Sebut Jokowi Pekerja Keras, Prabowo: Saya Mantan Jenderal Saja Kewalahan Ikut Beliau

Nasional1413 x Dibaca

Jakarta, Karosatuklik.com – Calon presiden (capres) nomor urut 02, Prabowo Subianto menyebut Presiden Joko Widodo atau Jokowi merupakan sosok yang pekerja keras dan jarang beristirahat. Bahkan, Prabowo yang merupakan mantan jenderal mengaku kewalahan apabila mengikuti rangkaian kegiatan Jokowi.

“Saya saksi dari dekat, saya melihat Pak Jokowi orang yang pekerja keras. Tidak ada istirahatnya. Saya kewalahan ikut beliau, padahal saya ini mantan Kopassus, mantan Jenderal,” ucap Prabowo saat kampanye akbar di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (9/2/2024).

Karena itu, dia heran ada pihak yang mengatakan Jokowi tak bisa bekerja. Prabowo menuturkan seharusnya masyarakat sudah bisa melihat pembangunan maupun kebijakan yang dikerjakan Jokowi selama hampir 10 tahun menjabat presiden.

“Tapi ada yang mengatakan ‘Oh Pak Jokowi enggak bisa kerja’. Bagaimana kita menjawabnya orang seperti itu? Sorry yee. Emang lo siape?,” ujarnya.

“Hanya orang yang buta hatinya yang tidak bisa melihat apa yang sudah dikerjakan oleh Pak Jokowi,” sambung Prabowo Subianto.

Klarifikasi Ahok

Sebelumnya, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok memberikan klarifikasi terkait ucapannya soal Joko Widodo (Jokowi) dianggap tidak bisa kerja, dalam video yang beredar di media sosial. Ahok menegaskan video tersebut dipotong dan tidak utuh konteksnya.

Mantan pendamping Jokowi saat menjadi kepala daerah di DKI Jakarta itu menjelaskan bahwa frase “Jokowi tidak bisa kerja” dimaksudkan ketika sudah tidak menjabat sebagai presiden RI.

“Itu konteksnya dipotong, seolah-olah saya bilang Pak Jokowi enggak bisa kerja,” kata Ahok di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Rabu malam (7/2/2024), dikutip dari Antara.

Awal Mula Ahok Bilang Jokowi Tak Bisa Kerja

Akibat potongan video yang beredar di media sosial itu, orang jadi memahami tidak sesuai konteks.

Mantan gubernur penerus Jokowi di DKI Jakarta itu menceritakan situasi yang sesungguhnya terjadi dalam video tersebut. Saat itu, kata Ahok, ada seorang nenek berusia 82 tahun bertanya kepada dirinya akan memilih siapa pada Pilpres 2024.

Ahok pun menjawab akan memilih pasangan calon nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD, sedangkan nenek itu mengatakan akan mencoblos pasangan calon nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

“Namun, saya bilang, sorry saya pilih Pak Ganjar. Nggak mungkin dong saya jelasin Nawacita kepada nenek itu yang umurnya sudah 82 tahun, apalagi (dia keturunan) Tionghoa,” kata Ahok.

Lalu, Ahok menyampaikan kepada nenek itu secara sederhana bahwa Presiden Jokowi sudah bekerja menjadi presiden selama 10 tahun.

Ahok Sebut Gibran Tak Bisa Lanjutkan Nawacita

Sehingga, program kerja Nawacita yang diusung Jokowi sejak Pilpres 2014 itu perlu dilanjutkan lagi oleh yang memang memulai itu, yakni pasangan calon usungan PDI Perjuangan.

Tetapi, nenek itu tetap menganggap bahwa Gibran, yang merupakan anak sulung Jokowi sekaligus wali kota Surakarta, juga bagus bekerja.

“Saya tanya, memang Gibran bisa kerja? Dia (calon) wakil presiden mana bisa ngurusin Nawacita sih? Inikan yang berkuasa nanti Prabowo kalau terpilih. Ya, saya bilang, apa Pak Jokowi bisa kerja? Maksudnya, kalau Pak Jokowi sudah nggak jadi presiden, memangnya dia bisa kerjain program Nawacita? Nah, inilah saya bilang tadi, konteksnya dipotong,” jelas Ahok.

Dia pun mengaku masih waras jika ingin menyerang Jokowi.

“Saya tidak bego-bego amatlah jika menyerang seperti itu. Masa saya bilang Jokowi tidak bisa kerja gitu di depan umum,” ujarnya. (Liputan6.com)

Komentar