Kapolda Sumut: Jangan Tunggu Sinabung Meletus, Mitigasi dan Kesiapsiagaan Harus Diperkuat

Karo2357 Dilihat

Simpang Empat, Karosatuklik.com — Bupati Karo, Brigjen. Pol. (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG, M.Kes, bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Karo mengikuti rapat pembahasan langkah-langkah mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana erupsi Gunung Sinabung bersama Kapolda Sumatera Utara, Irjen. Pol. Whisnu Hermawan Februanto, SIK, MH beserta jajaran, di Kantor PVMBG Desa Ndokum Siroga, Kecamatan Simpang Empat, Selasa (1/9/2026).

Rapat tersebut membahas berbagai langkah strategis dalam mengantisipasi dampak peningkatan aktivitas Gunung Sinabung, termasuk kesiapan personel, jalur dan lokasi pengungsian, penanganan masyarakat terdampak, penyediaan logistik, pelayanan kesehatan, serta koordinasi lintas instansi.

Bupati Karo menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam menghadapi potensi bencana. Oleh karena itu, seluruh unsur pemerintah daerah bersama TNI, Polri, BPBD, dan instansi terkait terus memperkuat koordinasi serta memastikan langkah-langkah mitigasi dapat dilaksanakan secara cepat, tepat, dan terpadu.

Dalam rapat tersebut, Kapolda Sumatera Utara Irjen. Pol. Whisnu Hermawan Februanto, bersama jajaran turut memberikan perhatian terhadap kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi kemungkinan dampak erupsi.

Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan dinilai menjadi faktor penting dalam menjamin keamanan dan keselamatan masyarakat.

Usai melaksanakan rapat koordinasi, Bupati Karo bersama Kapolda Sumatera Utara dan Forkopimda melanjutkan kegiatan dengan mengunjungi Pos Darurat Tigakicat.

Dalam kesempatan tersebut, rombongan menyerahkan paket perlengkapan untuk personil yang bertugas di posko darurat.

Penyerahan bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak, sekaligus memastikan kesiapan penanganan pengungsi dan kebutuhan logistik tetap terpenuhi.

Melalui rangkaian kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Karo bersama Forkopimda berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas Gunung Sinabung dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai kondisi di lapangan.

Masyarakat juga diimbau untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta mematuhi seluruh arahan dan rekomendasi dari pemerintah dan pihak berwenang demi keselamatan bersama.

Hadir juga dalam pertemuan itu Kapolres Karo AKBP Andi Haloho, Dandim 0205/TK Letkol Robert Panjaitan, Ketua DPRD Karo, Iriani Br Tarigan, Wakil Bupati Komando Tarigan dan Sekda Karo Gelora Putra Ginting.

Kapolda Sumut: Jangan Tunggu Sinabung Meletus, Mitigasi Harus Disiapkan

Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto meminta seluruh unsur terkait tidak menunggu terjadinya erupsi besar Gunung Sinabung untuk melakukan penanganan, tetapi menyiapkan mitigasi dan evakuasi sejak dini guna mencegah jatuhnya korban jiwa.

“Jangan tunggu meletus baru siap-siap. Sejak hari ini langkah cepat, efektif, dan efisien sudah berjalan,” kata Kapolda saat melakukan kunjungan ke Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Sinabung, Kabupaten Karo, Selasa (1/9/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Kapolda Whisnu yang didampingi Wakapolda Brigjen Pol. Naek Pamen Simanjuntak dan sejumlah PJU Poldasu memantau perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Sinabung sekaligus memimpin rapat koordinasi penanggulangan bencana bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Karo.

Kapolda mendapat paparan perkembangan aktivitas Gunung Sinabung, baik secara visual maupun berdasarkan data kegempaan, dari Kepala PPGA Sinabung Armen Putra.

Menurut Irjen Whisnu, aktivitas Gunung Sinabung masih bersifat dinamis sehingga seluruh unsur harus memiliki kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan terjadinya erupsi susulan maupun peningkatan aktivitas vulkanik.

