Memaknai Safari Lebaran Prabowo, Satukan Frekuensi Menuju 2024

Politik837 x Dibaca

Jakarta, Karosatuklik.com – Safari Lebaran yang diadakan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, dengan mendatangi sejumlah tokoh politik sulit untuk diartikan sebatas silaturahmi. Pertemuan Prabowo dengan sejumlah tokoh seperti Megawati dan Khofifah dalam beberapa hari terakhir dianggap upaya menyatukan frekuensi menuju Pemilu 2024.

Pengamat politik dari Universitas Trunojoyo, Madura, Surokim Abdussalam mengatakan pertemuan Prabowo dengan Mega dan Khofifah merupakan upaya mencairkan komunikasi politik menuju pemilu. Dia meyakini pertemuan-pertemuan tersebut dapat membuka koalisi baru pada 2024 mendatang.

“Silaturahim ini jelas strategis untuk Pemilu 2024,” kata Surokim, Jumat (6/5/2022).

Prabowo mengawali safarinya dengan mengunjungi Presiden Jokowi di Yogyakarta, pada hari pertama Lebaran. Pertemuan ini dapat diartikan silaturahmi menteri pertahanan dengan kepala negara.

Selanjutnya Prabowo kembali ke Jakarta menyambangi Megawati di kediamannya sebelum pelesiran ke Jatim bertemu Khofifah. Pertemuan Prabowo dengan Mega, dapat diartikan bertemunya dua petinggi parpol besar yang sarat makna.

Sedangkan pertemuan Prabowo dengan Khofifah, menurut Surokim, dapat diartikan sebagai penjajakan. Dia menilai Khofifah tokoh penting dan berpengalaman dalam kontestasi nasional, dan potensial untuk digandeng pada pemilihan presiden.

Memaknai Safari Lebaran Prabowo, Satukan Frekuensi Menuju 2024

“Apalagi melihat urutan silaturahim Prabowo saat Lebaran ini yang menjadikan Khofifah menjadi prioritas,” ujar Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya Universitas Trunojoyo tersebut.

Sekalipun begitu, dia menilai, pertemuan Prabowo dengan Khofifah terlalu jauh untuk dimaknai sebagai bentuk lamaran menghadapi Pilpres 2024. Dia mengartikan safari yang dilakukan Prabowo lebih condong untuk membangun dan mencairkan komunikasi politik 2024.

“Politik itu selalu dinamis dan segala kemungkinan bisa saja terjadi. Semua itu dimulai dari komunikasi politik yang cair. Saya pikir silaturahim ini sebagai ikhtiar mencairkan kebuntuan-kebuntuan politik yang bisa jadi berbeda selama ini,” katanya.

Secara terpisah, Pengurus DPP PKB Luqman Hakim juga memiliki pandangan serupa. Pertemuan Prabowo-Khofifah tidak dapat diartikan sebatas silaturahmi tetapi dapat diartikan berlangsungnya komunikasi politik.

“Setiap pertemuan tokoh politik, selalu memunculkan spekulasi, termasuk pertemuan Pak Prabowo dengan Bu Khofifah,” ujar Luqman.

Sekjen Gerindra Ahmad Muzani, menegaskan pertemuan Prabowo-Khofifah tidak terkait soal politik. Pertemuan hanya sebatas silaturahmi, karena selain mengunjungi Khofifah, Prabowo juga menemui sejumlah ulama di Jatim.

“Beliau mengambil cutinya dengan bersilaturahmi dengan banyak tokoh di Jatim sekalian,” kata Muzani. (Inilah.com)