Gubernur Bobby dan Bupati Antonius Ginting Kembali Jenguk Murid Korban Keracunan MBG, Pastikan Penanganan hingga Pulih Total

Karo2390 Dilihat

Berastagi, Karosatuklik.com – Bupati Karo, Brigjen Pol. (Purn.) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes, bersama Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, di dampingi Sekda Kabupaten Karo, Gelora Kurnia Putra Ginting, S.STP, MM menjenguk langsung sejumlah siswi yang terdampak kejadian terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Efarina Etaham dan Rumah Sakit Amanda Raya, Berastagi, Kabupaten Karo, Kamis (10/9/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah terhadap kondisi kesehatan para siswa yang keracunan MBG.

Bupati Karo bersama Gubernur Sumatera Utara melihat secara langsung kondisi para siswi serta memastikan proses penanganan dan pelayanan kesehatan berjalan dengan baik.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Antonius Ginting dan Gubernur Bobby turut berkoordinasi dengan pihak rumah sakit dan tenaga medis dan keluarga korban mengenai kondisi serta perkembangan kesehatan para siswa yang masih menjalani perawatan.

“Pemerintah Kabupaten Karo bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus melakukan pemantauan terhadap kondisi para siswa terdampak serta memastikan kebutuhan penanganan kesehatan dapat terpenuhi dengan baik,” kata Bupati Antonius Ginting.

Kehadiran Bupati Karo dan Gubernur Sumatera Utara di rumah sakit juga menjadi wujud komitmen pemerintah untuk memberikan perhatian secara langsung kepada masyarakat, khususnya para siswa yang terdampak, hingga kondisi mereka berangsur membaik dan dapat kembali beraktivitas seperti biasa.

Pendampingan Proses Pembelajaran Sekolah

Sementara itu Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menyampaikan pihaknya akan mendampingi proses pembelajaran Febiona Purba (16) dan siswa lainnya yang terdampak keracunan MBG di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara. “Bukan hanya untuk adik kita (Febiona) ini, tapi semua siswa-siswi yang jadi korban keracunan,” kata Bobby.

Bobby menjelaskan, sejauh ini, sudah ada siswa korban keracunan yang masuk sekolah, tetapi tetap memiliki gejala sakit perut, pusing, dan lainnya karena masa penyembuhan.

“Jadi, kalau dia izin, tidak kami catat tidak masuk (sekolah). Tapi, nanti ada pembelajaran setelah itu, kami dampingi. Itu sudah disampaikan ke kepala sekolahnya juga,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, sudah lebih dari tiga minggu, Febiona berpindah-pindah rumah sakit untuk menjalani perobatan akibat keracunan MBG. Kondisi siswa asal Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, ini memburuk hingga diduga alami gangguan ingatan.

Tiga Bakteri Ditemukan dalam Sisa Menu MBG di Karo, Dinkes Sumut: Bisa Menghasilkan Racun

Sebagai informasi tiga jenis bakteri ditemukan dalam sisa menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikonsumsi siswa dalam insiden keracunan massal di Kabupaten Karo. Temuan tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan sampel oleh UPTD Laboratorium Kesehatan Dinas Kesehatan Sumatera Utara.

Kepala UPTD Laboratorium Kesehatan Dinkes Sumut Pulo Rizal Togatorop mengatakan, tiga bakteri yang ditemukan yakni Bacillus cereus, Staphylococcus aureus, dan Escherichia coli.

“Ada bakteri Bacillus Cereus (di nasi), Staphylococcus Aureus (Ikan Dencis), dan Escherichia Coli (melon),” kata Rizal saat dihubungi melalui telepon, Rabu (9/9/2026).

Bisa Menghasilkan Racun

Rizal menjelaskan, sejumlah bakteri tersebut secara alami dapat ditemukan pada kulit manusia maupun lingkungan. Namun, dalam kondisi tertentu, bakteri dapat berkembang dan menghasilkan racun yang berpotensi menimbulkan berbagai gejala.

Kalau dalam kondisi tertentu bakteri bisa berkembang dan mengeluarkan racun yang bisa menyebabkan mual, muntah, lemas dan gejala lainnya,” ujar Rizal. Hasil pemeriksaan sampel tersebut kemudian diserahkan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Karo untuk ditindaklanjuti.

Saat ditanya mengenai dugaan dampak keracunan MBG terhadap gangguan ingatan yang dialami siswa, Rizal tidak memberikan kesimpulan. “Kami selaku tim penguji tidak mempunyai kemampuan untuk sampai ke situ,” tuturnya.

363 siswa di Karo alami keracunan

Kasus keracunan MBG di Karo terjadi pada Kamis (13/8/2026). Sebanyak 363 siswa dari lima sekolah dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan yang dibagikan melalui program MBG.

Investigasi awal yang disampaikan BGN menyebut salah satu persoalan terdapat pada penanganan bahan makanan berupa ikan.

Sudaryono mengatakan, ikan basah yang digunakan dalam menu tersebut tidak disimpan di dalam freezer selama sekitar 10 hingga 12 jam.

“Ikan basah tidak ditaruh ke dalam freezer, itu suatu kebodohan dan kelalaian,” tegas Sudaryono.

Sebagai respons awal, BGN kemudian menutup dapur penyedia makanan dan mencopot Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terkait dengan kejadian tersebut. (R1)

Bagikan Ke :

Komentar