Sukatepu, Karosatuklik.com – Bupati Karo, Brigjen Pol. (Purn.) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes, diwakili Wakil Bupati Karo, Komando Tarigan, SP, mendampingi penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak erupsi Gunung Sinabung yang dilaksanakan oleh Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Badan Usaha (TJSLBU) Kabupaten Karo, Sabtu, 5 September 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati turut didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Karo, Gelora Kurnia Putra Ginting, S.STP, MM, Dandim 0205/Karo, Letkol Inf. Robert B. Panjaitan, Kapolres Karo, AKBP Pebriandi Haloho, S.H, S.I.K, M.Si, Ketua Forum TJSLBU Kabupaten Karo, Susi Susyanti Br Ginting, Kepala OPD, Camat dan pihak-pihak terkait.
Wujud Kepedulian dan Sinergi

Kunjungan empati dan penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan sinergi antara Pemerintah Kabupaten Karo, Forum TJSLBU Kabupaten Karo, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai pemangku kepentingan dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana erupsi Gunung Sinabung.
Wakil Bupati Komando Tarigan menyampaikan apresiasi kepada Forum TJSLBU Kabupaten Karo dan seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam penggalangan serta penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, organisasi, dan masyarakat sangat penting dalam memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi, khususnya selama masa tanggap darurat dan pengungsian.
“Pemerintah Kabupaten Karo mengapresiasi kepedulian dan dukungan dari Forum TJSLBU serta seluruh pihak yang telah turut membantu masyarakat terdampak erupsi Gunung Sinabung. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat dan disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” ujar Wakil Bupati.

Penyaluran bantuan dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip tepat sasaran, sehingga bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat terdampak erupsi Gunung Sinabung.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemberian bantuan dari Bhayangkari kepada masyarakat terdampak. Bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian dan dukungan Bhayangkari terhadap masyarakat yang sedang menghadapi dampak bencana erupsi Gunung Sinabung.
Selain itu, bantuan juga diberikan oleh Mawar Sharon Peduli (MSP) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat Kabupaten Karo yang terdampak bencana.
Kehadiran berbagai pihak dalam rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan kuatnya semangat solidaritas dan gotong royong dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.

Pemerintah Kabupaten Karo terus mendorong penguatan sinergi dan gotong royong seluruh pihak dalam menghadapi situasi bencana serta memastikan masyarakat terdampak mendapatkan perhatian dan dukungan yang diperlukan.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, TNI-Polri, dunia usaha, organisasi sosial, komunitas, dan masyarakat, diharapkan bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban masyarakat terdampak serta mendukung pemenuhan kebutuhan mereka selama masa penanganan bencana.
Dunia Usaha Harus Hadir Saat Masyarakat Membutuhkan
Ketua Forum TJSLBU Kabupaten Karo, Susi Susanty Ginting, menyampaikan penyaluran bantuan merupakan wujud nyata kepedulian perusahaan dan dunia usaha terhadap masyarakat Kabupaten Karo yang sedang menghadapi bencana erupsi Gunung Sinabung.
“Melihat jumlah masyarakat yang terdampak, termasuk lansia, balita, ibu hamil, ibu menyusui serta anak-anak sekolah, tentu dibutuhkan kepedulian kita bersama,” kata Susi Ginting.

Ia berharap bantuan yang diberikan dapat membantu memenuhi sebagian kebutuhan masyarakat sekaligus meringankan beban warga yang terdampak.
“Diharapkan bantuan yang diberikan hari ini dapat membantu memenuhi sebagian kebutuhan masyarakat dan meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak erupsi Gunung Sinabung,” ujarnya.
Menurut Susi, situasi kebencanaan membutuhkan gerak cepat, kepedulian dan koordinasi yang kuat dari seluruh pihak.
Forum TJSLBU Kabupaten Karo, katanya, berupaya menjadi wadah bagi perusahaan dan badan usaha untuk bergerak bersama sehingga bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat.
“Forum TJSLBU tidak hanya menjadi wadah untuk menjalankan program tanggung jawab sosial dalam jangka panjang, tetapi juga bagaimana dunia usaha dapat hadir ketika masyarakat membutuhkan,” katanya.
“Kebersamaan perusahaan-perusahaan dalam kegiatan ini menjadi wujud bahwa kepedulian akan semakin kuat ketika dilakukan secara bersama-sama,” tambah Susi.
650 Jiwa Terdampak, Ada Lansia hingga Balita

Berdasarkan pembaruan data per 4 September 2026, tercatat 208 kepala keluarga (KK) atau 650 jiwa terdampak aktivitas Gunung Sinabung. Mereka terdiri dari 329 laki-laki dan 321 perempuan.
Di antara warga terdampak terdapat kelompok rentan, yakni 77 lansia, 2 ibu hamil, 6 ibu menyusui dan 33 balita.
Dampak erupsi juga dirasakan anak-anak usia sekolah. Tercatat sebanyak 82 siswa terdampak, terdiri dari 23 siswa SMA/SMK, 18 siswa SMP/MTs dan 41 siswa sekolah dasar. (R1)













Komentar