Kasus Bullying di Dunia Pendidikan seperti Fenomena Gunung Es

Catatan Redaksi693 x Dibaca

Jakarta, Karosatuklik.com – Dosen Ilmu Sosiologi Perkotaan UIN Jakarta DR Tantan Hermansah mengungkapkan, kasus bullying atau perundungan di dunia pendidikan merupakan fenomena gunung es yang perlu menjadi perhatian khusus. Apalagi belakangan kasus tersebut kian marak.

“Kasus bullying ini bagaikan gunung es. Kita harus memahaminya secara komprehensif, karena ini hanya menggambarkan ujung dari masalah sosial yang jauh lebih besar, terutama berkaitan dengan ketimpangan ekonomi dan kekuasaan,” katanya, Jumat (6/10/2023).

DR Tantan menyoroti beberapa faktor yang berkontribusi pada kasus bullying di sekolah. Pertama, lembaga pendidikan cenderung memberikan penghargaan lebih besar kepada siswa yang berprestasi secara akademik daripada yang memiliki prestasi non-akademik.

“Seringkali, lembaga pendidikan mengabaikan aspek-aspek moral, empati, simpati, dan perhatian yang sebenarnya sangat penting,” ungkapnya.

Kedua, lembaga pendidikan seringkali memberi penghargaan kepada siswa-siswa yang meraih prestasi akademik tertinggi, sementara tindakan baik yang berakar dari hati sering diabaikan.

“Mungkin kita belum serius mempertimbangkan indikator dan parameter yang berkaitan dengan tindakan yang bersumber dari hati,” jelasnya.

Meskipun demikian, menurut DR Tantan kasus bullying tidak bisa hanya disalahkan pada lingkungan sekolah atau rumah saja. Kedua lingkungan tersebut memiliki peran penting dalam membentuk perilaku anak-anak.

“Kedua lingkungan itu saling terkait. Kita tidak bisa menyalahkan hanya keluarga atau sekolah, keduanya berpengaruh. Oleh karena itu, penting untuk membangun integrasi antara visi sekolah dan visi keluarga sejak awal,” katanya.

“Terkadang, banyak keluarga yang mengandalkan sekolah sepenuhnya, sehingga di rumah mereka menganggap pekerjaan mereka sudah selesai. Hal itu tidak boleh terjadi. Waktu anak di sekolah seberapa banyak pun, tanggung jawab orang tua di rumah tetap ada,” tambahnya. (BeritaSatu)

Baca Juga:

  1. LPSK: Indonesia Darurat Kekerasan Seksual
  2. Kasus Kekerasan Anak Meningkat, Kekerasan Seksual Terbanyak: Ini Datanya 4 Tahun Terakhir
  3. Darurat Narkoba, Jokowi Ungkap Ada Usulan Rehabilitasi Pengguna Dilakukan di Rindam

Komentar