Wujudkan Masyarakat Karo Siaga Gempabumi, BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Deli Serdang Gelar SLG Selama Dua Hari

Karo1274 x Dibaca

Berastagi, Karosatuklik.com – Hari kedua pelaksanaan Sekolah Lapang Gempa Bumi (SLG) Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas I Deli Serdang, Selasa (28/11/2023), peserta diajak aktif melatih sikap siap siaga bencana itu secara mandiri.

Simulasi terjadi gempa dengan magnitudo 6,8, lalu 50 lebih peserta merespon dengan posisi melindungi diri ketika terjadi gempa, selanjutnya mulai evakuasi ke titik kumpul sementara.

Pada simulasi tersebut, sejumlah pegawai Hotel Sibayak Internasional Berastagi termasuk tamu di hotel tersebut ikut menyaksikan aktifitas peserta SLG ketika berjongkok, melindungi kepala, menjauhi pohon, dan berlari-lari kecil di halaman depan Aula Lotus tempat acara berlangsung selama dua hari.

Penutupan SLG 2023

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas I Deli Serdang Agus Riyanto SP, MM didampingi Bupati Karo, Cory Sriwaty Sebayang diwakili Kepala Pelaksana BPBD, Juspri M Nadeak, S.Sos, MA bersyukur bahwa kegiatan SLG yang berlangsung selama dua hari berjalan lancar dan mendapat antusias yang tinggi oleh peserta.

“Untuk itu, Sekolah Lapang Gempabumi (SLG) sangat penting dilakukan guna meningkatkan literasi kebencanaan di masyarakat dan untuk Mewujudkan Masyarakat Karo Siaga Gempabumi,” terangnya.

Dia juga berpesan agar ilmu yang didapat dari kegiatan SLG, diharapkan bisa disebarluaskan ke keluarga, lingkungan dan masyarakat tempat tinggal masing-masing peserta

“Karena, membangun literasi kebencanaan yang kuat membutuhkan sinergi dan kolaborasi antar lintas instansi dan elemen masyarakat. Ouput dari SLG ini memudahkan dan mempercepat penyebaran pengetahuan tentang bencana, sehingga masyarakat semakin kuat dalam mendukung kebijakan dan strategi penanggulangan bencana,” tuturnya.

Agus Riyanto menambahkan, tahun depan (2024), pihaknya juga berencana menyelenggarakan Sekolah Lapang Iklim (SLI) di Kabupaten Karo, mengingat daerah itu pemasok utama sayur mayur dan buah-buahan di Sumatera Utara. Tentunya, sebagai daerah pertanian, Kabupaten Karo masuk prioritas SLI nanti, tutupnya.

Sementara itu, menurut salah satu peserta SLG, Edi Surbakti, bahwa setelah SLG berakhir, bukan berarti selesai. Namun ada tanggung jawab moral untuk menyebarluaskan kepada masyarakat.

“Kita harus menularkan ke orang terdekat kita, keluarga, tetangga, atau lingkungan tempat tinggal kita. Agar kita semua selalu siap dan waspada sebagai bentuk mitigasi atau pengurangan risiko manakala terjadi bencana gempa,” kata Edi Surbakti yang juga dikenal aktif sebagai relawan masa bencana erupsi vulkanik Gunung Api Sinabung.

Pantauan Redaksi Karosatuklik.com, selama dua hari SLG, peserta dibekali langkah-langkah antisipasi yang harus dilakukan baik sebelum, saat, dan pascabencana Gempabumi, baik secara teori maupun praktik langsung.

Sejumlah nara sumber dari BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Deli Serdang secara bergantian memberikan pembekalan materi terkait dengan bencana Gempa Bumi yang merupakan peristiwa berguncangnya bumi yang disebabkan oleh tumbukan antar lempeng bumi, aktivitas sesar (patahan), aktivitas gunung api, atau runtuhan batuan.

Seperti dikabarkan sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas I Deli Serdang terus menggencarkan pelaksanaan Sekolah Lapang Gempabumi (SLG) guna meningkatkan literasi kebencanaan di masyarakat.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas I Deli Serdang Agus Riyanto SP, MM, menilai literasi kebencanaan masyarakat harus terus ditingkatkan dan dilakukan secara berkelanjutan guna meminimalkan risiko gempabumi maupun longsor.

Sementara Plt. Deputi Bidang Geofisika yang disampaikan oleh Hendro Nugroho, ST, M.Si selaku Kepala Balai Besar MKG Wilayah I Medan disebutkan bahwa wilayah Kabupaten Karo memiliki ancaman serius yang berasal dari Sesar Sumatra yaitu dari segmen Tripa dan Renun dengan potensi magnitudo 6,8 dan potensi intensitas gempabumi yang dapat dirasakan di wilayah Karo VI – VII MMI artinya ini dapat saja meluluhlantahkan bangunan dengan struktur yang kokoh, ungkapnya.

Untuk itu, lanjut dia, Sekolah Lapang Gempabumi (SLG) sangat penting dilakukan guna meningkatkan literasi kebencanaan di masyarakat dan untuk Mewujudkan Masyarakat Karo Siaga Gempa bumi, terangnya. (R1)

Baca Juga:

  1. Tingkatkan Literasi Kebencanaan, BMKG Gelar Sekolah Lapang Gempabumi di Berastagi
  2. 29 Novemver 2023: Peringatan Dini Cuaca Sumut, BMKG: Waspada Potensi Hujan Sedang Hingga Lebat
  3. Bibit Siklon 99W Berpotensi Datangkan Hujan di Aceh dan Sumatera Utara

Komentar