Wali Kota Medan Rico Waas Resmi Sandang Merga Ginting Suka Bebere Tarigan

Sumut2361 Dilihat

Medan, Karosatuklik.com – Ikatan persaudaraan keluarga Waas dengan masyarakat Karo kini terpatri dalam adat. Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas resmi menyandang merga Ginting Suka dengan bebere Tarigan.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Medan Ny. Airin Rico Waas ditabalkan sebagai Beru (Br) Sembiring Pelawi dengan Bebere Karo Sekali Suka Piring.

Penabalan yang turut dihadiri Bupati Karo, Brigjen Pol. (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG, M.Kes dan istri Dk. Roswitha Br. Bukit, S.E., A.k, M.Si, C.A yang juga Ketua TP PKK Kabupaten Karo ini, menjadi penghormatan terhadap sejarah persahabatan para pendahulu.

Prosesi berlangsung dalam kegiatan Mburo Ate Tedeh di Gedung TP PKK Kota Medan, Sabtu (7/11/2026). Pemberian merga kepada Rico Waas dilatarbelakangi kedekatan kakeknya, Letnan Jacob Waas, dengan Pahlawan Nasional Letjen Djamin Ginting.

Keduanya merupakan teman seperjuangan melawan Belanda di Tanah Karo sekitar 1947. Jacob Waas bahkan pernah menjadi ajudannya.

Ketua Panitia Muhammad Edison Ginting mengatakan, Mburo Ate Tedeh menjadi ajang silaturahmi sekaligus pelestarian adat dan budaya Karo. Penabalan telah dipersiapkan sejak setahun lalu atas prakarsa tokoh dan sesepuh masyarakat Karo.

“Acara hari ini kita lakukan dari kita, untuk kita, sebagai upaya memajukan seni dan budaya, merajut silaturahmi, serta mempererat komunikasi. Kita ingin mewujudkan Medan untuk Semua,” ujar Ginting.

Salah satu pemrakarsa sekaligus tokoh masyarakat Karo, Prof. Dr. Runtung Sitepu, menegaskan pemberian merga dan beru kepada Rico Waas dan Airin merupakan penghormatan terhadap adat dan budaya Karo, bukan bermuatan politik. Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada keduanya.

Mburo Ate Tedeh turut dimeriahkan musik dan tari tarian tradisional suku Karo dikemas dalam prosesi adat, adu pengantin, serta manuk sangkep atau makan bersama.

Dalam adat Suku Karo, merga dan beru merupakan identitas sekaligus penanda kekerabatan. Kegiatan ini menjadi momentum mempererat persaudaraan dan melestarikan nilai-nilai tradisi budaya Karo lintas generasi. (R1)

Bagikan Ke :

Komentar