Peringati Hari Down Syndrome Sedunia, Bupati Cory Sebayang Apresiasi Moderamen GBKP

Karo717 x Dibaca

Kabanjahe, Karosatuklik.com – Anak-anak dengan down syndrome, adalah anak-anak istimewa yang dititipkan Tuhan kepada orang tua mereka. Kita harus peduli dan memperhatikan mereka, agar anak-anak pengidap down syndrome dapat hidup bahagia.

Semua elemen masyarakat diajak ikut berperan meningkatkan kepercayaan diri mereka, berbagi bakat dalam keceriaan, dan meningkatkan kesadaran masyarakat atas kesetaraan hak asasi manusia bagi anak-anak kita pengidap Down Syndrome.

Hal itu dikatakan Bupati Karo Cory Sriwaty Sebayang saat menghadiri Mini Concert Hari Down Syndrome Sedunia yang dilenggarakan di YKPD GBKP Alpha Omega di Komplek Menara Jubelium 125 Tahun GBKP Jalan Kiras Bangun Kabanjahe, Selasa (21/03/2023).

Pemerintah daerah sangat mengapresiasi dan mengucapkan banyak terimakasih kepada Moderamen GBKP atas terselenggaranya acara ini. Tidak gampang untuk membina dan membimbing anak-anak ini, diperlukan kesabaran yang sangat tinggi.

Bupati mengapresiasi Moderamen GBKP, karena telah memberikan medium untuk berekspresi kepada anak-anak yang kerap mengalami tindakan kurang menyenangkan akibat perbedaan yang mereka miliki.

“Kami tentu sangat senang, dengan adanya kegiatan ini, kami ingin mengekspos anak-anak kami ke hadapan masyarakat. Ini loh mereka punya harapan, punya spirit dan keinginan, serta cita-cita seperti anak normal. Mereka juga anak-anak yang berpotensi dan mau berpartisipasi di masyarakat,” urai Bupati.

“Mudah- mudahan kegiatan seperti ini bisa menghapus stigma buruk terhadap anak- anak kami,” lanjut Bupati lagi

Pada hari ini kita telah melihat penampilan yang sangat luar biasa, melihat perkembangan dan kemajuan dari anak-anak kita saya berharap agar kiranya kita semuanya dapat berpartisipasi dan ikut memperhatikan anak-anak kita yang ada di Yayasan Kesejahteraan Penyandang Disabilitas (YKPD) GBKP Alpha Omega, kata Bupati Cory Sriwaty Sebayang.

Terakhir, Cory Sebayang menambahkan, bahwa kehadirannya sebagai bentuk dukungan dan menandakan kepedulian dari Pemerintah Kabupaten Karo kepada anak-anak down syndrome. “Ini membuktikan, tidak ada jarak, kita semua sama di mata Tuhan,” imbuh Bupati sembari menyuap makan salah seorang anak.

Sementara, Ketua Umum Moderamen GBKP, Krismas Imanta Barus, M.Th, LM, mengajak masyarakat untuk meninggalkan stigma dan stereotip bahwa down syndrome adalah objek yang bergantung dengan orang lain.

“Down Syndrome adalah insan yang mampu mandiri dan memberikan kontribusi tidak kecil bagi bangsa dan negara,” sebutnya.

Sejarah dan Tema Hari Down Syndrome Sedunia

Seperti diketahui, berdasarkan sumber yang diperoleh Redaksi Karosatuklik.com, sejarah Hari Down Syndrome Sedunia. sendiri bermula pada Desember 2011. Saat itu, Majelis Umum PBB mendeklarasikan 21 Maret sebagai Hari Down Syndrome Sedunia. Peringatan pun dimulai pada 2012.

Seperti dilansir dari laman World Down Syndrome Day, tahun ini diluncurkan kampanye bertema ‘With Us Not For Us’ atau ‘Bersama Kami, Bukan untuk Kami.

Kampanye ini mengandung kunci pendekatan berbasis hak asasi manusia terhadap penyandang disabilitas.

Konsep amal untuk disabilitas dinilai sudah usang. Kaum disabilitas dipandang sebagai objek amal, pantas dikasihani, dan bergantung pada dukungan orang lain.

Padahal, mereka juga manusia yang punya hak asasi, hak untuk diperlakukan secara adil, dan punya kesempatan yang sama seperti orang lain untuk hidup lebih baik.

Down syndrome sendiri menjadi salah satu kondisi yang cukup umum di tengah masyarakat. Angka kejadian down syndrome antara 1:1.000 hingga 1:1.100 setiap kelahiran hidup di seluruh dunia. Setia[ tahum 3 ribu – 5 ribu anak lahir dengan kondisi down syndrome.

Mereka memerlukan pemeriksaan rutin untuk memantau kondisi kesehatan mental dan fisik. termasuk juga intervensi tertentu (terapi wicara, konseling, pendidikan luar biasa). Lewat dukungan keluarga dan lingkungan, anak dengan down syndrome bisa mencapai kualitas hidup optimal.

Pesan ‘With Us Not For Us’ benar-benar ingin mendorong masyarakat untuk mengubah pola pikir bahwa kaum disabilitas adalah kelompok lemah yang harus selalu bergantung dengan orang lain.

Padahal, kenyataannya mereka hanya memerlukan akses dan kesempatan yang setara.

IDDS kerap tidak memperolah kesempatan untuk berkecimpung di tengah-tengah masyarakat dan kesulitan berinteraksi di lingkungan sosial, khususnya bagi IDDS anak di mana mereka kerap dikucilkan di lingkungan bermain. Saat ini, tercatat lebih dari 300 ribu IDDS di Indonesia. (R1)

Baca juga:

  1. Pdt Krismas Barus-Pdt Yunus Bangun Terpilih Ketua dan Sekretaris Umum Moderam
  2. Moderamen GBKP dan Pemkab Karo Tandatangani Perpanjangan Surat Perjanjian Sewa RSU Kabanjahe
  3. Resmikan Menara Jubileum 125 Tahun GBKP, Bupati Cory Sebayang: Ikon Wisata Karo

Komentar