Calon Kandang Rafale di Skadron 14 TNI AU Bukan Pangkalan Udara Biasa, The Eagles Julukannya

Nasional7120 x Dibaca

Jakarta, Karosatuklik.com– Selangkah lagi, Indonesia segera memperkuat TNI AU dengan jet tempur Rafale, buatan Dassault Aviation Prancis.

Pengumuman penting merapatnya Rafale buatan Dassault Aviation Prancis ke TNI AU, bahkan disampaikan langsung oleh Menteri Pertahanan Indonesia Prabowo Subianto.

Kabar bahagia ini seperti dikutip Zonajakarta.com dari Antara, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyebutkan pengadaan pesawat tempur generasi 4,5, yakni Rafale buatan Dassault Aviation Perancis untuk TNI AU tinggal menunggu kontrak.

“Rafale sudah agak maju. Saya kira tinggal mengaktifkan kontrak saja,” kata Prabowo di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis, 20 Januari 2022.

Tak hanya Rafale, TNI AU juga rupanya akan diperkuat dengan jet tempur F-15 EX Amerika Serikat (AS).

Berbeda dengan Rafale, untuk pengadaan pesawat tempur F-15 EX buatan Amerika Serikat masih dalam tahap negosiasi.

“F-15 kita masih dalam tahap negosiasi,” kata Prabowo.

Selangkah lagi, Indonesia segera memperkuat TNI AU dengan jet tempur Rafale, buatan Dassault Aviation Prancis.

Pemerintah Indonesia berencana membeli 36 pesawat Dassault Rafale.

Bahkan, dikutip dari Reuters, Prancis telah melakukan negosiasi dengan Jakarta selama beberapa bulan untuk penjualan 36 jet tempur Rafale dan kedua negara telah menandatangani letter of intent pada bulan Juni 2021.

Sebelum kini resmi bakal dibeli Indonesia, jet tempur Rafale Prancis sudah pernah mendarat di pangkalan udara Halim Perdanakusuma Jakarta pada tahun 2015 lalu.

Hal ini seperti dikutip Zonajakarta.com dari Antara, Tiga penerbang tempur TNI AU mencoba kebolehan dan performansi pesawat tempur multiperan buatan Dassault Aviation Prancis, C01 Rafale, di atas udara Jakarta mengarah ke selatan.

Kehadiran dua unit C01 Rafale B (kursi tandem/double seater) kala itu untuk memberi alternatif sumber pengadaan calon pengganti F-5E/F Tiger II di Skuadron Udara 14, yang berasal dari dasawarsa ’80-an.

Kala itu, ada beberapa pabrikan yang tengah mengadu strategi untuk mematangkan tawarannya kepada Indonesia, yaitu JAS39 Gripen (SAAB AB/Swedia), Eurofighter Typhoon (Eurofighter/konsorsium Eropa Barat), F-16 Fighting Falcon Block 60 (Boeing/Amerika Serikat), dan Sukhoi Su-35 Flanker-Berkut (Rusia).

Selangkah lagi, Indonesia segera memperkuat TNI AU dengan jet tempur Rafale, buatan Dassault Aviation Prancis.

Namun kini Indonesia telah menjatuhkan pilihan kepada Rafale Prancis dan F-15 EX Amerika Serikat.

Skuadron Udara 14 calon ‘kandang’ Rafale Prancis di TNI AU Indonesia rupanya bukan pangkalan udara biasa.

Dilansir dari tni-au.mil.id bahwa Skadron Udara 14 jadi salah satu pangkalan strategis TNI AU yang terletak di Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur.

Terlebih lagi Skadron udara 14 masih bagian dari pangkalan udara Iswahyudi yang tergabung dalam Wing Udara 3 tempur.

Karena didalam pangkalan udara Iswahyudi masih terdapat Skadron Udara 3, Skadron Udara 14 dan Skadron Udara 15.

Selain itu, Skadron Udara 14 sendiri mendapat julukan The Eagles karena pada lambangnya.

Lambang yang digambarkan burung elang dengan kilat merah dan ada gambar awan hitam.

Selangkah lagi, Indonesia segera memperkuat TNI AU dengan jet tempur Rafale, buatan Dassault Aviation Prancis.

Pada sejarahnya sendiri diketahui Skadron Udara 14 dibentuk pada tahun 1962 pada era Presiden Soekarno.

Pada awal tahun pembentukannya ternyata Skadron Udara 14 pernah mengoperasikan pesawat legenda dari era Uni Soviet bermesin jet.

Pesawat jet tempur tersebut adalah varian dari MiG-21F yang pernah mengisi apron dari Skadron Udara 14 dari tahun 1962-1970.

Dengan adanya MiG-21F di Skadron Udara 14 maka pernah mendukung operasi Trikora pada saat pembebasan Irian Barat.

Selanjutnya Skadron Udara 14 ternyata pernah mengoperasikan pesawat terkenal di era perang vietnam buatan dari Amerika Serikat.

Alutsista jet tempur tersebut adalah F-86 Avon Sabre yang telah mengisi beberapa jajaran The Eagles Skadron Udara 14.

Akhirnya pada era Presiden Soeharto di tahun 1980 Skadron Udara 14 resmi menggunakan jet tempur F-5E/F Tiger II.

Patut diketahui bahwa Skadron Udara 14 sempat menjadi unsur organik Komando Satuan Buru Sergap (Kosatsergap), karena mengoperasikan jet tempur F-5E/F Tiger II.

Akan tetapi pada tahun 2017 jet tempur F-5E/F Tiger II di Skadron Udara 14 telah dipensiunkan karena sudah berumur cukup tua.

Alhasil beberapa jet tempur Su 27/30 Skadron Udara 11 dari lanud Sultan Hasanuddin ditugaskan ke Skadron Udara 14 untuk mengisi kekosongan jajaran jet tempur. (R1/ZonaJakarta)

Berita terkait:

1. KASAU Pastikan Pesawat Tempur Canggih Rafale dan F-15 akan Jaga Langit Indonesia di Tahun 2024

2. Menunggu Pesawat Tempur Canggih Rafale F4 Jadi Kado Akhir Tahun Bagi TNI AU

3. Jet Trainer T 50 Golden Eagle Milik TNI AU, Ini Kecanggihannya

4. Amrik Saja Gentar Apalagi Negeri Tetangga, KF-21 Boramae Terbang Perdana Setelah 2 Dekade

5. Kemhan RI Tandatangani Letter of Intent Pemesanan Dua Pesawat Airbus A400M Untuk TNI AU

6. Duel Su-35 Vs F-15 Eagle II, Pejabat AS dan Rusia Datang ke Jakarta, Lobi Tingkat Tinggi