Polres Tanah Karo Panen Raya Jagung Kuartal III: Polri Salurkan 1.765 Ton Jagung ke Bulog Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Karo4015 Dilihat

Kabanjahe, Karosatuklik.com – Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Tanah Karo, AKBP Eko Yulianto, SH, SIK, MM, M.Tr. Opsla, bersama jajaran dan unsur Forkopimda melaksanakan Panen Raya Serentak Kuartal III di Desa Singgamanik, Kecamatan Munte, Kabupaten Karo, Sabtu (27/9/2015).

Acara yang dimulai pukul 10.00 WIB ini juga diikuti secara virtual melalui zoom meeting bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang memimpin kegiatan Panen Raya dari Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, yang diikuti jajaran Polri seIndonesia.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, para PJU Polres Tanah Karo, Kapolsek, Danramil 06 Munte Kapten Inf. J.E. Sembiring, perwakilan Camat Munte, pihak Bulog, BPS Karo, UPT Pertanian, serta Kepala Desa Singgamanik bersama tokoh masyarakat dan kelompok tani.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Tanah Karo bersama para pejabat terkait ikut memanen jagung di lahan seluas 2 hektar milik petani setempat.

“Panen raya ini merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. Polri siap mengawal dan mendukung penuh program pemerintah agar masyarakat merasakan manfaat langsung,” ujar AKBP Eko Yulianto.

Ia menambahkan, keterlibatan Polri dalam program pertanian diharapkan mampu memberi semangat baru bagi petani dan memastikan jalannya distribusi pangan tetap aman dan lancar.

Kegiatan berjalan lancar dan penuh keakraban, ditutup dengan silaturahmi bersama petani serta tokoh masyarakat di Desa Singgamanik.

Tahukah Anda? Polri Salurkan 1.765 Ton Jagung Hasil Panen Raya ke Bulog untuk Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Sebanyak 1.765 ton jagung hasil panen raya Kuartal III berhasil disalurkan ke gudang Badan Urusan Logistik (Bulog).

Langkah strategis ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di seluruh wilayah Indonesia.

Penyaluran jagung ini dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo pada Sabtu, 27 September, di Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan. Dari total tersebut, 614 ton berasal dari Provinsi Sumatera Selatan dan 100 ton khusus dari OKU diprioritaskan untuk Bulog. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat cadangan pangan nasional secara signifikan.

Gerakan panen raya dan distribusi hasil pertanian ini bukan kali pertama dilakukan oleh Polri. Sepanjang periode Juli hingga September 2023, Polri telah berhasil memanen jagung dari lahan seluas 166.512 hektare di berbagai daerah. Produksi jagung nasional terus bertambah berkat kontribusi aktif dari institusi kepolisian.

Sinergi Polri dan Bulog dalam Penguatan Cadangan Pangan

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa penyaluran jagung ini adalah wujud nyata sinergi antara Polri dan Bulog. Kerjasama ini memiliki peran krusial dalam memperkuat cadangan pangan nasional. Keberadaan cadangan yang memadai sangat penting untuk menghadapi potensi gejolak harga maupun ketersediaan komoditas.

“Khususnya hari ini, kita akan memberangkatkan sebanyak 1.765 ton jagung untuk diserap Bulog dan khusus di Provinsi Sumsel sebanyak 614 ton dan 100 ton dari Oku akan kita prioritaskan ke Bulog,” kata Listyo saat menghadiri panen raya Kuartal III di OKU Timur, Sumatera Selatan. Pernyataan ini menunjukkan fokus Polri pada daerah-daerah penghasil utama. Penyerapan oleh Bulog juga memberikan kepastian pasar bagi para petani.

Total produksi jagung yang berhasil dikelola Polri dari Juli hingga September 2023 mencapai lebih dari 751 ribu ton. Angka ini menambah akumulasi produksi jagung nasional yang sejak awal tahun sudah menembus 2,8 juta ton. Kontribusi signifikan ini membantu menjaga stabilitas pasokan jagung di pasar domestik.

Dampak Positif bagi Petani dan Masyarakat

Dengan adanya aliran hasil panen ke gudang resmi Bulog, Kapolri Listyo Sigit Prabowo yakin petani akan mendapatkan kepastian pasar. Kepastian ini sangat penting untuk meningkatkan motivasi dan kesejahteraan petani. Petani tidak perlu khawatir hasil panennya tidak terserap atau harganya anjlok.

Selain itu, masyarakat juga akan memperoleh jaminan ketersediaan jagung untuk kebutuhan konsumsi maupun industri. Ketersediaan yang stabil akan membantu menjaga harga tetap terjangkau. Ini merupakan langkah proaktif pemerintah dalam mengantisipasi kebutuhan pangan.

“Oleh karena itu, kami terus berupaya mewujudkan hal tersebut dengan dukungan penuh dari kementerian terkait, kemudian juga mitra-mitra strategis, masyarakat, gapoktan, sehingga saat ini dengan kerjasama yang ada,” jelas Kapolri. Dukungan dari berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan program ini. Kerjasama lintas sektor memastikan program berjalan efektif dan efisien.

Komitmen Jangka Panjang Polri dalam Ketahanan Pangan

Upaya Polri dalam mengelola lahan dan mendistribusikan hasil panen jagung merupakan bagian dari komitmen jangka panjang.

Ini bukan sekadar kegiatan sesaat, melainkan strategi berkelanjutan. Program ini dirancang untuk terus mendukung program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Polri secara konsisten telah memberikan hasil panen dari lahan yang mereka kelola. Inisiatif ini menunjukkan peran aktif institusi kepolisian di luar tugas pokoknya. Kehadiran Polri di sektor pertanian memberikan dampak positif yang luas.

Keberlanjutan program ini diharapkan dapat terus meningkatkan produksi jagung nasional. Peningkatan produksi akan berbanding lurus dengan stabilitas pasokan dan harga. Pada akhirnya, hal ini akan memberikan manfaat langsung bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia. (R1/Merdeka.com)

Baca Juga:

  1. Panen Raya Jagung Kuartal II, Kapolres Tanah Karo: Langkah Nyata Menuju Lumbung Pangan Dunia
  2. Perayaan Krida Pertanian Kabupaten Karo 2025, AKBP Eko Yulianto: Polri Dukung Ketahanan Pangan Nasionalzzz
  3. Polres-Pemkab Karo Panen Raya Jagung 6,9 Ton Per Hektar, Bupati Antonius Ginting: Lampaui Rata-rata Provinsi dan Nasional

Komentar