Desak Made Rita Raih Emas Keenam Indonesia di Asian Games

Sport4128 x Dibaca

Hangzhou, Karosatuklik.com – Indonesia kembali meraih medali emas pada pertandingan Asian Games Hangzhou, Selasa (3/10/2023).

Emas keenam Merah Putih dipersembahkan Desak Made Rita Kusuma Dewi lewat panjat tebing speed putri di Shaoxing Keqiao Yangshan Sport Climbing Centre.

Desak menjalani pertandingan final yang ketat melawan Deng Lijuan sebelum mencatatkan waktu 6,364 detik di jalur A, yang mengalahkan 6,435 detik milik wakil China pemegang rekor Asia itu.

Sebelum menjalani putaran final, Desak memecahkan rekor Asian Games setelah mencatatkan waktu 6,600 detik pada babak kualifikasi, mengalahkan rekor sebelumnya yang dibuat oleh Aries Susanti Rahayu yaitu 7,61 detik di Asian Games 2018 Jakarta-Palembang.

Torehan itu menjadikan Desak sebagai penantang utama perebutan medali.

Di heat 1 babak 16 besar, Desak hanya perlu melaju 6,789 detik mencapai puncak untuk mengalahkan wakil Mongolia Selenge Nyamdoo yang tertinggal jauh dengan 13,957 detik.

Atlet 22 tahun asal Bali itu menunjukkan konsistensinya dan ketika di perempat final ia mengalahkan Nooh Heju asal Korea Selatan dengan catatan 6,703 detik dan dinanti oleh wakil China Niu Di untuk perebutan tiket ke final.

Medali perunggu juga jadi milik Indonesia lewat Rajiah Sallsabillah dengan catatan 6,879 detik, mengalahkan wakil China lainnya Niu Di yang gagal menyelesaikan lomba.

Rajiah juga tak kalah impresifnya setelah pada heat 7 ia dengan 7,071 detik mengalahkan wakil India Shivpreet Pannu dengan margin hampir tiga detik.

Di perempat final atlet asal Banten itu bersaing ketat dengan Jeong Jimin, namun wakil Korea itu terpeleset dan mendapati lawannya menyentuh finis terlebih dahulu dengan catatan 6,773 detik dan telah dinanti Deng Lijuan.

Desak terlebih dahulu mendapatkan tiket final setelah mengalahkan Niu Di dengan catatan 6,522 detik, dibanding 6,837 detik dari sang wakil tuan rumah.

Sementara, Rajiah bersaing ketat dengan lawannya di semifinal, namun wakil Indonesia itu harus tersingkir dari perebutan medali emas setelah Deng Lijuan finis 6,523 detik yang mengalahkan 6,661 detik milik Rajiah.

Rajiah gagal menyusul rekan senegaranya ke final, namun harus puas membawa perunggu untuk Indonesia.

Klasemen Indonesia di Asian Games: Naik ke Peringkat 12, Target Emas Belum Tercapai

Atlet panjat tebing speed putri Indonesia Desak Made Rita Kusuma Dewi dalam IFSC Climbing World Championships 2023 di Bern, Swiss, Agustus 2023. Dok. IFSC

Kontingen Indonesia di Asian Games 2022 di Hangzhou, China, berjuang keras untuk memenuhi target yang telah ditetapkan. Setelah mengalami hari tanpa medali pada Senin (2/10), tim Merah Putih berhasil memperbaiki peringkatnya pada Selasa (3/10/2023) dengan meraih dua medali emas dan dua perunggu.

Dengan tambahan ini, total perolehan medali Indonesia kini menjadi 6 emas, 3 perak, dan 13 perunggu. Meski berhasil naik ke peringkat 12, Indonesia masih jauh dari target Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk menempati peringkat 12 dengan 12 medali emas.

Dalam konteks regional, Indonesia masih unggul atas negara-negara Asia Tenggara lainnya seperti Singapura, Malaysia, dan Vietnam. Namun, masih kalah dari Thailand yang menempati peringkat 7.

Tambahan empat medali pada hari ini berasal dari cabang angkat besi dan panjat tebing. Rahmat Erwin Abdullah meraih emas di angkat besi kelas 73kg, sementara Desak Made Rita Kusuma Dewi memenangkan emas di panjat tebing nomor speed putri. Dua medali perunggu juga datang dari panjat tebing, diraih oleh Rajiah Sallsabillah dan Veddriq Leonardo.

Namun, berita kurang menggembirakan datang dari cabang kano. Pasangan Riska Andriyani dan Nur Meni gagal meraih medali perunggu di nomor kano 200 meter ganda putri, harus puas finis di posisi keempat.

Di cabang bulu tangkis, sejumlah atlet Indonesia berhasil maju ke babak 16 besar, termasuk Anthony Sinisuka Ginting, Gregoria Mariska Tunjung, dan Putri Kusuma Wardhani.

Dengan beberapa hari lagi hingga penutupan Asian Games 2022, kontingen Indonesia masih memiliki peluang untuk memenuhi atau bahkan melampaui target yang telah ditetapkan. Namun, tantangan masih cukup berat, terutama dengan dominasi China dan persaingan ketat antara Jepang dan Korea Selatan di papan atas klasemen. (Inilah.com)

Komentar