oleh

Kemendikbud: Pembukaan Kampus Mengacu Pada SKB 4 Menteri

Jakarta, Karosatuklik.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan () mengatakan pembukaan kampus di tengah pandemi virus corona masih mengacu pada Surat Keputusan Bersama 4 Menteri yang diumumkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada akhir 2020.

Dalam SKB 4 Menteri itu dijelaskan bahwa perguruan tinggi bisa melakukan aktivitas belajar tatap muka atas izin pimpinan perguruan tinggi, Satuan Tugas Penanganan setempat, pemerintah daerah dan orang tua/mahasiswa.

“SKB 4 Menteri yang telah diumumkan pada November 2020 menyebutkan bahwa pimpinan perguruan tinggi dapat mengizinkan aktivitas mahasiswa di kampus jika memenuhi protokol kesehatan dan kebijakan dirjen dikti,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud Nizam melalui keterangan tertulis, dikutip Senin (8/3/2021).

Nizam mengatakan pemberian vaksinasi Covid-19 kepada mahasiswa baru akan diberikan kepada mahasiswa kedokteran yang sedang menjalani praktik pendidikan di rumah sakit rujukan Covid-19. Pihaknya tengah mendorong agar seluruh mahasiswa mendapat vaksinasi Covid-19.

Baca Juga :  Resmi Buka Golkar Institute, Airlangga Dorong Kader Golkar Jadi Katalisator Perubahan

Pola+pembelajaran+pendidikan+anak+usia+dini,+pendidikan+dasar+dan+pendidikan+menengah+di+tahun+ajaran+2020+2021

 

Diketahui, mahasiswa tidak masuk kelompok prioritas menurut Kementerian . Vaksinasi di lingkungan pendidikan saat ini, baru dilakukan terhadap pendidik dan tenaga kependidikan di PAUD, SD, SLB, SMP, SMA, SMK serta pendidikan tinggi.

“Kemendikbud terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk menghadirkan layanan vaksinasi bagi warga satuan pendidikan,” ujar Nizam.

“Dengan demikian, vaksinasi Covid-19 ini dapat mengakselerasi persiapan pembelajaran tatap muka di lingkungan pendidikan tinggi,” katanya.

Nizam berharap vaksinasi Covid-19 terhadap para mahasiswa ini dapat mempercepat pembukaan perguruan tinggi di tengah pandemi. Ia ingin seluruh pihak bersabar sampai ada keputusan vaksinasi terhadap mahasiswa.

Panduan-Sekolah-1-700x399

Sebelumnya, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Paristiyanti Nurwardani mengatakan mahasiswa belum masuk kelompok priortias penerima .Pemerintah masih mempersiapkan Surat Keputusan Bersama (SKB) antarmenteri terkait vaksinasi yang menyasar lingkup pendidikan Indonesia.

“Vaksinasi corona untuk siswa, guru, dosen, dan tenaga pendidik akan diupayakan segera sesuai ketersediaan vaksin. Saat ini tengah disiapkan SKB antarmenteri terkait,” kata Paris.

Baca Juga :  Bambang Brodjo Pamit dari Menristek

Sementara pihak kampus mendorong pembukaan kampus dilakukan setelah seluruh warga pendidikan sudah divaksin.

Sejumlah rektor perguruan tinggi negeri juga meminta mahasiswa dijadikan prioritas penerima vaksin. (cnnindonesia.com)

Suka dengan tulisan ini? Yuk, Bagikan!

Komentar

Topik Terkait