Canggih dan Mematikan, Ini Barisan Jet Tempur Milik Indonesia

Nasional1893 x Dibaca

Jakarta, Karosatuklik.com – Angkatan udara setiap negara berjuang untuk supremasi atas musuh mereka. Salah satu caranya adalah dengan mendapatkan jet tempur terbaik. Semakin canggih jet tempurnya, semakin bagus pula fungsinya.

Pesawat tempur adalah salah satu bagian terpenting dari angkatan udara setiap negara. Lincah dan bertenaga, jet tempur modern tentunya dapat mengisi berbagai peran yang dibutuhkan dengan kemampuan atau fitur yang sangat serbaguna.

Sejarah panjang sejak masa kolonial mendorong Indonesia untuk terus berupaya memperkuat kekuatan militernya. Dikutip dari laman World Directory of Modern Military Aircraft (WDMA), pada Rabu (15/3/2023), inilah daftar pesawat tempur milik Indonesia. Terhitung ada sekitar 280 pesawat

Daftar pesawat tempur milik Indonesia melansir dari laman World Directory of Modern Military Aircraft (WDMA), pada Selasa (9/8/2022), ada sekitar 280 pesawat yang aktif digunakan dari total 445 pesawat yang dimiliki Indonesia.

Daftar Jet Tempur yang Dimiliki Indonesia

1. Bae Hawk

Indonesia memiliki tiga seri pesawat tempur tersebut, yakni seri 50, seri 100, dan seri 200. Indonesia membeli hingga 20 unit pesawat tempur ini antara tahun 1980 dan 1984.

Untuk pertama kalinya TNI AU menggunakan pesawat Hawk seri MK-53 yang merupakan versi ekspor dari seri Hawk-50 untuk Indonesia. Kemudian, tahun 1997, Indonesia mengimpor pesawat Hawk 100 dan 200 dengan kode nomor 9 sehingga disebut sebagai seri 109 dan 209 di Indonesia. Perbedaan keduanya terletak pada jenis kursinya. Seri 109 memiliki dua kursi, sedangkan seri 209 memiliki satu kursi.

Persenjataan tambahan seperti rudal dan berbagai bom juga bisa disematkan pada jet tempur Indonesia ini. Diketahui saat ini, Indonesia masih mengoperasikan pesawat Hawk seri 109 dan 209. Sementara, Hawk seri MK-3 sudah tidak digunakan lagi sejak tahun 2015. Pesawat tempur Indonesia jenis ini berpangkalan di Skadron Udara 1 Pontianak dan Skadron Udara 12 di Pekanbaru.

2. T-50 I Golden Eagle

Pesawat tempur Indonesia T50 I Golden Eagle ini dirancang oleh Korean Aerospace Industry bersama dengan Lockheet Martin pada akhir tahun 1990-an.

Indonesia membeli T-50 I pada 2011 untuk menggantikan Hawk MK-53, yang resmi tidak dipergunakan lagi sejak tahun 2015. Pesawat jenis ini memiliki kecepatan maksimum 2.640 km/jam dan ketinggian maksimum 14,6 km.

Pesawat tempur T50 I disebut-sebut dapat membawa roket, rudal, dan bom sebagai senjata. Berat total senjata yang dapat diangkut adalah 3,7 ton. Pesawat T-50I TNI AU bermarkas di Skadron 15 Pangkalan TNI AU Iswahjud di Magetan, Jawa Timur.

3. F16 Fighting Falcon

F16 Fighting Falcon mulanya diproduksi oleh General Dinamics di Amerika. Namun sejak 1993, pesawat F16 resmi dibeli perusahaan Lockheed Martin.

F16 Fighting Falcon masuk dalam daftar pesawat tempur Indonesia. Pesawat tempur ini adalah pesawat multi-peran untuk serangan udara ke udara dan udara ke darat. Pesawat ini bermarkas di Skadron Udara 3 Lanud Iswahjud, Magetan, Jawa Timur dan Skadron Udara 16 Lanud Roezmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.

Indonesia telah mengoperasikan pesawat yang memiliki kecepatan maksimum 2.120 km/jam dan ketinggian maksimum 15 km di atas permukaan laut ini sejak tahun 1989. Pada mulanya, Indonesia memiliki 12 unit pesawat tempur. Namun kini, tersisa hanya 8 unit saja. Hal itu karena banyak faktor yang menyebabkan beberapa unit jet tempur tidak beroperasi lagi, antara lain karena masalah kerusakan hingga terjadinya kecelakaan.

4. EMB-314/A-29 (Super Tucano)

EMB-314/A-29 milik Indonesia ini diproduksi oleh Brazil. Pesawat tempur ini diproduksi massal pada tahun 2003.

