Tigabinanga, Karosatuklik.com– Bupati Karo ,Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG, M.Kes yang diwakili Wakil Bupati, Komando Tarigan SP, menghadiri rangkaian perayaan Pesta Budaya “Kerja Tahun” di empat desa di Kecamatan Tigabinanga, yakni Desa Pergendangen, Desa Kutabangun, Desa Kuala, dan Desa Perbesi, Sabtu (27/6/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Karo, Gelora Kurnia Putra Ginting, S.STP, MM, serta Ketua DPRD Karo, Iriani Br Tarigan, beserta beberapa kepala OPD Pemkab Karo
Kehadiran jajaran pemerintah daerah merupakan bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya dan tradisi masyarakat Karo yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Bupati Karo ,Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG, M.Kes yang diwakili Wakil Bupati, Komando Tarigan SP, menyampaikan rasa bangganya bisa berkumpul dan hadir bersama di tengah-tengah masyarakat merayakan Pesta Budaya “Kerja Tahun”.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Karo, Wakil Bupati menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh masyarakat yang melaksanakan perayaan Kerja Tahun warisan leluhur Karo yang sudah turun temurun tetap dilaksanakan,” ujarnya.
Ia mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan, semangat gotong royong, serta melestarikan adat dan budaya sebagai identitas daerah.
Perayaan Kerja Tahun tidak hanya menjadi ungkapan rasa syukur atas hasil panen dan rezeki yang diterima, tetapi juga menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antarwarga, memperkuat kebersamaan, serta mendorong pelestarian nilai-nilai budaya Karo.
Menurut Wakil Bupati, Komando Tarigan, Kerja Tahun adalah simbol kedaulatan pangan masyarakat agraris. “Upacara ini menjadi perwujudan rasa syukur atas hasil panen dan keberhasilan sektor pertanian yang menjadi tumpuan utama ketahanan pangan,” ucapnya.
Pesta budaya tahunan ini sangat erat kaitannya dengan penghormatan terhadap alam dan kerja keras para petani, mirip dengan filosofi di balik peringatan seperti Hari Krida Pertanian yang dirayakan setiap 21 Juni.
Tradisi Kerja Tahun merepresentasikan ketahanan melalui berbagai aspek:

- Ketahanan Pangan: Sebagai wujud rasa syukur atas hasil panen dan doa agar terhindar dari hama, memastikan ketersediaan pangan dan kemakmuran masyarakat suku Karo sepanjang tahun.
- Ketahanan Sosial: Menjadi sarana mempererat silaturahmi. Momen ini dikenal sebagai waktu “pulang kampung” Mburo Ate Tedeh bagi perantau Karo, menyatukan seluruh elemen masyarakat tanpa memandang status atau latar belakang.
- Ketahanan Ekologis: Merupakan wujud kearifan lokal dalam menjaga alam, di mana masyarakat diajarkan untuk menghargai bumi dan mengelola lahan pertanian secara bijak dan berkelanjutan.
Pelaksanaan Kerja Tahun umumnya dimeriahkan dengan ritual kebersamaan dan kesenian tradisional seperti “Gendang Guro-guro Aron” (Landek/Menari Bersama).
Kerja Tahun, salah satu tradisi yang sudah mengakar kuat dalam budaya suku Karo. Tradisi tersebut merupakan identitas budaya yang telah diwariskan turun-temurun. Kerja Tahun bukan sekadar perayaan syukur, tetapi juga tradisi yang mempererat persaudaraan antar keluarga.
Kekayaan Budaya yang Memperkuat Jati Diri Masyarakat Karo

Tradisi ini diselenggarakan setiap tahun, mengikuti kesepakatan desa serta kalender adat. Biasanya dilaksanakan setelah masa panen sebagai ungkapan terima kasih kepada Dibata (Tuhan Yang Maha Esa) atas hasil bumi dan berkat yang diterima masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Karo berharap tradisi Kerja Tahun dapat terus dilestarikan sebagai kekayaan budaya yang memperkuat jati diri masyarakat sekaligus menjadi daya tarik budaya dan pariwisata Kabupaten Karo.
Menurut salah seorang warga desa Perbesi, Acip Sebayang (55), Kerja Tahun bukan hanya pesta. Ini adalah cara kami memperbarui hubungan adat dan menyampaikan syukur kepada Dibata, Pencipta Alam Semesta, tuturnya kepada Jurnalis Liputan Budaya, Karosatuklik.com.
“Selama tradisi ini hidup, identitas Karo tetap berdiri kuat. Kami bangga karena kerja tahun terus menjadi pemersatu warga.” ujarnya.
Puncak acara selalu menjadi momen yang paling dinantikan. Landek bersama-sama semakin menghidupkan suasana ketika para anak muda desa bersama tamu undangan turut meramaikan panggung.
Semangat kebersamaan dan nilai leluhur yang terkandung membuat Pesta Budaya Kerja Tahun terus hidup menjadi pilar budaya Suku Karo.
Tradisi yang tidak hanya bertahan hingga kini, tetapi juga semakin dikenal luas sebagai warisan budaya suku Karo yang sarat makna dan nilai-nilai sakral budaya. (R1)













Komentar