Salak, Karosatuklik.com – Sebagai upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, profesional, akuntabel dan efisien serta meningkatkan kinerja, Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat mengadakan kegiatan Bimbingan Teknis Manajemen Risiko, di Balai Diklat Cikaok, Selasa (21/6/2022).

Kegiatan diawali dengan Overview Manajemen Risiko yang di hadiri oleh Wakil Bupati Pakpak Bharat H. Mutsyuhito Solin, Dr, M.Pd, Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Sumatera Utara I Gede Eka Priyoga dan tim, Inspektur Kabupaten Pakpak Bharat Sumantri Bancin, SE, MM dan seluruh pimpinan OPD beserta Pejabat Eselon III di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat.

Peserta akan mengikuti kegiatan ini selama 2 (dua) hari pada hari selasa dan rabu 21-22 juni 2020 di Balai Diklat Cikaok yang dimana BPKP sebagai narasumber kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya Wakil Bupati Pakpak Bharat menyampaikan bahwa setiap organisasi rentan terhadap risiko baik teknis maupun non-teknis, risiko bisa datang kapan saja baik dari Internal maupun Eksternal.

Mendeteksi Hambatan, Kendala dan Mendorong InovasiĀ 

“Tujuan Manajemen Risiko adalah meningkatkan kinerja pegawai, mendorong inovasi dan mendukung pencapaian tujuan serta fungsi organisasi,” ungkap Mutsyuhito.

Manajemen resiko dalam penyelenggaraan pemerintahan memerlukan pemahaman bersama dan seiring perkembangan waktu akan banyak perubahan yang belum banyak diketahui oleh aparatur pemerintah daerah.

“Oleh karena itu, perlu diingatkan agar para pimpinan OPD, Kepala Bagian, Kepala Bidang dan pejabat fungsional perencanaan memanfaatkan dengan sebaik mungkin secara efektif Bimbingan Teknis, sehingga diharapkan berbagai catatan yang perlu dibenahi bisa diberikan penjelasan langsung oleh Tim BPKP,” ujarnya.

Manajemen resiko dan daftar resiko kegiatan OPD sambung Wakil Bupati Mutsyuhito Solin, menjadi penting bagi pencapaian tujuan pembangunan daerah, karena akan memudahkan dalam mendeteksi hambatan dan kendala yang dihadapi dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.” Karena itu, semua peserta diharapkan dapat mengikuti dengan baik sehingga memahami arti penting manajemen risiko dan risk register,” pesannya.

Mutsyuhito menambahkan, melalui Bimtek Manajemen Risiko diharapkan seluruh OPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat dapat menerapkan Manajemen Risiko dengan optimal serta meningkatnya penyelenggaraan pemerintahan dan kualitas pelayanan publik demi terwujudnya masyarakat Pakpak Bharat yang Nduma. (R1)

Robert Tarigan SH

By Robert Tarigan SH

Editor dan Pimpinan Redaksi karosatuklik.com