Priska Paramita: Istri Keponakan SYL Hobi Pamer Hidup Mewah, Jebolan Indonesian Idol

Catatan Redaksi729 x Dibaca

Jakarta, Karosatuklik.com – Kasus dugaan korupsi yang menjerat mantan Kenteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo berbuntut panjang.

Akibat kasus dugaan korupsi itu, keluarga besar Syahrul Yasin Limpo turut menjadi sorotan publik. Salah satunya adalah Priska Paramita.

Ia merupakan istri dari keponakan Syahrul, yakni Adnan Purichta Ichsan yang kini menjabat sebagai Bupati Gowa, Sulawesi Selatan.

Selain karena memiliki hubungan keluarga dengan Syahrul Yasin Limpo, Priska Paramita juga jadi perhatian publik karena dianggap gemar memamerkan kekayaannya di media sosial.

Ia dinilai memiliki gaya hidup hedon karena kerap menunjukkan gaya hidup mewah, mulai dari barang yang ia kenakan hingga kegiatan lainnya yang dianggap tak sesuai dengan statusnya sebagai istri bupati.

Semua itu diungkap oleh akun X (dahulu Twitter) @bung_madin. Pada Rabu (11/10/2023), akun tersebut mengunggah sejumlah foto dan video Priska yang tengah memamerkan gaya hidupnya.

Dia ntaranya foto dan video ketika ia jalan-jalan dengan menaiki helikopter bersama sejumlah rekan sosialitanya.

“Beberapa catatan yg berhasil bung madin temukan yaitu unggahan video mewah seperti sedang jalan2 naik Helikopter. Pertemanannya juga pada pamer2 harta, seharusnya istri pejabat tak pantas seperti itu,” tulis akun itu dalam unggahannya.

Dalam video itu, terlihat Priska bersama ibu-bu lainnya tengah menaiki helikopter yang tengah terbang di atas sebuah kota.

Mereka duduk berjejer di dalam helikopter tersebut sambil mengabadikan momen itu dengan telepon selularnya.

Tak hanya itu, akun X @bung_madin juga mengunggah foto Priska yang tengah menenteng sebuah tas mewah yang diduga bermerk Louis Vuitton.

Lantas seperti apakah sosok Priska Paramita? Simak ulasannya sebagai berikut.

Profil Priska Paramita

Priska Paramita merupakan perempuan kelahiran 22 Mei 1989. Dengan begitu, kini usianya telah memasuki 34 tahun.

Selain sebagai istri Bupati Gowa, Priska juga merupakan seorang dokter Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar. Hal itu diketahui dari profil sang suami yang menyematkan gelar dokter itu di depan nama Priska Paramita.

Finalis Indonesian Idol

Sebelum menjadi istri Adnan Purichta Ichsan, keponakan Syahrul Yasin Limpo, Priska pernah mengadu nasib dalam ajang pencarian bakat Indonesia Idol pada 2007.

Ketika itu, Priska masih tercatat sebagai mahasiswa. Dalam ajang Indonesia Idol itu ia sempat masuk babak 8 besar dan setelah itu ia terdepak.

Pada 2011, barulah ia menikah dengan Adnan, yang ketika itu menjabat sebagai Anggota DPRD Sulawesi Selatan.

Pada 2016, suaminya terpilih menjadi Bupati Gowa periode 2016-2021, lalu ia terpilih kembali pada periode kedua yakni 2021-2026.

Biodata Priska Paramita

Nama lengkap: Priska Paramita

Tanggal lahir: 22 Mei 1989

Pendidikan: Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar.

Prestasi: FInalis babak 8 besar Indonesian Idol 2007

Suami: Adnan Purichta Ichsan

Pekerjaan suami: Bupati Gowa

Profil 2 Adik Eks Mentan Syahrul Yasin Limpo, Sekeluarga Kompak Terjerat Kasus Korupsi

Sosok dua adik eks Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mendadak jadi sorotan karena pernah terjerat kasus korupsi. Kedua adik SYL yang terjerat korupsi itu bernama Dewie Yasin Limpo dan Haris Yasin Limpo.

