Kabanjahe, Karosatuklik.com – Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG, M.Kes, yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kab Karo, Anderiasta Tarigan, AP, M.Si mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia secara daring melalui zoom meeting, dari ruang Karo Command Center Lantai I Kantor Bupati Karo, Kabanjahe, Rabu (20/5/2026).
Kegiatan ini turut diikuti oleh Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Karo, Juni Antomi Kemit, S.STP, M.Si, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kabupaten Karo, Abel Tarwai Tarigan, S.Sos, M.A, M.T. beserta jajaran terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karo.
Rakornas Pariwisata Tahun 2026 mengusung tema “Optimalisasi, Resiliensi, Inovasi, dan Keberlanjutan (ORIK): Transformasi Ekosistem Kepariwisataan Nasional Menuju Target 2026”.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memperkuat sinergi dan koordinasi antar pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung pembangunan sektor pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.
Rakornas tersebut juga menjadi forum strategis dalam mendorong pencapaian target pembangunan nasional yang tertuang dalam RPJMN 2025–2029, khususnya pada sektor pariwisata, termasuk peningkatan kunjungan wisatawan, devisa pariwisata, hingga penguatan destinasi wisata daerah.
Melalui keikutsertaan dalam Rakornas ini, Pemerintah Kabupaten Karo menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata daerah yang inovatif, berdaya saing, dan berkelanjutan guna mendorong pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.
Rakornas Pariwisata 2026 Perkuat Transformasi Menuju Pariwisata Resilien dan Berkelanjutan

Kementerian Pariwisata menggelar Rapat Koordinasi Nasional Pariwisata 2026 dengan tema “Transformasi Ekosistem Kepariwisataan Nasional Menuju Pencapaian Tahun 2026”, Rabu (20/5/2026), di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta.
Rakornas Pariwisata 2026 berlangsung selama dua hari, 20–21 Mei 2026, di Balairung Soesilo Soedarman, Kementerian Pariwisata, Jakarta.
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, dalam sambutannya pada pembukaan Rakornas Pariwisata 2026 menyampaikan bahwa pelaksanaan Rakornas tahun ini memiliki makna khusus karena bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional
“Momentum Kebangkitan Nasional menjadi pengingat bahwa pariwisata adalah juga gerakan bersama untuk membangun kebanggaan, kemandirian, dan daya saing bangsa.
Di setiap destinasi, tersimpan kekuatan budaya, alam, kreativitas, serta keramahan masyarakat Indonesia yang menjadi modal besar untuk bangkit dan maju,” kata Menteri Pariwisata Widiyanti.
Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk menyusun rencana aksi sekaligus mengevaluasi capaian sektor pariwisata nasional bersama kementerian/lembaga terkait dalam mendukung percepatan transformasi ekosistem pariwisata melalui optimalisasi, resiliensi, inovasi, dan keberlanjutan (ORIK) sebagai fondasi pelaksanaan program prioritas tahun 2026.
Rakornas Pariwisata 2026 menghadirkan narasumber kompeten dari unsur pemerintah, akademisi, hingga pelaku industri pariwisata. Kehadiran para pakar lintas sektor tersebut diharapkan mampu memperkaya perspektif dan menghadirkan solusi konkret terhadap berbagai tantangan yang dihadapi sektor pariwisata nasional.
Dalam Rakornas ini, terdapat lima isu strategis yang menjadi fokus pembahasan. Pertama, isu keamanan, keselamatan global, dan krisis energi (Global Security, Safety, and Energy Crisis).
Kedua, isu krisis iklim (Climate Crisis). Ketiga, tren pasar pariwisata masa depan yang mencakup sustainable tourism, adventure tourism, luxury tourism, edu-tourism, wisata bahari, wellness tourism, hingga gastronomi.

Selain itu, Rakornas juga membahas penguatan pariwisata berkelanjutan secara holistik serta sinkronisasi regulasi, khususnya terkait pengelolaan dan regulasi akomodasi dan Online Travel Agent (OTA), tindak lanjut Undang-Undang Kepariwisataan, serta penyusunan peraturan turunan RIPPARNAS (Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional).
Menteri Pariwisata berharap Rakornas Pariwisata 2026 mampu memperkuat sinergi, kolaborasi, dan komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi tantangan sektor pariwisata ke depan.
“Saya mengajak seluruh pihak untuk menjadikan Rakornas Pariwisata ini sebagai momentum untuk memperkuat sinergi dan komitmen bersama.
Kita harus mewujudkan transformasi ekosistem pariwisata yang resilien dan tumbuh secara berkelanjutan agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat di seluruh Indonesia. Upaya ini tidak boleh berhenti pada perumusan gagasan, tetapi harus menghasilkan langkah yang konkret, terintegrasi, jelas, dan terukur,” kata Menteri Pariwisata. (R1)













Komentar