamnya.

Presiden pertama Indonesia itu diasingkan di tempat ini bersama-sama dengan Sutan Sjahrir dan Haji Agus Salim tahun 1949.

Namun sayang jalan ke lokasi tersebut perlu mendapat perbaikan, dan penataan sekitar lokasi mengingat pentingnya sebuah situs sejarah bagi generasi muda bangsa ini.

Usulan ini dipicu oleh keinginan untuk memelihara dan menghargai situs sejarah, mengingat pentingnya tempat tersebut dalam perjalanan panjang sejarah bangsa Indonesia.

Kawan!

Pusara adalah lambang kesinambungan
Hidup! Mati! Dalam perjuangan

Bahana kekal panggilan Bung Karno
Dari Blitar sampai ke Tanah Karo

Puisi di atas adalah karya dari seorang penyair dan sastrawan Indonesia, mendiang Sitor Situmorang. Tertulis di sebuah plaza, di depan monumen Bung Karno, di rumah pengasingannya di Berastagi, Tanah Karo. (R1)

Baca Juga:

  1. Kementerian PUPR dan Wakil Bupati Karo Tinjau Progres Pelebaran Jalan Nasional Kabanjahe-Berastagi yang Semakin Lebar dan Mulus
  2. Pelebaran Jalan Nasional Kabanjahe – Merek dan Kabanjahe – Berastagi, Bupati Cory Sebayang Kunjungi BBPJN Sumut
  3. Cegah Kemacetan Saat Pelebaran Jalan Kabanjahe-Berastagi, Theopilus Ginting Minta Semua Pihak Saling Dukung

Komentar