Jakarta, Karosatuklik.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,12% ke level 5.387,90 pada akhir sesi kedua, Kamis (22/10/2026).
Dengan penguatan hari ini, IHSG tercatat menghijau selama tiga hari berturut-turut sejak Selasa (20/10/2026) hingga Kamis (22/10/2026).
Dikutip dari laman RTI, volume perdagangan ini tercatat sebanyak 37,665 miliar lembar saham, senilai Rp16,207 triliun. Sebanyak 467 saham menguat, 204 saham melemah, dan 123 saham stagnan.
IHSG sempat dibuka pada level 5.247,979 pada perdagangan pagi tadi. Gerak indeks sempat menyentuh level tertinggi pada posisi 5.422,587 dan menyentuh level terendah 5.185,527.
Berdasarkan data perdagangan Bursa, IHSG pertama kali menghijau dan memutus tren pelemahan pada Selasa (20/10/2026) dengan apresiasi 5,65% ke level 5.278,88.
IHSG kembali menghijau sehari setelahnya yakni pada Rabu (21/10/2026) dengan penguatan 0,94% ke level 5.328,36.
Salah satu katalis penguatan IHSG ialah kebijakan regulator pasar modal yang menghapus 80 saham berjenis high shareholding concentration (HSC) dari perhitungan IHSG.
Langkah tersebut dilakukan Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai respons atas menurunnya kepercayaan investor terhadap pasar saham dalam negeri imbas dari rencana penyesuaian klasifikasi pasar modal Indonesia dalam indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Kendati IHSG mulai menunjukkan tren penguatan, perdagangan Bursa masih diwarnai oleh derasnya nett sell asing dalam tiga hari berturut-turut.
Data menunjukkan, nett sell asing masing-masing mencapai Rp2,13 triliun pada 20 Oktober 2026, Rp527,80 miliar pada 21 Oktober 2026, dan Rp1,47 triliun pada 22 Oktober 2026. (R1/Olenka.id)













Komentar