AS Janjikan F-15 Secepat Mungkin Dikirim ke Indonesia Cuma Butuh 3 Tahun

Nasional4673 x Dibaca

Jakarta, Karosatuklik.com – Amerika Serikat merestui Indonesia untuk membeli 36 unit pesawat tempur F-15 EX buatan Boeing.

Seri khusus untuk Indonesia nantinya akan disebut sebagai F-15IDN dan total nilai kontrak untuk pembelian 36 unit F-15IDN mencapai Rp 200 triliun.

Namun, proses negosiasi antara Indonesia dengan Amerika Serikat masih berlangsung dan belum mencapai keputusan akhir.

Keputusan akhir nantinya akan mengungkapkan berapa unit F-15IDN yang dibeli Indonesia dan peralatan serta perlengkapan apa saja yang menyertai.

Sementara proses pembelian F-15IDN masih dibicarakan, Indonsia di saat yang bersamaan telah meneken kontrak pembelian Rafale dari Perancis.

Hal itu membuat AS merasa harus segera meyakinkan Indonesia untuk melanjutkan pembelian F-15IDN.

Amerika Serikat merestui Indonesia untuk membeli 36 unit pesawat tempur F-15 EX buatan Boeing.

Disampaikan langsung oleh bos Boeing di hadapan jajaran petinggi TNI AU, Boeing menjanjikan bahwa mereka bisa memproduksi F-15 dengan cepat dan tidak terlambat mengirimkannya ke Indonesia.

Jika sudah deal dengan pemerintah Indonesia, hanya butuh waktu sekitar 3 tahun bagi Boeing untuk merancang F-15IDN hingga mengantarkannya dengan selamat sampai Jakarta.

Sementara itu, Rafale membutuhkan sedikitnya 56 bulan sejak kontrak ditandatangani hingga kehadiran unit pertamanya di Indonesia.

Steve Shepro, Vice President of Business Development Boeing mengatakan keunggulan Boeing dalam memproduksi F-15 EX dibandingkan para pesaing mereka.

Shepro menjelaskan bahwa F-15 EX diproduksi dengan cara digital engineering.

Semua proses dilakukan secara digital untuk mempercepat proses produksi dan meminimalkan risiko eror dalam pembuatan.

Semua unit F-15 EX akan sama dan presisi setiap detailnya karena semua dirancang secara digital.

Hanya membutuhkan waktu 3 tahun sejak desain pesawat tempur dimasukkan ke dalam sistem komputer digital hingga bisa datang ke Indonesia.

“Dua minggu setelah kedatangannya ke Indonesia, kami bisa langsung melaukan pelatihan,” jelas Shepro dalam acara Seminar International Air Force 2022 yang digelar TNI AU.

Amerika Serikat merestui Indonesia untuk membeli 36 unit pesawat tempur F-15 EX buatan Boeing.

Dengan proses digital engineriing, biaya produksi juga bisa lebih ditekan dan semua prosesnya lebih efektif.

Selain menjanjikan kecepatan proses produksi dan pengiriman, AS pun menjamin bahwa Indonesia akan sangat cocok dengan hadirnya F-15IDN.

“Apa yang terpenting bagi Indonesia? Unitnya ada, tersedia, sangat siap dimiliki,” kata Shepro lagi.

F-15 EX yang menjadi rujukan tipe pesawat F-15IDN memiliki kemampuan untuk membawa lebih banyak senjata dibanding pesawat lain.

“F–15 bisa membawa hingga 27.000 lbs senjata dan lebih banyak lagi bahan bakar. Pesawat ini bisa terbang lebih jauh,” terang Shepro.

Mengingat wilayah Indonesia yang begitu luas dan besar, TNI AU memang butuh pesawat yang mampu terbang lebih lama, lebih jauh dan punya jangkauan penembakan lebih besar lagi.

Meski pesawat tempur F-15 EX merupakan generasi 4.5 dan bukanlah generasi lima, namun hal ini tak mengurangi ketangguhannya.

F-15 EX disebut sangat cocok untuk pertempuran di masa depan karena bisa membawa sangat banyak senjata.

Steve Shepro juga menjelaskan bahwa Indonesia boleh mengajukan permintaan atau kustomisasi untuk pilihan senjata yang akan disematkan pada F-15IDN nantinya.

Sangat wajar bagi sebuah negara untuk memesan secara khusus senjata apa saja yang bisa digunakan atau dibawa oleh F-15, termasuk Indonesia,” pungkas Shepro. (R1/ZJ)