Cegah Potensi Konflik Sosial, Dandim 0205 Tanah Karo Dorong Optimalisasi Komunikasi Berbasis Edukasi dan Deteksi Dini

Karo2857 Dilihat

Berastagi, Karosatuklik.com – Dalam upaya memperkuat kerukunan dan menjaga stabilitas keamanan, kegiatan Pembinaan Komunikasi (Binkom) Cegah Konflik Sosial digelar di GOR Patriot Makodim Jalan Letjen Jamin Ginting Desa Raya Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo, Selasa pagi (2/6/2026).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kolonel Inf Fernando Batubara, selaku ketua tim. Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi, terlihat dari ratusan orang yang memenuhi GOR Makodim 0205/TK untuk mengikuti rangkaian kegiatan tersebut yang menghadirkan sejumlah nara sumber dari Polres Karo, Pemkab Karo, tokoh-tokoh agama dan masyarakat.

Hadir dalam kesempatan tersebut berbagai unsur instansi dan organisasi kemasyarakatan.

Di antaranya Letkol Inf Fernando Batubara, S.Sos, M.Han, Dandim 0205/TK Letkol Inf Robert Panjaitan, Kesbangpol Kabupaten Karo, Gelora Fajar Purba, Kasat Reskrim AKP Eriks R Nainggolan, Pers dan LSM di Kabupaten Karo.

Dalam arahan dan sambutannya, Dandim 0205/TK Letkol Inf Robert Panjaitan, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam membangun komunikasi, koordinasi, dan sinergitas antar seluruh komponen bangsa.

“Hal ini khususnya antara aparat pemerintah, TNI-Polri, serta elemen masyarakat dalam rangka mencegah potensi konflik sosial yang bisa terjadi kapan saja dan dimana saja,” pungkasnya.

Untuk itu, Dandim menegaskan pentingnya menjaga situasi kondusif dan mencegah potensi konflik sosial di tengah masyarakat. “Mencegah konflik sosial merupakan tugas kita bersama.

Potensi konflik bisa muncul dari berbagai sektor, sehingga dibutuhkan soliditas dan kekompakan seluruh elemen masyarakat.

“Kegiatan semacam ini saya harap bisa dilaksanakan secara rutin agar wilayah Kabupaten Karo yang sama-sana kita cintai ini tetap aman, nyaman, dan kondusif,” ungkapnya.

Berdasarkan pantauan Jurnalis Karosatuklik.com beberapa poin penting dari arahan Dandim 0205/TK Letkol Inf Robert Panjaitan, diantaranya :

Optimalisasi Komunikasi dan Deteksi Dini

  • Peka terhadap Lingkungan: Mengingatkan masyarakat untuk peka dan segera melaporkan gejala atau potensi perpecahan kepada aparat setempat sebelum berkembang menjadi konflik besar.
  • Dialog Terbuka: Mengedepankan musyawarah dan komunikasi yang efektif dalam menyelesaikan setiap perbedaan atau kesalahpahaman.

Penguatan Wawasan Kebangsaan

  • Menjaga Toleransi: Menekankan pentingnya merawat sikap saling menghargai antarsesama, suku, agama, dan golongan agar persatuan tetap terjaga.
  • Cinta Tanah Air: Menggunakan nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi dasar dalam bermasyarakat dan bernegara

Lebih lanjut, Letkol Inf Robert Panjaitan menambahkan peran penting seluruh elemen masyarakat ikut berperan dalam pencegahan konflik sosial.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi dan kerja sama lintas elemen serta memberikan solusi strategis agar keamanan dan ketertiban wilayah dapat terjaga.

Kegiatan kemudian berlanjut dengan sesi pemaparan materi dari para narasumber. Di antaranya, Kasatreskrim Polres Karo AKP Eriks Raydikson Nainggolan menyampaikan penekanan pada aspek hukum dalam pencegahan konflik, serta Kepala Bakesbangpol Kabupaten Karo, Gelora Fajar Purba, SH, MH yang memaparkan materi strategi peran masyarakat dalam menjaga stabilitas daerah.

Seluruh rangkaian acara berjalan dengan tertib dan lancar. Antusiasme peserta tampak tinggi, mencerminkan semangat bersama untuk memperkuat sinergi dan membangun kesadaran kolektif dalam mencegah konflik sosial demi terciptanya Kabupaten Karo yang aman, damai, dan harmonis.

Binkom Hadir Memperkuat Komunikasi Cegah Konflik Sosial

Sementara itu, Letkol Inf Fernando Batubara, dijelaskan “Bahwa meskipun pemerintah daerah hadir secara cepat dalam penanganan potensi konflik sosial masih kerap terjadi.

Oleh karena itu, kegiatan Binkom ini hadir sebagai upaya interventif dengan metode ceramah dan pembagian tanggung jawab bersama agar konflik tidak berkembang luas dan merugikan banyak pihak,” imbuhnya.

Lebih lanjut disampaikan “Pentingnya mengedepankan pendekatan persuasif dan memperkuat kearifan lokal dalam menyelesaikan setiap permasalahan.

Dengan kata lain, masyarakat diimbau untuk mampu mengantisipasi secara dini potensi konflik serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya, terutama di era digital saat ini,” imbuhnya menekankan.

“Peran aktif tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh adat juga menjadi kunci sebagai penyejuk di tengah kehidupan sosial,” tutup Pabandya.

Kegiatan Pembinaan Cegah Konflik Sosial ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan peran aktif masyarakat.

Diharapkan dapat memperkuat komunikasi berbasis edukasi dan kerja sama yang solid antara masyarakat dan aparat keamanan, demi terwujudnya keamanan serta ketertiban yang kondusif di seluruh wilayah hukum Kodim 0205/Tanah Karo. (R1)

Bagikan Ke :

Komentar