oleh

Resmikan Gereja Oikumene SPN Hinai, Kapolda Sumut : Untuk Melahirkan SDM Polri yang Harmoni dan Bertoleran

-Sumut-59 x Dibaca

Medan, Karosatuklik.com – Pembangunan Gereja Oikumene yang berada di Polisi Negara (SPN) Hinai, Kabupaten Langkat, telah selesai dikerjakan dan diresmikan, Senin (22/2/2021).

Peresmian Gereja Oikumene SPN Hinai itu pun ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Irjen Pol didampingi Bupati Langkat Terbit Rencana Peranginangin, Waka Brigjen Pol Dadang Hartanto, Ketua DPRD Langkat serta Para PJU Polda Sumut.

Usai menandatangi prasasti, Kapolda Sumut melakukan pemotongan pita dan dilanjutkan melihat bangunan Gereja Oikumene SPN Hinai yang telah selesai proses pembangunannya.

Di mana, Gereja Oikumene mampu menampung sebanyak 350 jemaah.

Resmikan Gereja Oikumene SPN Hinai, Kapolda Sumut : Untuk Melahirkan SDM Polri yang Harmoni dan Bertoleran

Martuani mengatakan, pembangunan Gereja Oikumene bertujuan melengkapi sarana dan prasana ibadah di Sekolah Polisi Negara Hinai yang sebelumnya juga telah diresmikan Masjid Al Fathonah.

“Pembangunan rumah ibadah ini membentuk siswa seutuhnya yang menjunjung toleransi. Karena SDM Polri di SPN Hinai untuk Indonesia bukan untuk siapa-siapa. Dari sini muncul SDM yang bertoleran,” katanya.

Baca Juga :  Kapolda Sumut dan Pangdam I/BB Mengikuti Rapim TNI-Polri Tahun 2021 Secara Virtual

Martuani mengungkapkan, dirinya sengaja mendirikan gereja di berhadapan dengan rumah mesjid.

Di mana, kedua rumah ibadah itu posisinya di halaman depan SPN Hinai Poldasu.

“Siapapun yang datang langsung melihat situasi yang harmoni dan toleran serta menjadi spirit untuk anggota dan masyarakat,” ungkapnya sembari menambahkan dibangunnya Gereja Oikumene berhadapan dengan Masjid Al Fathonah di SPN Hinai menunjukan kebhinekaan.

Resmikan Gereja Oikumene SPN Hinai, Kapolda Sumut : Untuk Melahirkan SDM Polri yang Harmoni dan Bertoleran

Untuk itu saya mengajak seluruh personil, siswa bintara maupun masyarakat untuk beribadah dengan keyakinan masing-masing.

“Tanpa ada menjelekkan, menyinggung dan menginterfensi agama lain. Itulah maknanya gereja ini dibangun di depan halaman,” pungkas jenderal bintang dua tersebut. (R1)

Suka dengan tulisan ini? Yuk, Bagikan!

Komentar

Topik Terkait