Kabanjahe, Karosatuklik.com – Jika ingin berkontribusi dalam pembangunan dan mengabdikan diri kepada masyarakat, mahasiswa sebagai agen perubahan harus benar-benar menguasai data.
Hal itu ditekankan Bupati Karo Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, SP.OG, M.Kes diwakili oleh Wakil Bupati, Komando Tarigan, SP saat menghadiri kegiatan Penerimaan Mahasiswa Praktik Kerja Lapangan (PKL):
Pendampingan Pembuatan Draft Peraturan Desa dan Policy Brief tentang Pelayanan Publik pada Program Studi Ilmu Administrasi Publik FISIP USU Tahun 2026 bertempat di Aula Rakoetta Brahmana Kantor Bupati Karo, Kabanjahe, Kamis (23/07/2026).
Dalam arahan dan bimbingannya, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi kepada Program Studi Ilmu Administrasi Publik FISIP USU yang telah memilih Kabupaten Karo sebagai lokasi pelaksanaan PKL.
“Kami menyambut gembira atas kedatangan mahasiswa/mahasiswi PKL USU di Kabupaten Karo.
Dengan PKL ini sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitar, diantaranya dapat meningkatkan pengetahuan dan ikut mencerdaskan masyarakat,” ujar Wakil Bupati.
Ia menambahkan, PKL tahun ini dilaksanakan di 11 desa dan 5 kecamatan di Kabupaten Karo dengan total 103 orang mahasiswa.
Kolaborasi Kampus dan Pemerintah Daerah

“Ini adalah bentuk nyata kolaborasi kampus dan pemerintah daerah. Kehadiran adik-adik mahasiswa sangat membantu pemerintah desa dalam penyusunan draft peraturan desa dan peningkatan kualitas pelayanan publik,” lanjut Komando Tarigan.
Wakil Bupati juga berharap melalui kegiatan pendampingan ini, mahasiswa dapat memberikan kontribusi pemikiran dan solusi berbasis data melalui policy brief yang nantinya dapat diimplementasikan oleh pemerintah desa.
“Kita juga harus mengetahui permasalahannya apa saja. Ingat, tujuan pembangunan adalah mensejahterakan masyarakat.
Karena itu sesudah kita tahu data, baru tahu permasalahan. Juga potensi dan peluang. Bisa dilihat dari populasi masyarakat,” ucapnya.
Indikator Capaian Kinerja dan Sinergi Lintas Sektor
Lebih lanjut, ia mengatakan, dari semua program pembangunan sudah pasti tidak terlepas dari sasaran, tujuan dan target.
Maka dari itu dibutuhkan adanya indikator capaian kinerja. Sehingga di setiap akhir tahun, semua pelaksanaan program kegiatan dapat diukur berhasil tidaknya.

Indikator berhasilnya sebuah pembangunan ditentukan oleh Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Di dalamnya ada variabel Indeks Kesehatan, Indeks Pendidikan dan Indeks Pendapatan Masyarakat.
Lengkap di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan. Semuanya hak dasar masyarakat yang wajib dipenuhi,” ujar Wakil Bupati.
Di sisi lain, imbuh Komando Tarigan, menambahkan, perihal urgensitas sinergi kolaborasi lintas sektor. Tujuannya tidak lain untuk percepatan pembangunan di semua bidang.
Sementara itu, Kepala Program Studi Ilmu Administrasi Publik FISIP USU, Dr. Simson Ginting, S.Sos, MPA menyampaikan bahwa PKL tahun 2026 ini fokus utama pada penguatan tata kelola pemerintahan desa dan peningkatan pelayanan publik yang lebih responsif.
Dengan adanya kegiatan ini diharapkan sinergi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat desa dapat semakin kuat dalam mewujudkan desa yang maju dan pelayanan publik yang berkualitas.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Karo, Dr. Gelora Kurnia Putra Ginting, S.STP, MM, para Staf Ahli Bupati Karo, Kepala Bappedalitbang Kabupaten Karo, Camat terkait, Kepala Desa terkait, serta dosen pembimbing dari FISIP USU. (R1)













Komentar