Kunjungi Situs Sejarah Mata Air Sisingamangaraja XII, Danrem 023/KS, Kolonel Inf. Iwan Budiarso: Mari Kita Rawat dan Jaga

Pakpak Bharat, Sumut2367 Dilihat

Salak, Karosatuklik.com – Komandan Korem 023/KS, Kolonel Inf. Iwan Budiarso mengunjungi situs sejarah Mata Air Sisingamangaraja XII di Desa Salak II, Salak, Kabupaten Pakpak Bharat, Jumat (25/9/2026).

Turut hadir Sekretaris Daerah (Sekda) Pakpak Bharat, Jalan Berutu, S.Pd, MM dan Komandan Kodim 0206/Dairi, Letkol Arm. Denni Andika Wardana, SH, MIP yang mendampinginya, Iwan melihat langsung mata air yang memiliki nilai sejarah yang sangat erat dengan perjuangan Sisingamangaraja.

“Dulu beliau, Raja Sisingamangaraja melewati daerah ini dalam perjalanannya dari dan menuju wilayah Klasen. Konon dia beristirahat di sini, menancapkan tongkatnya yang kemudian dari bekas tongkat itu keluarlah mata air yang ada sampai hari ini,” jelas Sekda Jalan Berutu.

“Kami berharap mata air ini tidak hanya menjadi simbol sejarah, tetapi juga destinasi edukasi dan wisata budaya. Anak-anak kita harus tahu bahwa di tanah ini pernah berdiri seorang pejuang besar yang namanya harum hingga kini,” katanya.

Menjaga Situs Warisan Sejarah

Menyikapi penjelasan Sekda, Kolonel Inf. Iwan Budiarso berpesan agar menjaga situs warisan sejarah ini, sebagai pengingat bahwa perjuangan memerdekakan bangsa ini adalah sebuah perjuangan panjang dan lama.

“Mata air ini adalah pengingat bahwa perjuangan bangsa kita adalah perjalanan panjang, penuh penderitaan, dan pengorbanan. Sisingamangaraja XII harus bergerilya, berpindah dari satu wilayah ke wilayah lain, terus dikejar Belanda, namun tidak pernah menyerah,” ujarnya.

“Seorang Raja Sisingamangaraja bahkan harus berkelana dan bergerilya ke berbagai wilayah, menderita dan terus dikejar-kejar Belanda yang menjadi musuh utamanya,” ucapnya.

Diketahui Sisingamangaraja XII pernah menjadikan tanah Simsim sebagai basis perjuangannya. Membangun benteng pertahanan di desa Traju yang masih bisa dilihat hingga hari ini. Dari tempat ini dia bergerak mengkoordinir perjuangan melawan Belanda di dearah Tapanuli, Tanah Pakpak, hingga wilayah Klasen. (WES)

Bagikan Ke :

Komentar