“Aktivitas Sinabung ini sifatnya sangat dinamis. Kapan erupsi susulan terjadi tidak ada yang tahu. Karena itu, kita siapkan simulasi dan mitigasi sejak awal,” ujarnya.

Untuk mendukung kesiapsiagaan tersebut, Polda Sumut telah menyiagakan 172 personel gabungan dari Satuan Brimob dan Direktorat Samapta yang memiliki kualifikasi penanganan bencana alam.

Selain personel, Polda Sumut juga menyiapkan dukungan dapur lapangan dan kebutuhan penanganan darurat lainnya. Kapolres Karo dan Dandim 0205/TK diperintahkan untuk terus melakukan pelatihan serta simulasi evakuasi mandiri bersama masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak.

“Kami dari Polda Sumut dan Kodam I/BB mempersiapkan bantuan sepenuhnya kepada Pemda Karo. Apabila terjadi erupsi yang lebih besar, pimpinan daerah bersama TNI-Polri akan bergerak cepat agar tidak ada korban jiwa,” katanya.

Pemkab Karo Siapkan Skema Evakuasi

Sementara itu, Bupati Karo, Antonius Ginting mengatakan pemerintah daerah bersama BPBD, TNI-Polri dan relawan telah menyiapkan sejumlah langkah untuk menghadapi dampak peningkatan aktivitas Gunung Sinabung.

Langkah tersebut antara lain melakukan penyiraman ruas jalan yang terdampak abu vulkanik di wilayah Kecamatan Berastagi, termasuk Jalan Veteran dan Jalan Jamin Ginting, untuk mengurangi paparan abu yang mengganggu aktivitas masyarakat.

Pemkab Karo juga telah menyalurkan 15.000 masker bantuan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara kepada masyarakat di wilayah terdampak abu vulkanik, termasuk Kota Berastagi dan Kecamatan Dolat Rakyat.

Di sektor pendidikan, Pemkab Karo menghentikan sementara pembelajaran tatap muka selama dua hari sekaligus menyiapkan skema belajar dari rumah bagi sekolah yang berada di wilayah berisiko.

Sekolah yang terdampak kebijakan tersebut antara lain SD 85 dan SD 86 Guru Kinayan, SD 83 dan SD 84 Payung, SD 75 Tiga Seringgid di Kuta Tengah, serta SMP Negeri 1 Atap 2 Payung.

Antonius mengatakan Pemkab Karo juga telah menyiapkan skema evakuasi apabila status Gunung Sinabung meningkat dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).

“Berdasarkan analisis Badan Geologi, terdapat dua desa utama di radius sektoral yang akan dievakuasi, yaitu Desa Payung, Kecamatan Payung, yang diungsikan ke Jambur Desa Batukarangg, serta Desa Kuta Tengah, Kecamatan Simpang Empat, yang diungsikan ke Jambur Desa Sukatepu dan area Koperasi Desa Merah Putih,” katanya.

Menurut Antonius, pemerintah daerah terus melakukan sosialisasi dan pendekatan persuasif kepada masyarakat, termasuk kepada warga yang masih enggan mengungsi karena aktivitas erupsi yang dinilai masih berfluktuasi.

Pemkab Karo bersama Forkopimda, kata dia, terus memastikan kesiapan masyarakat dan fasilitas pendukung sebagai bagian dari upaya menghadapi kemungkinan erupsi susulan.

Saat ini, satu posko utama dan armada dapur umum telah disiagakan di lapangan. Sejumlah lokasi pendukung juga tengah dipersiapkan melalui koordinasi dengan BPBD Sumatera Utara dan Kementerian Sosial.

“Kami memastikan fasilitas dasar dan kebutuhan penanganan darurat siap digunakan kapan saja apabila harus dilakukan evakuasi dalam skala lebih besar,” ujar Antonius Ginting. (R1)

Bagikan Ke :

Komentar