Diketahui SYL baru saja resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi di lingkungan Kementerian Pertanian (Kementan) pada Rabu (11/10/2023) malam. Seakan kompak dalam keluarga, simak profil 2 adik SYL yang terjerat kasus korupsi berikut ini.

Profil Dewie Yasin Limpo

Dewie Yasin Limpo lahir di Makassar, Sulawesi Selatan pada 8 November 1959 sehingga kini berusia 63 tahun. Dia merupakan adik eks Mentan Syahrul Yasin Limpo.

Rekam jejak politik Dewi tergabung dalam Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Dia kemudian terpilih sebagai anggota DPR RI periode 2014-2019. Dewie terdaftar sebagai anggota legislatif untuk Komisi VII DPR RI yang membidangi Energi, Sumber Daya Mineral, Riset & Teknologi, Lingkungan Hidup.

Dewie bergelar Sarjana Ekonomi (SE) lulusan STIEM Kalpataru tahun 2008. Sebelum bergabung dengan Partai Hanura, Dewie sempat bergabung di Kosgoro yang merupakan sayap partai Golkar. Selain itu Dewie merupakan Ketua Umum Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI).

Dewie sempat maju dalam pemilihan umum Bupati Takalar 2007 dan pemilihan umum Wali Kota Makassar 2009. Dia juga pernah menjadi caleg dari Partai Bulan Bintang dan Partai Demokrasi Kebangsaan. Hingga akhirnya Dewi terpilih menjadi anggota DPR untuk masa jabatan 2014-2019 dan bergabung dengan Partai Hanura.

Dewie juga menduduki jabatan mentereng seperti Komisaris CIPTASIAR SARANA AKTUAL (1997-2014). Selain itu dia adalah direktur PT. MARIMBA UTAMA (1988-2014) dan komisaris PT. AYUDIA GAYA (1987-2014).

Pada tahun 2015, Dewie terjerat kasus korupsi. Dia terbukti menerima suap terkait pengadaan anggaran untuk pembangkit listrik di Kabupaten Deiyai, Papua. KPK yang mencium gelagat buruknya langsung menangkap Dewie pada Oktober 2015.

Atas perbuatannya, Dewie dijatuhi vonis 6 tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider 3 bulan oleh Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta pada 13 Juni 2016. Namun tingkat Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, vonis Dewie diperberat jadi 8 tahun penjara. Dewie kemudian bebas penjara pada 25 Agustus 2022 setelah mendapat remisi atau pengurangan masa hukuman 4 bulan 15 hari.

Profil Haris Yasin Limpo

Haris Yasin Limpo adalah adik eks Mentan Syahrul Yasin Limpo. Dia dikenal sebagai seorang politisi. Haris mengawali kariernya dengan duduk sebagai anggota DPRD Makassar periode 2009-2014.

Dalam catatan kariernya, Haris pernah memegang posisi strategis di Partai Golkar. Saat itu dia menjabat sebagai Ketua Harian Partai Golkar Makassar. Haris juga pernah masuk dalam jajaran Komisaris Utama PT Kawasan Industri Makassar (KIMA) tahun 2016 sillam.

Pada 2015-2019, Haris menjabat sebagai Direktur Utama (Dirut) PDAM Makassar. Setelah dari PDAM pada 2019, dia sempat mencoba peruntungan maju sebagai bakal calon anggota DPR RI dari Partai Golkar. Haris ketika itu maju di Dapil Sulsel 1 yang meliputi Makassar, Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, dan Selayar

Pada April 2023, Haris ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi PDAM Makassar dengan kerugian negara mencapai Rp 20 miliar. Korupsi itu dilakukan Haris ketika menjabat sebagai Dirut PDAM Makassar pada 2016-2017.

Atas perbuatannya, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tipikor Makassar menjatuhkan vonis 2 tahun 6 bulan penjara terhadap Haris pada 5 September 2023. Selain dijatuhkan vonis 2 tahun 6 bulan, Haris juga diharuskan untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 1 miliar lebih. (Kontributor : Trias Rohmadoni/Suara.Com)

Komentar