Kabupaten Karo Perkuat Kerja Sama Antardaerah dengan Balikpapan dan Penajam Paser Utara

Karo2392 Dilihat

Balikpapan, Karosatuklik.com – Pemerintah Kabupaten Karo terus memperkuat kerja sama antar daerah dalam rangka memperluas akses pasar komoditas pertanian sekaligus mendukung ketahanan pangan dan pengendalian inflasi.

Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Pemerintah Kabupaten Karo dengan Pemerintah Kota Balikpapan dan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, yang dirangkai dengan kegiatan High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa 11 Agustus 2026.

Bupati Karo, Brigjen Pol. (Purn.) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes, dalam sambutannya menyampaikan bahwa sinergi antara daerah penghasil dan daerah tujuan pemasaran merupakan langkah strategis untuk menciptakan sistem distribusi hasil pertanian yang lebih efisien, berkelanjutan, dan saling menguntungkan.

“Kerja sama antardaerah bukan hanya formalitas, tetapi merupakan komitmen bersama dan momentum penting untuk membangun hubungan ekonomi yang saling menguntungkan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat kedua daerah,” ujar Bupati Karo.

Bupati Antonius Ginting juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Balikpapan dan Bank Indonesia yang telah memfasilitasi terwujudnya kerja sama tersebut.

Penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Kabupaten Karo, Kota Balikpapan, dan Kabupaten Penajam Paser Utara ditindaklanjuti melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) teknis oleh perangkat daerah terkait serta kemitraan bisnis antara pelaku usaha Kabupaten Karo dengan Perumda Manuntung Sukses yang akan memperkuat Sinergi dan Kolaborasi kerja sama tersebut.

Kerja sama tersebut diharapkan dapat menjadi fondasi dalam membangun ketahanan pangan yang kuat dan berkelanjutan. Untuk mewujudkannya, diperlukan dukungan dan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah daerah, pelaku usaha, perbankan, maupun masyarakat.

Bupati Karo menjelaskan, kerja sama ini juga diharapkan mampu menjamin ketersediaan pasokan pangan dan kelancaran distribusi bagi masyarakat di Kalimantan Timur, yang diawali melalui Kota Balikpapan dan Kabupaten Penajam Paser Utara.

Selain itu, kerja sama ini menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas harga, mendukung pengendalian inflasi, memperkuat perekonomian daerah, serta membuka akses pasar yang lebih luas bagi petani Kabupaten Karo.

Dengan terbukanya akses pasar tersebut, diharapkan pendapatan petani dan pelaku usaha di Kabupaten Karo semakin meningkat.

Di sisi lain, masyarakat di daerah tujuan juga memperoleh manfaat melalui ketersediaan komoditas hortikultura yang berkualitas dengan distribusi yang lebih terjamin.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Karo berharap kesepakatan dan kerja sama yang telah ditandatangani dapat segera ditindaklanjuti secara teknis dan operasional di lapangan oleh setiap instansi dan pelaku usaha terkait.

“Dengan demikian, manfaat kerja sama tersebut dapat segera dirasakan secara nyata oleh masyarakat di kedua daerah,” ucapnya.

Lebih lanjut, Bupati Antonius Ginting berharap hubungan baik antara Kabupaten Karo, Kota Balikpapan, dan Kabupaten Penajam Paser Utara dapat terus berkembang ke seluruh wilayah Kalimantan Timur.

Sebagai informasi, sebelumnya juga Kabupaten Karo telah berhasil menjalin kerjasama dengan Kota Palangkaraya, Provinsi Kalimantan Tengah. Kerja sama antar daerah yang difasilitasi oleh pemerintah setempat dan Bank Indonesia telah menuai keberhasilan saling menguntungkan bagi kedua daerah.

Pemkot Balikpapan Pasok Pangan dari Tanah Karo

Pemerintah Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, melakukan kerja sama antardaerah untuk menjaga ketersediaan pangan dan mengendalikan laju inflasi melalui penandatanganan Kerjasama Antar Daerah (KAD) dengan Kabupaten Karo (Sumatera Utara) dan Kabupaten Bulukumba (Sulawesi Selatan).

“Kerja sama antar daerah menjadi strategi utama memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengendalikan inflasi,” kata Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud pada High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Balikpapan, Kaltim, Selasa (11/8/2026).

Rahmad mengatakan Balikpapan sebagai kota jasa memiliki keterbatasan lahan pertanian sehingga pasokan pangan sangat bergantung pada daerah penghasil. Karena itu, kolaborasi lintas wilayah diperlukan untuk menjaga kelancaran distribusi dan stabilitas harga.

Hingga Juli 2026, inflasi Balikpapan tercatat 0,25 persen secara bulanan dan 3,06 persen secara tahunan.

Angka tersebut masih berada dalam sasaran nasional, namun lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional sebesar 2,88 persen. Inflasi tahun kalender tercatat 2,50 persen.

Tekanan inflasi, menurut Rahmad, dipengaruhi penyesuaian harga BBM non-subsidi, kenaikan harga base oil dunia, fluktuasi nilai tukar rupiah, biaya logistik, serta kenaikan harga bahan baku.

Kabupaten Karo Dikenal Sebagai Sentra Hortikultura Nasional

Kabupaten Karo Sumatera Utara dikenal sebagai sentra hortikultura nasional dengan komoditas cabai, tomat, kentang, kubis, wortel dan bawang. Sementara Bulukumba memiliki sumber daya perikanan, peternakan dan pertanian yang dinilai dapat mendukung pemenuhan kebutuhan pangan Balikpapan.

Rahmad meminta kerja sama tersebut segera diterjemahkan dalam rencana kerja konkret, termasuk penguatan jejaring distribusi dan pertukaran informasi produksi serta harga.

“Jangan sekadar penandatanganan dokumen, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata,” ujarnya.

TPID Balikpapan telah menjalankan sejumlah program pengendalian inflasi, seperti Gerakan Pangan Murah, pasar murah, operasi pasar, penyebaran bibit hortikultura, pemantauan harga harian, penguatan kios penyeimbang, dan business matching dengan pelaku usaha.

Pemkot menilai kolaborasi antardaerah menjadi kunci menghadapi tantangan perubahan iklim, dinamika harga energi, dan ketergantungan pasokan dari luar daerah.

Kerja sama tersebut diharapkan memastikan pangan tetap tersedia, harga terjangkau dan distribusi lancar bagi masyarakat.

Kegiatan ini turut dihadiri Wali Kota Balikpapan Dr.H.Rahmad Mas’ud, SE.,M.E, Bupati Penajam Paser Utara H. Mudiyat Noor, S.Hut, Bupati Bulukumba H. Andi Muchtar Ali Yusuf, Ketua DPRD Kota Balikpapan H.Alwi Al Qadri, S.P, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Robi Ariadi, Deputi Direktur Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Abdul Hakim, Perwakilan Pemerintah Kabupaten Paser, jajaran Pemerintah Kota Balikpapan, perangkat daerah Kabupaten Karo, pelaku usaha kedua daerah, perwakilan masyarakat Karo di Kalimantan Timur, serta tamu undangan lainnya. (Robert Tarigan, SH)

Bagikan Ke :

Komentar