Pembunuh Mahasiswa UI Sudah Dianggap Kakak, Paman Korban: Kok Tega Bunuh Adiknya

Nasional1055 x Dibaca

Jakarta, Karosatuklik.com – Pihak keluarga sangat terpukul dengan kasus pembunuhan Muhammad Naufal Zidan atau MNZ (19), mahasiswa UI yang tewas dibunuh seniornya. Terlebih karena pelaku, Altafasalya Ardnika Basya alias Altaf (23) kakak tingkat (kating) itu sudah dianggap sebagai kakak angkat oleh keluarga korban.

Fais Rafsanjani, paman korban mengatakan, selama ini keponakannya tidak pernah ada masalah dengan siapa pun. Bahkan dengan pelaku, MNZ tidak ada masalah apa pun.

“Pelakunya saja dianggap sudah kayak abangnya sendiri, seperti itu. Makanya saya juga enggak habis pikir kok tega gitu, sampai hati,” katanya, Sabtu (5/8/2023).

Almarhum adalah anak yang penurut. Orang tuanya sangat bangga MNZ bisa lolos sebagai mahasiswa UI. “Dia kan anaknya penurut, apalagi anak pertama. Ya, kita bersyukur karena kita punya keponakan bisa masuk UI. Kan UI itu enggak sembarangan orang,” ungkapnya.

Faiz berharap, agar pelaku pembunuhan mahasiswa UI ini mendapat hukuman setimpal. Dia pun akan mengawal kasus ini hingga tuntas.

“Saya omnya, ya, saya akan kawal kasus ini. Saya minta tolong teman-teman media juga membantu luntuk pengawalan kasus ini,” ujarnya.

Dia berharap, pelaku bisa dijerat pasal tentang pembunuhan berencana. Dia pun meminta agar ancaman hukumannya adalah mati.

“Kalau harapan kami ini karena ini ada pasal yang menuntut untuk ada perencanaan. Saya minta dari pihak keluarga 340 pasalnya, terkait dengan hukuman mati,” katanya.

Dia meyakini, tidak ada keluarga yang terima dengan tindakan yang dilakukan pelaku. Dia pun menyerahkan kasus ini sepenuhnyapada penyidik.

Kendati pelaku sudah meminta maaf, tetapi dia tetap ingin pelaku menjalani proses hukum yang berlaku. Dia pun akan mengawal kasus ini sampai tuntas.

“Minta maaf wajarlah, tetapi kan negara kita negara hukum. Kalaupun minta maaf sudah, kita selesaikan di mata hukum. Apakah keluarga menerima ini? Saya yakin kalau punya anak dibegitukan enggak mau juga, harus dikawal sampai tuntas,” pungkasnya.

Diketahui, AAB merupakan mahasiswa UI berusia 23 tahun telah membunuh adik kelasnya sendiri berinisial MNZ berusia 19 tahun. Motif pembunuhan mahasiswa UI ini karena pelaku ingin menguasai harta korban, karena terhimpit masalah keuangan berupa kerugian dalam trading krypto dan memiliki banyak utang di pinjaman online atau pinjol. (BeritaSatu)

Komentar