oleh

Pintu Gerbang Bagian Utara Danau Toba, Kementerian PUPR Diminta Memperlebar Jalan Menuju DTW Tongging

-Karo-182 x Dibaca

Kabanjahe, Karosatuklik.com – Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) melalui Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terus menggencarkan pengembangan Destinasi Pariwisata Super Prioritas Danau Toba.

Kami sangat bersyukur atas inisiatif pemerintah pusat dalam mengembangkan Danau Toba sebagai kawasan pariwisata strategis. Untuk itu, kami dari DPRD Karo, mengapresiasi , sebagai pintu gerbang bagian utara Kaldera Toba maupun Super Prioritas Danau Toba.

Hal itu diungkapkan anggota DPRD Karo , SH menyikapi gencarnya perhatian pusat ke Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba, menjawab Karosatuklik.com, Senin (22/2/2021) di Kabanjahe.

“Kami akan terus mendukung usaha pembangunan ini, serta memupuk dukungan dari seluruh pihak, baik pemerintah serta masyarakat setempat. Namun demikian dia juga mengingatkan Kementerian terkait agar pembangunan kawasan Danau Toba ada pemerataan pembangunan berskala nasional, sehingga tidak terjadi disparitas antara bagian utara dan selatan Danau Toba,” harapnya.

Baca Juga :  Bukan Teknologi, Pertanian 4.0 Diawali dengan Inovasi Sumber Daya Sosial

TONGGING (1)

Demikian juga Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mendorong masyarakat untuk menumbuhkan rasa bangga menggunakan produk lokal termasuk produk asal Sumatera Utara melalui gerakan Beli Kreatif Danau Toba.

Semua kementerian berkolaborasi dan bersinergi, hal ini tentunya patut diapresiasi dalam memajukan Danau Toba, ungkapnya.

Seperti diketahui Kemenparekraf/Baparekraf telah menyusun tiga strategi utama yakni inovasi, adaptasi, dan kolaborasi agar dapat terus menggairahkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia.

Sejalan dengan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) yang telah dicanangkan Presiden pada 2020, Kemenparekraf juga telah melaksanakan program Beli Kreatif Lokal yang bertujuan untuk memberikan pendampingan dan pemasaran produk artisanal ekonomi kreatif subsektor fesyen, kriya, dan kuliner di wilayah Jabodetabek.

TONGGING 2

“Otomatis akan memacu tingkat kunjungan wisatawan datang ke Sumut, khususnya . Kita punya paket wisata lengkap, bervariatif dan sudah terbentuk, tidak hanya mengandalkan danau, tapi juga ada wisata alam pegunungan,” katanya.

Baca Juga :  Bupati Karo Terima Audiensi Panitia Pembangunan Kantor Klasis GBKP Kabanjahe – Sukarame

Menurut Firman Firdaus Sitepu, pembangunan infrastruktur transportasi di wisata super prioritas Danau Toba perlu dipercepat. Hal ini menyikapi lambannya progres pembangunan Dermaga Tongging. Dalam hal ini, perlu juga memprioritaskan pentingnya pelebaran infrastruktur jalan menuju DTW Tongging.

“Kalau Kementerian Perhubungan membangun Dermaga, supaya Kementerian PUPR memperlebar jalan menuju Tongging, sinergi dan kolaborasi ini akan mempercepat pembangunan bagian utara sehingga pada akhirnya dapat mendongkrak laju perekonomian masyarakat sekitar, katanya.
“Untuk mendongkrak pariwisata Kabupaten Karo, Kementerian Perhubungan RI selaku pengelola pembangunan Dermaga Tongging, agar juga melengkapi sarana dan prasarana pendukung termasuk kebutuhan Kapal Motor di bagian utara (Pelabuhan Tongging),” sebutnya.

Objek Lengkap dan Fariatif

Sebelumnya, Bupati Karo menyebutkan dengan nanti selesainya Pelabuhan Tongging, wisatawan akan semakin ramai. Pasalnya, spot wisata di Tanah Karo, lengkap, fariatif dan atraktif, diantaranya Berastagi, Taman Hutan Raya Bukit Barisan, Taman Simalem Resort yang berkelas internasional, Taman Alam Lumbini, Hotspring Raja Berneh, atraksi kesenian dan budaya tradisional.

Baca Juga :  Bamsoet Dorong Sirkuit Mandalika Selesai Juni 2021

“Jadi wisatawan tidak bosan, karena kita juga ada Volkano Park Sinabung, peninggalan sejarah, Air Terjun Sipiso-piso, Hotel-hotel berbintang dan lainnya serta panorama alam dan danau yang indah didukung udara yang sejuk sepanjang musim,” papar Bupati Karo.

Ia mengatakan pembangunan DTW Tongging untuk mendukung pariwisata Danau Toba. “Selain untuk konektivitas masyarakat antara satu tempat ke tempat lain di seputaran DTW Tongging, pembangunan pelabuhan atau dermaga Tongging ini dilakukan juga untuk mendukung pariwisata bagian utara Danau Toba,” tuturnya. (R1)

Suka dengan tulisan ini? Yuk, Bagikan!

Komentar

Topik Terkait