Breaking News: Ratusan Siswa SMAN 1 Berastagi dan SMA Bersama Berastagi Diduga Keracunan MBG

Karo2559 Dilihat

Berastagi, Karosatuklik.com – Untuk pertama kalinya keracunan MBG terjadi di Kabupaten Karo. Sejumlah murid di SMA Negeri 1 Berastagi dan SMA Swasta Bersama Berastagi, Kabupaten Karo, diduga keracunan setelah menyantap makanan bergizi gratis (MBG). Saat ini proses evakuasi masih berlangsung.

Ratusan siswa dari ke dua sekolah tersebut dirawat di RSU Amanda, RSU Efarina Etaham, RSU Kabanjahe dan rumah sakit lainnya.

Sejumlah mobil ambulance bolak balik dari Kabanjahe ke Berastagi untuk mengevakuasi para siswa ke rumah sakit.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sumut Wilayah IV Zulkarnain Barus, Kamis siang (13/8/2026) membenarkan adanya keracunan. Namun ia belum memberikan keterangan lebih lanjut karena masih proses evakuasi.

“Ini sedang evakuasi, nanti saya share informasi, sedang kita evakuasi di sini,” kata Zulkarnain Barus saat dihubungi,

Kepala SPPG Wilayah Berastagi, Sumber Sembiring, belum berhasil dikonfirmasi terkait kejadian tersebut.

Pihak terkait diharapkan segera memberikan penjelasan resmi mengenai kronologi kejadian, jumlah pasti siswa yang mengalami keluhan, kondisi mereka, serta langkah pemeriksaan yang dilakukan terhadap makanan MBG.

Selain pihak SPPG, keterangan dari pihak sekolah, rumah sakit, Dinas Kesehatan Kabupaten Karo, serta instansi terkait juga diperlukan untuk memastikan informasi mengenai kejadian tersebut.

Hingga kini, penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para siswa masih menunggu hasil pemeriksaan dan keterangan resmi dari pihak berwenang.

Berita ini masih dalam pengembangan dan akan diperbarui setelah diperoleh informasi serta keterangan resmi dari pihak-pihak terkait.

Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Sumut Agung Kurniawan menyebut sudah mendengar informasi itu. Saat ini ia sedang perjalanan dari Medan menuju Kabupaten Karo.

“Informasinya seperti itu, tapi ini kita sedang menuju ke sana untuk cek langsung keadaan sebetulnya,” sebut Agung Kurniawan.

Agung belum dapat merinci jumlah murid yang diduga keracunan. Pihaknya masih melakukan pendataan.

“Nanti kalau sudah ada data ril, data ril harus kita lihat jumlah di rumah sakit atau Puskesmas,” tuturnya. (R1)

Bagikan Ke :

Komentar