Bupati Karo Apresiasi dan Dukung Polri Tangkap Penyelundupan Ketamin 1,16 Ton di Selat Malaka

Karo2364 Dilihat

Belawan, Karosatuklik.com – Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG, M.Kes, menghadiri Konferensi Pers pengungkapan kasus penyelundupan narkotika jenis ketamin seberat 1,16 ton di Pelabuhan Belawan, Medan, Jumat (23/10/2026).

Pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil operasi gabungan (joint operation) yang melibatkan Bareskrim Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta unsur kepolisian perairan Baharkam Polri.

Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan kapal MT Global 168 yang diduga digunakan sebagai sarana transportasi jaringan narkotika internasional. Petugas juga mengamankan delapan orang tersangka, terdiri atas tujuh warga negara Indonesia (WNI) dan satu warga negara asing (WNA).

Kegiatan konferensi pers yang dihadiri langsung Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto yang juga Kepala BNN RI ini juga dihadiri sejumlah pejabat pemerintah dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumateta Utara di antaranya Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Letjen TNI (Purn) Djaka Budhi Utama, Kapolda Sumatera Utara Irjen. Pol. Sonny Irawan, S.I.K, M.H, Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Muhibuddin, S.H, M.H, serta Ketua DPRD Sumatera Utara Erni Ariyanti termasuk Bupati Karo, Antonius Ginting.

Dalam kegiatan tersebut, sambutan disampaikan oleh Kapolri, Gubernur Sumatera Utara, dan Direktur Jenderal Bea dan Cukai. Ketiganya menyoroti pentingnya sinergi dan koordinasi lintas lembaga dalam upaya pemberantasan penyelundupan narkotika serta pengamanan wilayah perairan Indonesia dari ancaman jaringan kejahatan internasional.

Pada kesempatan itu yang dirangkai dengan Deklarasi Tolak Narkoba, Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, menegaskan bahwa keberhasilan pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil kerja sama berbagai instansi penegak hukum dalam mencegah masuknya barang-barang terlarang ke wilayah Indonesia.

“Penindakan ini juga menjadi langkah penting untuk memutus rantai pasokan narkotika internasional yang memanfaatkan jalur perairan Selat Malaka,” tegasnya.

Pengungkapan penyelundupan 1,16 ton ketamin tersebut sekaligus memperkuat upaya pengawasan di wilayah perbatasan laut dan menunjukkan pentingnya kolaborasi antara aparat penegak hukum, instansi kepabeanan, serta pemerintah dalam menjaga keamanan nasional.

Kehadiran Bupati Karo Antonius Ginting didampingi Kepala OPD Pemkab Karo merupakan bagian dari dukungan Pemerintah Kabupaten Karo terhadap upaya pemberantasan peredaran gelap narkotika.

“Pemerintah daerah memiliki peran penting dalam mendukung langkah pencegahan, meningkatkan kesadaran masyarakat, serta melindungi generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkoba,” tegas Bupati.

“Melalui sinergi yang berkelanjutan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh unsur penegak hukum, diharapkan upaya pemberantasan narkotika, khususnya di Kabupaten Karo dapat semakin optimal demi mewujudkan masyarakat yang aman, sehat, dan bebas dari ancaman narkoba,” tutur Bupati Antonius Ginting.

Sumatera Utara Peringkat Pertama Kasus Narkoba se-Indonesia

Sebelumnya, Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution dalam sambutannya mendesak pemberantasan jaringan narkotika diperkuat setelah aparat gabungan mengungkap dugaan penyelundupan ketamin seberat sekitar 1,16 ton di perairan Selat Malaka.

Pengungkapan ini diharapkan menjadi momentum mempersempit ruang gerak sindikat narkoba yang masuk melalui jalur perairan Sumut.

Apresiasi tersebut disampaikan Bobby dalam konferensi pers di Terminal Penumpang Bandar Deli, Jalan Pelabuhan Lama I, Belawan, Medan, Jumat (23/10/2026).

Kegiatan itu dihadiri Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan berbagai elemen masyarakat.

Bobby mengungkapkan, Sumut menghadapi tantangan serius terkait peredaran dan penyalahgunaan narkotika. Ia berharap pengungkapan kasus dalam jumlah besar tersebut diikuti langkah berkelanjutan untuk memberantas jaringan penyelundupan hingga seluruh wilayah Sumatera Utara.

“Izin, Bapak Kapolri, kami sampaikan bahwa Sumatera Utara berada di peringkat pertama dari 38 provinsi di Indonesia terkait peredaran narkoba. Kami berharap pengungkapan kasus ini menjadi langkah berkelanjutan untuk mempersempit ruang gerak jaringan penyelundupan narkotika, khususnya melalui jalur perairan yang berbatasan dengan negara lain,” ujar Bobby.

Ia juga menyoroti persoalan narkoba di kawasan Belawan yang membutuhkan perhatian bersama. Kehadiran Kapolri di Sumatera Utara diharapkan memperkuat sinergi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mencegah peredaran narkotika. (R1)

Bagikan Ke :

Komentar