oleh

Kunjungi Kampung Suku Sasak Lombok, Bamsoet: Daya Tarik Wisata MotoGP Mandalika

Lombok, Karosatuklik.com – Ketua RI sekaligus Ketua Umum Ikatan Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo memastikan para pembalap dan crew yang berlaga dalam MotoGP dan World Superbike (WSBK) di Sirkuit Mandalika, hingga para turis yang datang ke Lombok akan mendapatkan pengalaman yang tidak terlupakan.

Selain menikmati adrenalin balap, mereka juga bisa menikmati panorama alam yang sangat indah dan asri, serta kekayaan seni dan budaya khas masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB).

Salah satunya dengan mengunjungi Kampung Sade, tempat tinggal suku asli Sasak, yang sudah 15 generasi tinggal disini. Dihuni sekitar 700 jiwa penduduk, menempati sekitar 150 rumah adat di areal lahan sekitar 2 hektar.

Mereka tidak tergerus modernisasi, tetap mempertahankan kearifan lokal warisan leluhur. Siapapun yang berkunjung kesini, dijamin mendapatkan kesan mendalam,” ujar Bamsoet usai berkunjung ke Kampung Sade, di Lombok, Rabu (7/4/2021).

Turut hadir Gubernur NTB Zulkieflimansyah, Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri dan Ketua Kelompok Sadar Sanah Ardinata. Hadir pula pengurus IMI Pusat, antara lain Wakil Ketua Umum Internasional dan Event Judiarto, Komunikasi dan Media Sosial Hasby Zamri, Hubungan Antar Lembaga Andrys Ronaldi, dan Komisi Sosial George Alexander.

Baca Juga :  Ini 33 Tol yang Beroperasi di Era Jokowi, Wacana Tol Medan - Berastagi 'Dianaktirikan'

Serta jajaran Mandalika Grand Prix Association (MGPA), antara lain Head Advisor Prasetyo Edi Marsudi yang juga Pembina IMI Pusat sekaligus Ketua DPRD , dan Chief Strategic Communication Officer Happy Harinto.

Ketua RI ke-20 ini menjelaskan, sejak tahun 1965, Kampung Sade telah dikunjungi wisatawan domestik dan mancanegara.

Sebelum pandemi , rata-rata per bulannya tidak kurang dari 18 ribu wisatawan domestik dan 8 ribu wisatawan mancanegara berkunjung ke Kampung Sade.

“Turis yang ingin datang kesini tidak perlu khawatir. Karena Kampung Sade dan berbagai destinasi wisata di Lombok telah mendapatkan sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety and Environment Sustainability) dari Kementerian dan Ekonomi Kreatif,” jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menerangkan, warga Kampung Sade mengandalkan mata pencaharian dengan menjadi petani sawah tadah hujan. Serta memproduksi kerajinan tenun dan pernak pernik, yang bisa dimanfaatkan untuk peningkatan ekonomi masyarakat Lombok dalam menghadapi MotoGP dan WSBK.

Baca Juga :  Resmikan Warung Anak Desa di Kota Binjai, Amir Hamzah: Sektor Kuliner Memberi Kontribusi Pertumbuhan Ekonomi Masa Pandemi

Di Kampung Sade ada tiga tipe bangunan utama. Yakni Bale Lumbung tempat penyimpanan hasil panen. Bale Berugaq tempat berkumpul warga untuk saling bercengkrama. Serta Bale Petani, sebagai hunian tempat tinggal.

Salah satu kekhasannya, mereka membersihkan lantai rumah menggunakan kotoran kerbau yang masih hangat agar tidak terlalu bau.

“Mengepel menggunakan tangan langsung, tidak menggunakan alat. Menjadi daya tarik tersendiri yang tidak ditemukan di daerah ataupun negara lain,” pungkas Bamsoet. (R1)

Komentar

Topik Terkait