Rakor Kecamatan Tigapanah, Bupati Cory Sebayang Tekankan Sinergitas dan Kolaborasi Tangani Stunting

Karo1697 x Dibaca

Tigapanah, Karosatuklik.com – Bupati Karo, Cory Sriwaty Sebayang, hadiri Rapat Koordinasi Pemerintahan Kecamatan Tigapanah yang berlangsung di Pantai Robbi, Desa Kutabale, Kecamatan Tigapanah Kamis (06/06/2024).

Rapat koordinasi ini menjadi wadah bagi para Kepala Desa dan Ketua PKK Desa se-Kecamatan Tigapanah untuk memberikan masukan dan usulan terkait permasalahan yang dihadapi oleh desa masing-masing kepada Bupati Karo.

Dalam rapat koordinasi tersebut, Bupati mendorong agar pemerintah desa, kecamatan, dan kabupaten saling bersinergi, kompak dan berkolaborasi erat untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Karo, khususnya Kecamatan Tigapanah sehingga menghasilkan langkah-langkah konkret yang memberi dampak positif dan produktif bagi masyarakat secara keseluruhan.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan di desa dan menghimbau agar setiap desa mencegah peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan upaya pencegahan yang tepat.

“Bersama-sama kita harus menjaga kebersihan lingkungan dan menggalakkan spirit gotong royong sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan. Penting saya sampaikan bahwa kita harus bersama-sama mencegah penularan demam berdarah, dimana dalam tahun ini mengalami peningkatan, tetap waspada, dan rutin melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk,” tuturnya.

Bupati juga meminta kerjasama dari para kepala desa dan Ketua PKK Desa dalam upaya pencegahan dan penanggulangan stunting dengan kerja-kerja yang konkret dan detail, merumuskan solusi yang tepat sasaran berdasarkan kondisi desa masing-masing.

Orang nomor satu di Pemerintah Kabupaten Karo ini pun meminta agar TPPS di tingkat desa harus lebih aktif untuk melakukan pendampingan kepada masyarakat.

Selain itu, pihaknya juga meminta Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di tingkat kecamatan untuk bisa memfasilitasi desa dalam menyiapkan rancangan anggaran untuk penanganan stunting.

Ia menekankan, TPPS harus fokus pada pendampingan ibu hamil dan balita. “Tolong fokus pada ibu hamil dan balita, ibu hamil dan balita ini harus terpenuhi kebutuhan gizinya,” tandasnya.

“Ada beberapa kendala dalam pelaksanaan TPPS ini, perencanaan program kegiatan belum sesuai dengan penyebab masalah stunting, belum optimalnya pelaksanaan pembinaan dan pengawasan percepatan penurunan stunting, belum maksimalnya pelaporan pelaksanaan program, belum maksimalnya penyediaan data cakupan pelayanan, kecamatan dan desa yang belum memahami fungsi TPPS dan belum optimalnya partisipasi masyarakat,” jelasnya.

“Dengan kerjasama dari para kepala desa, Ketua PKK Desa serta TPPS dan semua pihak dalam upaya pencegahan dan penanggulangan stunting dengan kerja-kerja yang konkret dan detail, merumuskan solusi yang tepat sasaran berdasarkan kondisi desa masing-masing, kita yakin semua masalah dan kendala, bisa diatasi,” pungkas Bupati. (R1)

Komentar