oleh

Pak Jokowi, Sampai Kapan Kemacetan Parah Jalan Medan – Berastagi Bisa Diatasi

Kabanjahe, Karosatuklik.com – Dari dapur redaksi karosatuklik.com, Pahlawan no 23 Kabanjahe, , redaksi kembali mengapungkan harapan, yang juga sudah lama menjadi harapan 11 kabupaten /Aceh, mendesaknya pembangunan jalan layang/tol Medan – Berastagi.

Trauma! Begitulah setiap mau melintas di jalan ini. Ancaman kemacetan parah jalan utama Medan – Berastagi belakangan ini tidak sekedar membuat masyarakat resah.

Bahkan kemacetan di jalan yang semakin padat itu mengakibatkan terhambatnya laju perputaran roda perekonomian di daerah itu.

berbadan besar rusak ditengah jalan, longsor maupun pohon tumbang dan akibat laka lantas di jalan nasional Medan-Berastagi sudah teramat sering terjadi mengakibatkan sejumlah pengusaha bus AKDP rugi.

Selain ratusan calon penumpang telantar, kerugian yang dialami perusahaan mencapai ratusan juta rupiah per hari, belum lagi ekspedisi sayur mayur ke pasar induk Medan maupun untuk ekspor ke pelabuhan Belawan, ke Bandara KNIA, pengusaha rugi milyaran rupiah termasuk pengusaha grosir sembako.

Demikian juga setiap ada kemacetan di jalan Medan – Berastagi, tiket pesawat hangus sia-sia bagi warga yang mau berpergian ke luar Medan dengan pesawat sudah lama dikeluhkan.

Baca Juga :  Korupsi Bikin Pertumbuhan Ekonomi Hingga Lapangan Kerja Mampet

Bahkan tidak sedikit warga bemalam di tengah jalan akibat terjebak kemacetan parah.

Bisa dikatakan, jalan Medan – Berastagi sudah darurat macat, selain jalan alternatif semakin dibutuhkan atau pembangunan jalan Tol (bebas hambatan) Medan-Berastagi yang dikonecksikan dengan Bandar Udara Kuala Namu Internasional Air Port (KNIA) sekaligus mendukung program Mebidangro (Medan Binjei Deliserdang dan Karo) semakin dibutuhkan untuk mengantisipasi peningkatan padat volume kendaraan dan rawan macet.

Teranyar, Ruas jalan negara menghubungkan kota Medan-Berastagi Kabupaten Karo lagi-lagi mengalami kemacetan parah Sabtu (3/4/2021) pagi dan Munggu petang (4/4/2021).

Penyebabnya sebuah truk bermuatan kayu terguling di tikungan patah Amoy Desa Bandar Batu Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deliserdang. Sementara biang kemacetan Minggu petang, lagi – lagi akibat kerusakan mobil di tengah jalan.

Diperoleh informasi sejumlah elit nasional, diantaranya sesepuh Partai Ir Akbar Tanjung juga terjebak kemacetan parah sekitar 5 jam ketika mau menghadiri Rapat Kerja Daerah I dan Rapat Pimpinan Daerah I Partai Golkar se di Berastagi, Kabupaten Karo, 2-4 April 2021.

Baca Juga :  Airlangga Optimis Golkar Sumatera Utara Bisa Menjaring 2 Juta Kader

Bukan gagah-gagahan, diyakini pembangunan tol/jalan layang Medan – Berastagi jauh lebih menguntungkan dari segi profit dibandingkan Tebing Tinggi – Parapat.

Selain sentra pertanian utama, objek wisata favorit Sumatera Utara, hasil tambang, dan juga kawasan puncaknya Kota Medan, bisa disimpulkan jalan tol di jalur padat baik siang maupun malam hari sudah sangat layak.

Pasalnya kondisi jalan saat ini sudah tidak memadai lagi. Jalan padat kendaraan, yang dilintasi 11 kabupaten/kota Sumut/Aceh, terutama pada saat akhir pekan dan hari libur besar, bahkan di hari-hari biasa kemacetan jalan sudah menjadi pemandangan biasa. Parahnya lagi, hal ini sudah berlangsung bertahun tahun. Pertanyaanya sekarang, sampai kapan?

Kondisi ruas jalan nasional Jalan Letjen menghubungkan kota Medan dengan sejumlah kabupaten di Provinsi Sumut dan Provinsi Nanggroe Aceh Darusalam (NAD) sudah tidak layak lagi menampung membludaknya kenderaan mengingat volume moda transportasinya semakin padat baik siang maupun malam, baik dari arah Medan ke Berastagi maupun sebaliknya.

Baca Juga :  Resmi Buka Golkar Institute, Airlangga Dorong Kader Golkar Jadi Katalisator Perubahan

Sejumlah titik yang rawan kemacetan di jalan Medan – Berastagi, yakni mulai dari depan Hairos Medan, Kecamatan Pancurbatu, Kecamatan Sibolangit, kilometer 25-26 Desa Sugau, kilometer 27-28, hingga kilometer 48-50 desa Bandar Baru hampir sepanjang jalan kenderaan bergerak lambat.

Selanjutnya, kemacetan jalan di jalur lintas wisata tersebut, semakin parah hingga mendekati kota wisata Berastagi, mulai dari desa Daulu Pasar dengan Desa Toungkeh hingga Desa Dolat Rayat Kecamatan Dolat Rayat dan Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo.

Setiap kemacetan yang terjadi di jalur ekstrim dan berliku liku ini, banyak warga menumpahkan kekesalannya di ruang-ruang media sosial.

Wajar dan lumrah ketika rakyat melontarkan pertanyaan reflektif, Pak sampai kapan kemacetan di jalan Letjen Djamin Ginting Medan – Berastagi bisa diatasi. (R1)

Suka dengan tulisan ini? Yuk, Bagikan!

Komentar

Topik Terkait