Rivian R2 di AS mulai Dikirim kepada Pelanggan 9 Juni 2026

Otomotif2384 Dilihat

Jakarta, Karosatuklik.com – Rivian akan melakukan pengiriman perdana mobil SUV listrik R2 pada 9 Juni 2026 di Amerika Serikat, setelah membuka undangan pemesanan dan sesi uji coba kendaraan.

Melansir Engadget, Jumat (29/5/2026) waktu setempat, Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat atau Environmental Protection Agency (EPA) telah merilis hasil pengujian resmi yang menunjukkan bahwa Rivian R2 memiliki jarak tempuh lebih jauh dibandingkan Tesla Model Y meski dimensinya lebih besar dan bobotnya lebih berat.

Berdasarkan data yang dipublikasikan melalui situs Fuel Economy milik Departemen Energi Amerika Serikat, varian Rivian R2 Performance AWD dengan roda 21 inci memiliki jarak tempuh 531 kilometer dalam sekali pengisian daya.

SUV listrik tersebut juga mencatat efisiensi gabungan sebesar 105 MPGe (Miles Per Gallon Equivalent), ukuran yang digunakan EPA untuk menilai efisiensi kendaraan listrik.

Sebagai perbandingan, Tesla Model Y AWD model 2026 memiliki jarak tempuh 492 kilometer dengan tingkat efisiensi yang sama, yakni 105 MPGe.

Rivian R2 memiliki bobot sekitar 360 kilogram lebih berat dibandingkan Model Y. Selain itu, R2 juga memiliki bodi yang lebih tinggi dan desain yang dinilai kurang aerodinamis dibandingkan SUV listrik milik Tesla.

Sementara itu, Rivian menyebut varian R2, yang menggunakan roda all-terrain berukuran 20 inci, menawarkan jarak tempuh yang lebih pendek, yakni 494 kilometer, dengan efisiensi gabungan 99 MPGe.

Pemilik kendaraan seri R1 yang telah melakukan reservasi sebelumnya akan memperoleh prioritas pengiriman lebih cepat. Rivian juga menyatakan sebagian pelanggan lain yang telah melakukan reservasi akan dipilih secara acak untuk masuk dalam gelombang pengiriman tahap awal.

Pelanggan yang menyelesaikan pemesanan setelah menerima undangan diperkirakan akan menerima kendaraan dalam waktu dua hingga enam minggu.

Rivian Bangun Unit Perdana SUV Listrik R2 jelang Produksi Massal

Produsen kendaraan listrik asal Amerika Serikat, Rivian, mulai membangun unit perdana model SUV listrik terbarunya, Rivian R2, di fasilitas produksinya di Normal, Illinois, Amerika Serikat.

Tahap ini menandai langkah penting bagi Rivian sebagai perusahaan kendaraan listrik yang relatif muda dalam mempersiapkan produksi massal model tersebut.

Dilansir dari Arena EV pada Sabtu, Rivian menyatakan unit R2 yang pertama kali keluar dari lini produksi tersebut masih berupa validation builds atau unit validasi.

Unit ini belum ditujukan untuk konsumen, melainkan digunakan untuk menguji kesiapan mesin, robot, serta alur produksi guna memastikan kendaraan dapat dirakit secara akurat dan efisien sebelum produksi skala penuh dimulai.

Sebelumnya, Rivian telah membuktikan kemampuannya merancang dan memproduksi kendaraan listrik melalui model R1T dan R1S.

Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan perusahaan mampu memproduksi kendaraan dengan harga lebih terjangkau dalam jumlah besar tanpa kendala kualitas.

Unit validasi Rivian R2 akan dimanfaatkan untuk mengidentifikasi potensi masalah pada komponen maupun peralatan produksi sebelum diproduksi secara massal.

Salah satu daya tarik utama Rivian R2 terletak pada harganya. Berbeda dengan model Rivian sebelumnya yang kerap dipasarkan di atas 90.000 dolar AS, Rivian R2 diproyeksikan memiliki harga awal sekitar 45.000 dolar AS.

Dengan harga tersebut, Rivian R2 diharapkan mampu bersaing dengan SUV listrik populer lainnya, seperti Tesla Model Y. Harga tersebut merupakan estimasi untuk varian dasar, sementara versi dengan spesifikasi lebih tinggi diperkirakan akan diluncurkan lebih awal.

Rivian R2 akan tersedia dalam tiga pilihan konfigurasi motor, yakni satu motor, dua motor, dan tiga motor listrik. Varian performa tertinggi diklaim mampu berakselerasi dari 0 hingga 100 kilometer per jam dalam waktu kurang dari tiga detik.

Dari sisi jarak tempuh, Rivian menyebut R2 mampu melaju setidaknya 482 kilometer dalam sekali pengisian daya penuh.

Meski lebih ringkas, R2 tetap dirancang untuk berkendara di jalur ekstrem dengan ground clearance mencapai 24,9 sentimeter, sehingga mampu melintasi medan berbatu maupun jalur tanah.

Di bagian interior, kursi dapat dilipat rata sepenuhnya untuk menciptakan ruang datar yang cukup bagi dua orang dewasa untuk beristirahat saat kegiatan berkemah.

Beberapa bulan ke depan menjadi periode krusial bagi Rivian. Sepanjang 2025, permintaan terhadap model-model premium Rivian dilaporkan mengalami penurunan. Keberhasilan Rivian R2 dinilai menjadi kunci bagi kelanjutan pertumbuhan perusahaan.

Pabrik Rivian di Illinois disiapkan untuk memproduksi hingga 155.000 unit SUV listrik R2 per tahun. Apabila tahap pengujian berjalan sesuai rencana, Rivian berpeluang bertransformasi dari perusahaan rintisan menjadi produsen kendaraan listrik berskala besar. (R1/Ant)

Bagikan Ke :

Komentar