Berastagi, Karosatuklik.com – Bupati Karo Brigjen Pol. (Purn.) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG, M.Kes, yang diwakili oleh Wakil Bupati Karo, menghadiri kegiatan Edukasi Keuangan bagi Pelajar dan Pembukaan Rekening Simpanan Pelajar (SimPel) dalam rangka Hari Indonesia Menabung Tahun 2026 di YPK GBKP Masehi Cabang Berastagi, Rabu (12/08/2026).
Dalam sambutan Bupati Karo yang dibacakan oleh Wakil Bupati Komando Tarigan, menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Karo sangat mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut dan menekankan pentingnya membangun kebiasaan mengelola keuangan sejak dini.
Ia menegaskan bahwa literasi dan inklusi keuangan merupakan bekal penting yang harus ditanamkan sejak usia dini. Menurutnya, perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam tatanan kehidupan masyarakat, termasuk semakin mudahnya akses terhadap berbagai layanan keuangan dan transaksi digital.

“Namun di balik kemudahan tersebut, terdapat tantangan yang harus diantisipasi agar generasi muda tidak terjebak pada pola perilaku konsumtif maupun praktik keuangan ilegal akibat rendahnya pemahaman terhadap pengelolaan keuangan,” ujarnya.
“Di era digital saat ini, anak-anak dan remaja semakin dekat dengan berbagai layanan keuangan dan transaksi elektronik. Oleh karena itu, mereka perlu dibekali kemampuan mengelola keuangan sejak dini agar mampu membedakan kebutuhan dan keinginan, serta membangun kebiasaan menabung sebagai bagian dari perencanaan masa depan,” ujar Bupati Karo.
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa pendidikan finansial bukan hanya mengajarkan bagaimana memperoleh uang, melainkan juga bagaimana mengelola, menggunakan, dan merencanakan keuangan secara bijaksana.
Oleh karena itu, kegiatan Edukasi Keuangan bagi Pelajar dan Pembukaan Rekening Simpanan Pelajar (SimPel) dalam rangka Hari Indonesia Menabung Tahun 2026 hari ini menjadi momentum penting dan langkah strategis dalam membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, serta kemandirian finansial bagi para pelajar di Kabupaten Karo.
Menurutnya, keberadaan rekening pelajar bukan sekadar sarana menabung, tetapi juga menjadi media edukasi agar siswa terbiasa mengelola keuangan secara terencana sejak usia sekolah. Kebiasaan tersebut diharapkan akan membentuk generasi yang lebih siap menghadapi tantangan ekonomi di masa mendatang.

“Menabung bukan berarti harus memiliki uang yang banyak. Menabung adalah tentang membiasakan diri menyisihkan sebagian dari apa yang kita miliki. Sedikit demi sedikit, lama-lama akan menjadi banyak,” ujarnya.
Melalui program Hari Indonesia Menabung, Pemkab Karo bersama TPAKD mendorong semakin banyak pelajar memiliki rekening SimPel serta membangun budaya menabung secara rutin dan bijak.
Turut hadir, Pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara, Yusri beserta jajaran, Paramita Yulia Nasution, Manajer Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Provinsi Sumatera Utara; perwakilan Bank Sumut; Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Karo, Daut Sembiring, S.STP., MSP, Ketua Yayasan, Kepala Sekolah dan Guru YPK GBKP Masehi Cabang Berastagi; serta para pelajar SD, SMP, dan SMA peserta kegiatan Hari Indonesia Menabung Tahun 2026. (R1)














Komentar