Bupati Antonius Ginting Usulkan Sejumlah Proyek Strategis ke Kemenko Infrastruktur: Kabupaten Karo Bagian Mebidangro dan KSPN Danau Toba Butuh Konektivitas dan Aksesibilitas Infrastruktur

Karo2525 Dilihat

Kabanjahe, Karosatuklik.com – Dalam upaya mempercepat pemerataan pembangunan dan mengatasi kendala konektivitas wilayah, Pemerintah Kabupaten Karo menggelar Rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) Usulan Infrastruktur secara daring pada Selasa (14/04/2026).

Pertemuan ini menjadi momentum krusial bagi Kabupaten Karo untuk menyelaraskan prioritas daerah dengan rencana pembangunan nasional.

Rapat tersebut dipimpin langsung Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr.dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes, didampingi oleh Wakil Bupati Karo, Komando Tarigan, SP, Sekretaris Daerah, Gelora Kurnia Putra Ginting, S.STP, MM, serta jajaran Kepala OPD terkait, termasuk Kepala Bappedalitbang, Dinas PU, Dinas Perhubungan, serta Dinas Perkim, dan Pertanahan Kabupaten Karo.

Dari sisi Pemerintah Pusat, hadir memberikan arahan Asisten Deputi Pemerataan Pembangunan dan Pengembangan Wilayah I Kemenko Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah, bersama perwakilan kementerian teknis meliputi Kementerian PU, BBPJN Sumut, BWS II Sumut, Kementerian Perhubungan, Kementerian PKP, dan Kementerian ATR/BPN.

Dalam paparannya, Bupati Karo menyampaikan sejumlah usulan proyek strategis yang bertujuan untuk membuka aksesibilitas, mengurai kemacetan kronis di jalur Medan–Kabanjahe, memperkuat sistem irigasi pertanian, serta mendorong sektor pariwisata.

Poin utama usulan infrastruktur yang diajukan antara lain:

  1. Konektivitas Jalan:
    – Pembangunan jalan alternatif Simpang Tuntungan – Sembaikan – Berastagi
    – Jalan Sp. 3 Delitua–Rumah Liang–Serdang–Sp. Sinaman
    – Pembangunan Jalan Tol Medan–Kabupaten Karo
    – Lanjutan Pelebaran Kabanjahe-Berastagi ruas Tugu Kol – Sp. Ujung Aji.
  2. Infrastruktur Desa & Logistik: Pembangunan Jalan Kutabuluh – Mburidi melalui Program Inpres.
  3. Transportasi Air & Pariwisata: Peningkatan Dermaga Tongging guna mendukung penyeberangan ke Samosir.
  4. Sosial & Ketahanan Pangan: Pembangunan rumah bagi korban bencana Sinabung dan perbaikan sejumlah daerah irigasi.

“Pembangunan infrastruktur adalah kebutuhan mendesak bagi Kabupaten Karo. Kita memiliki potensi besar di sektor pertanian dan pariwisata, namun tantangan utama kita adalah konektivitas,” urai Bupati.

“Dengan dukungan Pemerintah Pusat, kami berharap rencana ini dapat direalisasikan demi menggerakkan ekonomi masyarakat,” tegas Bupati Antonius Ginting.

Menanggapi usulan tersebut, pihak Pemerintah Pusat memberikan sejumlah catatan strategis sebagai langkah tindak lanjut:

  1. Jalan Daerah: Usulan pembangunan jalan daerah dan jalur alternatif diarahkan agar segera diajukan melalui mekanisme Program Inpres Jalan.
  2. Jalan Tol: Rencana pembangunan Jalan Tol Medan–Tanah Karo akan masuk ke tahap diskusi lebih lanjut dengan pihak pengelola jalan tol (BPJT) terkait kelayakan teknis dan skema investasi.
  3. Irigasi: Terkait Irigasi Paya Lah-lah, akan dilakukan koordinasi lintas sektor antara BWS I dan Kementerian Kehutanan.
  4. Hunian Tetap: Penanganan 153 unit rumah bagi korban bencana Sinabung akan diupayakan untuk ditangani oleh Kementerian PKP.
  5. Fasilitas Dermaga: Pembangunan Dermaga Tongging akan diawali dengan penyusunan Feasibility Study (FS) dan Detailed Engineering Design (DED) oleh Kementerian Perhubungan.

Bupati Antonius Ginting berharap dukungan Pemprovsu dan Pemerintah Pusat melalui sejumlah kementerian terkait sangat krusial karena Kabupaten Karo merupakan bagian dari Kawasan Strategis Nasional Mebidangro (Medan-Binjai-Deli Serdang-Karo) dan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba.

Asisten Deputi Pemerataan Pembangunan dan Pengembangan Wilayah I Kemenko Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah, bersama perwakilan kementerian teknis meliputi Kementerian PU, BBPJN Sumut, BWS II Sumut, Kementerian Perhubungan, Kementerian PKP, dan Kementerian ATR/BPN menyatakan komitmen untuk menindaklanjuti usulan ini sesuai prioritas nasional.

Rapat Monev ini diharapkan dapat menjadi jembatan sinergi yang kuat antara daerah dan pusat, sehingga usulan-usulan strategis tersebut dapat segera masuk ke dalam tahapan implementasi fisik di tahun anggaran mendatang. (R1)

Bagikan Ke :

Komentar