Ciri khas dari pesawat tempur ini adalah memiliki alat penggerak berupa baling-baling. Pesawat EMB-314 berpangkalan di Skadron Udara 1 Pangkalan Udara Abdurrahman Saleh di Malang, Jawa Timur.

Pesawat tempur EMB-314 memiliki kecepatan maksimum 590 km/jam dan ketinggian maksimum 10 km. EMB-314 Super Tucano diketahui dapat membawa berbagai senjata, antara lain bom cluster, rocket pod FFAR dan jenis rudal lainnya. Berat maksimal senjata yang dibawa EMB-314 Super Tucano adalah 1,5 ton.

Perlu diketahui bahwa EMB 314 atau popular dikenal A29, tidak dapat digunakan untuk serangan udara-ke-udara. Pesawat tempur ini hanya dapat beroperasi sebagai misi serangan darat (antigerilya). Sehingga, tidak mengherankan bila pesawat ini dapat digunakan untuk pengintaian.

5. Sukhoi

Sukhoi merupakan pesawat buatan Rusia. Indonesia sudah lama menaksir pesawat yang pernah digunakan Angkatan Udara Soviet pada 1985. Namun, saat krisis moneter pada 2003, Indonesia hanya bisa mengimpor 4 Sukhoi, yang terdiri dari dua unit SU 27 SK, dan dua unit SU 30 Mk.

Kemudian Indonesia menambah 6 unit pesawat Sukhoi SU 27 Skm dan SU 30 Mk2. Kemudian pada 2014, Indonesia kembali membeli enam unit pesawat SU 30 Mk2 Sukhoi.

Akhirnya, total Sukhoi yang dimiliki Indonesia ada 16 jenis pesawat tempur. Jet tempur ini berpangkalan di Skadron Udara 11 Lanud Hasanuddin, Makassar.

6. Mirage 2000-5

Mirage 2000 adalah pesawat tempur multirole sayap delta, dan supersonik bermesin tunggal generasi keempat buatan Prancis, yang diproduksi oleh Dassault Aviation, dikutip dari laman Dassault Aviation.

Mirage 2000-5 ini akan digunakan untuk latihan dan transisi sebelum kedatangan jet tempur Rafale. Dalam high altitude, Mirage 2000 memiliki kecepatan maksimum 2,2 mach atau lebih dari 2,333 km per jam. Sementara 1,110 km per jam (690 mph) dalam low atitude. Jangkauan dari pesawat tempur ini 1,550 km dengan drop tanks.

Pesawat tempur ini dikembangkan pada akhir 1970-an untuk Angkatan Udara Prancis sebagai pesawat tempur ringan berdasarkan model Dassault Mirage III. Hingga akhirnya, pesawat Mirage 2000 berhasil dikembangkan menjadi pesawat multi role yang beberapa variannya telah dikembangkan.

7. Dassault Rafale

Kementerian Pertahanan telah menandatangani kontrak pembelian enam jet tempur Rafale generasi 4,5 buatan Prancis dari Dassault Aviation. Rencananya, pemerintah akan membeli hingga 42 jet tempur sejenis.

Dassault Rafale merupakan tipe tercanggih yang diproduksi oleh Dassault Aviation. Jet tempur tersebut dilengkapi dengan berbagai sistem senjata, seperti bom, meriam, misil, dan radar sensor elektronik aktif. Diketahui bahwa Rafale dapat membawa senjata dengan berat hingga sembilan ton. Kecepatan maksimumnya adalah 860 mph, yang setara dengan 1.384 kilometer per jam.

Rafale jadi satu-satunya pesawat tempur di Eropa yang memiliki radar pemindai elektronik RBE2 saat ini. Memiliki kemampuan mendeteksi dan melakukan pelacakan lebih awal sehingga tidak dapat ditiru oleh radar pemindaian tipe mekanis merupakan kelebihan yang ditawarkan dari radar pemindai elektronik RBE2 ini.

Untuk memboyong pesawat tempur ini, perlu mengeluarkan dana sebesar US$ 115 juta atau sekitar RP1,63 triliun per unitnya, sementara ongkos penerbangannya berada sekitar US$ 16,5 ribu dollar atau sekitar Rp234,3 juta. (R1/Inilah.com)

Baca juga:

  1. Su-35 ‘Kobra Udara’ dan Ancaman AS, Begini Tanggapan TNI AU
  2. 42 Jet Tempur Canggih Rafale Segera Mendarat di Indonesia
  3. Jet Tempur F-15EX Buatan Boeing Amerika Serikat, Segera Perkuat TNI AU
  4. Sosok Letda Ajeng Pilot Jet Tempur Wanita Pertama TNI AU, Kini Bertugas di Pesawat Kepresidenan
  5. Sederet Alutsista Canggih dan Modern akan Memperkuat TNI AU Setelah Rafale dan F-15 EX

Komentar