Berastagi, Karosatuklik.com – Pemerintah Kabupaten Karo melalui DP3AP2KB Kabupaten Karo berkolaborasi dengan DPPA-KB Provinsi Sumatera Utara menggelar kegiatan trauma healing yang dilaksanakan selama 2 hari bagi 310 murid SMA Negeri 1 Berastagi dan 130 murid Yayasan Bersama Berastagi yang terdampak MBG pada 13 Agustus 2026, melalui kegiatan bertajuk “Curhat, Healing, and Let’s Grow Goes to School”, pada Senin (14/9/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang bagi para murid untuk berbagi cerita, mengekspresikan perasaan, serta memperoleh dukungan dan pendampingan dalam suasana yang nyaman dan menyenangkan.
Melalui berbagai aktivitas interaktif, para murid diajak berkomunikasi, bermain, dan mengikuti kegiatan yang mendukung pemulihan serta penguatan kondisi emosional.

Kegiatan “Curhat, Healing, and Let’s Grow Goes to School” merupakan bentuk kolaborasi lintas instansi dalam memberikan dukungan psikososial bagi anak dan remaja, khususnya melalui ruang yang aman untuk bercerita, berbagi pengalaman, dan mengekspresikan diri.
Kegiatan ini diharapkan dapat membantu para murid menjalani aktivitas belajar dengan lebih tenang, nyaman, dan percaya diri.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Medan, Donal Simanjuntak, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Prov. Sumut, Zulkarnain Barus, S.Pd, M.Pd, perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Sumut; perwakilan DPPA-KB Sumut, Kepala DP3AP2KB Kabupaten Karo, Data Martina Br. Ginting, AP., M.Si, didampingi Kepala SMA Negeri 1 Berastagi, Normawati Martiana Ginting, S.Pd.
Tujuan Utama Program

- Dukungan Psikososial: Memberikan ruang yang aman bagi anak dan remaja untuk bercerita, mengekspresikan perasaan, dan berbagi pengalaman setelah mengalami situasi darurat.
- Kenyamanan Belajar: Membantu para murid agar dapat kembali menjalani aktivitas belajar di sekolah dengan perasaan tenang, nyaman, dan kembali percaya diri
- Aktivitas Program: Pemulihan dilakukan melalui berbagai pendekatan interaktif dan menyenangkan, seperti sesi diskusi kelompok (sharing session), permainan edukatif, serta komunikasi dua arah guna menguatkan kondisi emosional siswa. (R1)













Komentar