Kronologi Kasus Pembunuhan 4 Anak di Jagakarsa, Pesan Darah ‘Puas Bunda’ hingga Jasad Dijejer

Nasional4398 x Dibaca

Jakarta, Karosatuklik.com – Masyarakat di sekitar kawasan Jalan Kebagusan Raya Jagakarsa, Jakarta Selatan (Jaksel) dihebohkan dengan peristiwa pembunuhan empat anak yang ditemukan berjajar di kasur dalam sebuah kamar kontrakan pada Rabu (6/12/2023). Bagaimana kronologi kasus pembunuhan 4 anak di Jagakarsa ini?

Diduga Panca (P) adalah pelaku pembunuhan. Ia merupakan ayah kandung 4 anak itu yang juga ditemukan terbaring di lantai kamar mandi dengan benda tajam yang menancap di tubuhnya serta beberapa luka sayatan di lengannya.

Kronologi Pembunuhan 4 Anak di Jagakarsa

Keempat anak tersebut pertama kali ditemukan setelah warga sekitar mencium bau tidak sedap dari sebuah rumah yang ditempati keempat anak itu. Bau busuk tersebut membuat beberapa warga penasaran, kemudian beramai-ramai mencari sebabnya.

Yakub, Ketua RT setempat bersama warga lainnya mencari sumber bau yang ternyata mengarah ke sebuah rumah yang ditempati oleh Panca dan keluarganya.

Sesampainya disana, pintu rumah terkunci dan tertutup rapat sehingga tidak bisa dibuka. Yakub kemudian memanggil seorang tukang kunci untuk membantunya membuka rumah tersebut.

Ketika berhasil dibuka, warga dikejutkan dengan temuan beberapa mayat. Saksi mata juga melihat pemilik rumah sudah berlumuran darah di kamar mandi dengan luka sayatan di tangannya dan sebilah pisau yang tertancap pada tubuhnya.

Mayat yang ditemukan diketahui merupakan empat anak Panca, yaitu V (6 tahun), S (4 tahun), A (3 tahun) dan A (1 tahun). Mereka tewas berjajar di atas kasur di dalam kamar. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan Yakub kepada polsek setempat.

“Sekitar pukul 14.50 WIB pihak Polsek Jagakarsa menerima laporan dari masyarakat, terkait adanya bau busuk yang berasal dari rumah ini,” kata Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Ade Ary, Rabu (6/12/2023).

Polisi juga menemukan pesan darah di TKP. Pesan itu diduga ditulis oleh P, yang diperuntukan kepada istrinya yang berinisial D.

“Puas Bunda, Tx for all,” isi pesan darah tersebut di atas keramik rumah.

Olah TKP

Ade mengungkapkan kondisi Panca saat ini masih dalam perawatan di Rumah Sakit Mulia. Sementara untuk istri Panca, D telah dirawat lebih dulu di RSUD Pasar Minggu. Saat ini tim penyidik Polres Metro Jakarta Selatan telah melakukan olah TKP yang dibantu oleh Dokter Forensik.

Berdasarkan keterangan dari pihak kepolisian, sementara ini masih disimpulkan bahwa dugaan pembunuhan terhadap empat anak di dalam kamar sebuah rumah kontrakan tersebut dilakukan oleh Panca atau ayah mereka sendiri.

Marah Besar Tahu Istrinya Selingkuh

Sebelum peristiwa pembunuhan terungkap, Ketua RT sempat bermediasi terkait persoalan rumah tangga Panca dan sang istri yang saat itu tengah bertengkar hebat pada Sabtu (2/12/2023).

Panca mengatakan kepada Yakub, bahwa istrinya telah berselingkuh. Mengetahui hal itu, Panca mengaku marah besar hingga melakukan kekerasan rumah tangga yang menyebabkan istrinya dirawat di rumah sakit. (R1)

Komentar