Dirjen KI Beri Kesempatan Bagi Kanwil Kemenkumham Terbaik untuk Mendapatkan Pelatihan di Luar Negeri

Nasional635 x Dibaca

Jakarta, Karosatuklik.com – Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual (Dirjen KI) Min Usihen memberikan apresiasi kepada Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumham) di seluruh Indonesia atas capaiannya dalam menyelesaikan target kinerja di bidang kekayaan intelektual (KI).

Hal tersebut disampaikannya saat memberikan arahan dalam acara Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Program Penegakan dan Pelayanan Hukum Bidang KI dengan Kanwil Kemenkumham Tahun 2023 pada Jumat, 27 Oktober 2023 di Hotel Shangri-La Jakarta.

Min mengungkapkan bahwa pada tahun 2023 seluruh Kanwil Kemenkumham berhasil melaksanakan program KI di wilayah sesuai target yang ditetapkan dengan nilai yang memuaskan.

“Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) melaksanakan evaluasi kinerja program KI di wilayah untuk periode sampai triwulan ketiga, secara umum teman-teman kanwil telah mencapai kinerja sesuai target yang ditetapkan dengan nilai yang memuaskan. Saya tidak berani menyatakan sempurna, karena tidak ada yang sempurna, tetapi luar biasa,” ungkapnya.

Tidak hanya mengapresiasi, Dirjen KI Min Usihen juga akan memberikan kesempatan bagi Kanwil Kemenkumham terbaik untuk mengikuti kegiatan dan pelatihan di luar negeri.

“Untuk menjadi yang terbaik memang perlu effort, kerja keras dan perlu kerja sama dengan seluruh jajaran di Kantor Wilayah dan stakeholder. Kami memberikan apresiasi tidak hanya sebatas piagam penghargaan saja, tetapi prestasi kinerja yang sudah bapak ibu lakukan, DJKI akan memberikan kesempatan bagi Kanwil terbaik untuk mengikuti kegiatan dan pelatihan di luar negeri,” ucapnya.

Capaian-capaian Kanwil Kemenkumham terkait target kinerja di bidang kekayaan intelektual diantaranya adalah

Pertama, mendorong pertumbuhan permohonan merek One Village One Brand (OVOB) dan indikasi geografis (IG) di wilayah melalui kerjasama Pemerintah Daerah, para pemangku kepentingan terkait, dan masyarakat pelindungan IG (MPIG) dalam bentuk Mobile IP Clinic.

Hasilnya, terdapat 99 merek kolektif yang diajukan permohonan pendaftaran.

Kedua, pelaksanaan Mobile IP Clinic (MIC) atau Klinik Kekayaan Intelektual Bergerak.

Pelaksanaan program ini berhasil terlaksana sebanyak 49 kali dengan 13.976 orang terdiseminasi dan menghimpun 820 permohonan KI selama penyelenggaraan MIC berlangsung.

Program MIC juga berhasil mewujudkan layanan KI melalui kerja sama dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Daerah dalam bentuk Mal Pelayanan Publik (MPP) sebanyak 39 Loket KI pada 16 wilayah dan 9 sentra KI pada Perguruan Tinggi.

Ketiga, persiapan pencanangan Kawasan Karya Cipta (KCC) 2024 dengan Aksi Inventarisasi Komunitas Seni, Pekerja Seni, Konten Kreator, Penulis Buku.

Dengan pelaksanaan target kinerja ini menghasilkan 74 kandidat KCC yang sebelumnya telah diinventarisir pada 33 wilayah di Indonesia.

Keempat, menyelenggarakan kegiatan konsultasi teknis terkait pemanfaatan informasi paten bagi kalangan Perguruan Tinggi serta Lembaga Penelitian dan Pengembangan.

Kegiatan ini bertujuan agar para peneliti tidak melakukan pengulangan riset, mencegah pelanggaran paten yang sudah ada, serta menentukan patentabilitas suatu penelitian yang dilakukan.

Kelima, Sertifikasi pusat Perbelanjaan Berbasis KI.

Target kinerja ini ditujukan agar setiap Kanwil Kemenkumham dapat melakukan pemetaan terhadap wilayah yang masih banyak melanggar KI. Hal ini diharapkan dapat meminimialisir pelanggaran KI yang terjadi di tengah masyarakat.

Pada kesempatan ini, Dirjen KI Min Usihen meminta dukungan Kanwil Kemenkumham untuk mensukseskan tahun 2024 sebagai tahun Indikasi Geografis melalui program dan kegiatan yang telah ditetapkan.

Adapun target kinerja di bidang KI yang diampu oleh Kanwil Kemenkumham pada tahun 2024 adalah sebagai berikut:

1. Mempercepat pertumbuhan permohonan IG dan Merek Kolektif/ OVOB di wilayah melalui kerjasama Pemerintah Daerah, para pemangku kepentingan terkait, dan MPIG.

Dengan kriteria keberhasilan yaitu, minimal satu permohonan baru dan penyelesaian
permohonan IG dalam proses, serta tiga permohonan merek kolektif.

2. Kolaborasi dalam memberikan layanan KI di daerah dengan para pemangku kepentingan terkait untuk menyebarluaskan pemahaman potensi dan meningkatkan permohonan KI di wilayah.

Dengan kriteria keberhasilan adalah peningkatan pemahaman, potensi dan
permohonan KI dan peningkatan KI komunal yang bernilai ekonomi.

3. Meningkatkan permohonan desain industri dalam negeri melalui inventarisasi Data Potensi Desain Industri di 33 Provinsi.

4. Meningkatkan Jumlah Permohonan Paten Dalam Negeri melalui pendampingan spesifik para pemangku kepentingan terkait paten

Dengan kriteria keberhasilannya yaitu peningkatan pemahaman terkait pendaftaran paten dan penelusuran dokumen paten sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

5. Meningkatkan Pemahaman Kesadaran Masyarakat, Pemangku Kepentingan Terkait dan Aparat Penegak Hukum atas pentingnya Pelindungan KI.

Melalui target kinerja di bidang KI untuk tahun 2024 ini dapat dijalankan Kanwil Kemenkumham dengan semangat berkompetisi secara positif dan memberikan pengabdian dan kinerja terbaik bagi layanan KI.

“Kami berharap agar seluruh elemen dan komponen baik dari jajaran DJKI maupun Kantor Wilayah pencapaian program dan target kinerja di bidang Kekayaan Intelektual di tahun mendatang,” pungkasnya. (R1)

Komentar