oleh

Menanti Gagasan Cemerlang Debat Putaran Kedua Pilkada Karo

Kabanjahe, Karosatuklik.com – Komisi Pemilihan Umum () akan kembali menggelar debat publik putaran kedua Pilkada Karo 2020. Debat putaran kedua kali ini akan diselenggarakan, di Hotel Internasional Sibayak Berastagi, Minggu (22/11/2020), Pukul 19.00 WIB sampai 21.30 WIB.

Hal tersebut dikatakan Ketua , , ST, Jumat (20/11/2020) Pukul 21.00 WIB menjawab karosatuklik.com di Kabanjahe.

Sementara itu, lanjutnya, materi debat menyelaraskan pelaksanakan pembangunan daerah kabupaten/kota dan provinsi dengan nasional. Pertama, memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan kebangsaan. Kedua, kebijakan dan strategi penanganan, pencegahan, pengendalian corona virus disease 2019 (), dan ketiga, terkait narkotika.

Dalam debat kedua nanti, katanya lagi menambahkan, pihak KPU tetap menerapkan Protokol secara ketat kepada tamu undangan yang hendak memasuki ruang debat, seperti pemeriksaan suhu tubuh, mencuci tangan, dan pemakaian masker serta pembatasan tim sukses paslon, sama seperti di debat publik pertama kemarin.

Baca Juga :  Polresta Bandara Soekarno-Hatta Gelar Donor Plasma Konvalesen

Debat-Sesi-I-Paslon-Bupati-Karo

Berbagai saran dan masukan dari rekan-rekan jurnalis terkait dengan debat publik putaran kedua ini menjadi catatan penting bagi kami. KPU menilai, durasi waktu yang diberikan kepada kandidat calon tidak cukup untuk menjawab semua pertanyaan. Banyak jawaban paslon yang belum tuntas, tidak utuh, disampaikan namun waktunya sudah habis.

Bisa saja, durasi menjawab bagi paslon saja yang bertambah. Sementara untuk durasi debat tetap sama seperti pada debat perdana. Karena, hal itu sudah diatur dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) yang sudah menetapkan waktu durasi debat.

Gemar Tarigan menilai debat publik menjadi ajang adu program dan gagasan untuk meyakinkan warga memilih pasangan calon bupati dan wakil bupati pada Pilkada Karo 2020 ini.

“Sehingga masyarakat dapat mudah memahami dan melakukan penilaian serta mengambil keputusan siapa nantinya calon pemimpin yang akan di pilih pada 9 Desember mendatang,” pesannya.

Alat Ukur

Terpisah anggota , , SH menekankan, Pilkada 2020 juga sekaligus menjadi momen untuk menguji kepedulian kandidat menanggulangi Covid-19.

Baca Juga :  Satgas Covid-19 Sumut Razia ke Sejumlah Objek Wisata

Dengan tantangan paling riil, pilkada masa pandemi, menguji setiap kandidat benar-benar bisa memikirkan, mengkreasi dan melaksanakan gagasan brilian untuk memberantas Covid-19 di Kabupaten Karo, sebutnya.

Di lain pihak, masyarakat pemilih pun akan melihat dengan nyata, siapa calon yang paling punya komitmen, paling peduli dan paling gigih memperjuangkan nasib mereka dalam penanganan Covid-19. Selanjutnya, menjadi alat ukur masyarakat tentang kepedulian calon pemimpin di masa mendatang.

Sementara, Ketua Pengembangan dan Pemberdayaan Potensi Daerah Indonesia (PPPDI) Kabupaten Karo, Hendra Ginting menekankan bagaimana segmentasi debat itu tidak terlalu kaku. Hingga isu-isu yang sebenarnya memiliki keterkaitan, bisa langsung dibahas oleh para kandidat dengan durasi yang cukup. “Itu penting, supaya anggaran pelaksanaan debat publik tidak terbuang percuma,” sebutnya.

Dia khawatir, kalau antar segmen dalam debat putaran kedua nanti lebih parsial. Dia ingin, persoalan yang mendera daerah ini terelaborasi lebih mendalam. Karena kita tahu dampak pandemi sangat luar biasa ke seluruh sektor. Dengan begitu, publik bisa mengetahui sejauh mana integritas kelima paslon melihat isu ini.

Baca Juga :  Tim Indonesia Racing Luncurkan Motor untuk Moto3 dan Moto2 2021

“Kami berharap kelima paslon memanfaatkan waktu yang singkat untuk menjawab sengkarut permasalahan yang kita hadapi sekarang dalam membuat kebijakan dan strategi penanganan, pencegahan, pengendalian corona virus disease 2019 (Covid-19), dan ketiga, terkait narkotika yang semakin meresahkan,” ucapnya. (R1)

Suka dengan tulisan ini? Yuk, Bagikan!

Komentar

Topik Terkait