Pasca Erupsi Sinabung, Bupati Antonius Ginting, Forkopimda Bersama Bobby Nasution: Pastikan Warga Merasakan Kehadiran Negara

Karo2402 Dilihat

Namanteran, Karosatuklik.com – Bupati Karo, Brigjen. Pol. (Purn.) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG. M.Kes, bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Karo sambut kunjungan kerja Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, dalam rangka membahas kesiapan penanggulangan bencana erupsi Gunung Sinabung, Selasa 1 November 2026.

Kedatangan Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution juga ingin memastikan kondisi warga yang dievakuasi dari dua desa, penanganan paska erupsi Gunung Api Sinabung berjalan optimal dan warga terdampak merasakan kehadiran negara (pemerintah) bersama mereka.

Kunjungan tersebut juga merupakan bentuk perhatian dan komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terhadap masyarakat Kabupaten Karo dalam menghadapi potensi dampak aktivitas erupsi Gunung Sinabung.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Sumatera Utara bersama Pemerintah Kabupaten Karo dan unsur Forkopimda membahas langkah-langkah strategis untuk memastikan kesiapsiagaan seluruh pihak dalam menghadapi dampak erupsi, khususnya terkait keselamatan masyarakat serta pemenuhan kebutuhan warga yang terdampak.

Bupati Karo Antonius Ginting menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Karo terus melakukan koordinasi dengan seluruh unsur terkait dalam penanganan bencana, mulai dari kesiapan lokasi pengungsian, pelayanan kesehatan, ketersediaan logistik, hingga pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution juga menyerahkan bantuan secara kedinasan kepada Pemerintah Kabupaten Karo sebagai bentuk dukungan terhadap upaya penanggulangan bencana.

Selain itu, bantuan turut diberikan secara langsung kepada masyarakat terdampak yang berada di lokasi pengungsian.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama Pemerintah Kabupaten Karo memastikan kebutuhan dasar masyarakat selama masa pengungsian dapat terpenuhi dengan baik.

Ketersediaan air bersih dan konsumsi menjadi perhatian utama agar para pengungsi tetap mendapatkan pelayanan dan kebutuhan yang layak selama berada di lokasi pengungsian.

Bupati Karo bersama Forkopimda menegaskan komitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat dan memastikan seluruh kebutuhan masyarakat terdampak dapat ditangani secara cepat, terpadu, dan berkelanjutan.

Sinergi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Pemerintah Kabupaten Karo, Forkopimda, TNI-Polri, serta seluruh instansi terkait diharapkan dapat semakin memperkuat kesiapsiagaan dan mempercepat penanganan terhadap masyarakat yang terdampak aktivitas Gunung Sinabung.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta mengikuti arahan dan informasi resmi dari pemerintah dan instansi berwenang terkait perkembangan aktivitas Gunung Sinabung.

Erupsi Gunung Sinabung, Bobby Nasution Pastikan Kebutuhan Pengungsi Terpenuhi

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution memastikan kebutuhan dasar warga yang terdampak erupsi Gunung Sinabung terpenuhi selama menjalani masa pengungsian. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut juga terus memperkuat penanganan darurat, terutama bagi warga yang berada di zona merah aktivitas Gunung Sinabung.

Bobby Nasution meninjau langsung kondisi para pengungsi di Posko Pengungsian dan Posko Kesehatan Jambur Desa Suka Tepu, Kecamatan Namanteran, Kabupaten Karo, Selasa (1/9/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan setelah Bobby memimpin rapat koordinasi penanganan darurat bersama Forkopimda dan Badan Geologi Kementerian ESDM di Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Sinabung.

Pemprov Sumut memprioritaskan evakuasi warga yang berada di radius zona merah erupsi. Salah satu lokasi yang telah dikosongkan adalah Desa Kuta Tengah, dengan 280 jiwa dari sekitar 600 penduduk telah dievakuasi ke Pos Pengungsian Suka Tepu.

Dalam dialog bersama warga, Bobby mengimbau masyarakat untuk tetap bersabar dan tidak kembali ke rumah sebelum ada instruksi resmi dari pemerintah mengenai keamanan wilayah.

Bobby menegaskan, Pemprov Sumut menjamin pemenuhan kebutuhan dasar seluruh warga terdampak. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan para pengungsi merasa nyaman sehingga tidak terdorong untuk kembali ke wilayah yang masih berbahaya.

“Tadi yang disiapkan, kita pastikan yang di sini fasilitasnya dulu, karena kita tidak ingin masyarakat yang ngungsi di sini merasa tidak nyaman terus tiba-tiba langsung kembali ke rumah. Ini yang kita pastikan, baik dari fasilitas tempat mereka tidur, air, toilet, dan juga makannya,” ucap Bobby Nasution.

Ia mengatakan, Pemprov Sumut menstandardisasi kelayakan tempat tidur, termasuk ketersediaan tikar dan selimut, memastikan pasokan air bersih, menambah penerangan, serta meningkatkan kebersihan sarana sanitasi dan toilet.

Pasokan makanan dan minuman juga dipastikan aman, sementara armada pendukung disiagakan untuk mendistribusikan kebutuhan pokok secara berkelanjutan.

Selain kebutuhan dasar, Pemprov Sumut akan menyiapkan bus angkutan khusus bagi anak-anak sekolah yang terdampak pengungsian.

Bobby juga meminta personel TNI dan Polri disiagakan untuk menjaga ladang serta hewan ternak yang ditinggalkan warga selama masa pengungsian.

Langkah tersebut dilakukan agar warga dapat menjalani masa pengungsian dengan tenang dan tidak perlu mengkhawatirkan harta benda maupun ternak yang ditinggalkan di rumah.

Sementara itu, Kepala Pos PGA Sinabung Badan Geologi Kementerian ESDM, Armen Putra, mengimbau masyarakat untuk tetap waspada karena aktivitas Gunung Sinabung saat ini masih berada pada Status Level III (Siaga).

Armen menegaskan, pengosongan permukiman warga merupakan langkah mitigasi yang wajib dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk dari aktivitas vulkanik Gunung Sinabung. Pemantauan secara ketat terus dilakukan sebelum evaluasi untuk penyesuaian status ke Level II (Waspada) dapat direkomendasikan. (R1)

Bagikan Ke :

Komentar