Aceh-Medan Dulu 12 Jam, Sekarang Via Jalan Tol Trans Sumatera Cuma 5 Jam Saja

Sumut13264 x Dibaca

Medan, Karosatuklik.com – Pembangunan mega proyek tol Banda Aceh-Medan ruas jalan tol ini punya konstruksi dengan bentang sejauh 513 Km.

Ruas jalan tol Banda Aceh-Medan dibagi dalam 5 tol, yakni tol Banda Aceh-Sigli, Sigli-Lhokseumaw, Lhokseumawe-Langsa, Langsa-Binjai dan Binjai-Medan.

Dengan hadirnya ruas jalan tol tersebut, maka mobilitas masyarakat akan semakin mudah.

Hal ini disampaikan oleh anggota DPR RI Fraksi PKB Daerah Pilihan Aceh II, H. Ruslan M. Daud. Ruslan menyebutkan, kalau waktu tempuh perjalanan dari Banda Aceh ke Medan maupun sebaliknya melewati jalan nasional bisa mencapai 10-12 jam.

“Namun dengan kehadiran ruas jalan tol Banda Aceh-Medan, jarak tempuhnya bisa dipangkas jadi sekitar 5-6 jam saja,” ujarnya.

Menurutnya, mobilitas yang semakin cepat antara dua wilayah ini jelas akan memberikan dampak di sektor perekonomian.

Seperti berkurangnya biaya logistis di kawasan-kawasan produktif hingga meninggaktkan daya saing produk dalam negeri.

Sehingga pertumubuhan ekonomi bisa terjadi, khususnya di wilayah yang dilewati ruas tol Banda Aceh-Medan.

Pembangunan infrastruktur jalan tol telah menjadi salah satu tonggak penting dalam upaya meningkatkan konektivitas antarwilayah di Indonesia.

Salah satu proyek yang sedang dalam proses adalah penyambungan yakni Aceh-Medan.

Selama ini jika menempuh perjalanan dari Medan ke Aceh menggunakan jalur darat bisa memakan waktu yang cukup lama.

Secara umum, waktu tempuh dari Medan ke Banda Aceh adalah sekitar 10-12 jam.

Namun itu masih tergantung pada beberapa faktor seperti lalu lintas, kondisi jalan, dan kecepatan kendaraan.

Saat ini pemerintah pusat tengah berupaya menyambungkan Provinsi Aceh hingga ke Ibukota Provinsi Sumatera utara melalui jalur tol.

Kehadiran ruas tol yang menghubungkan Aceh-Medan, aksesibilitas antarwilayah akan menjadi lebih cepat dan mudah.

Perjalanan yang sebelumnya memerlukan waktu yang cukup lama akan menjadi lebih dekat.

Tol Medan Aceh ini termasuk dalam proyek jalan tol trans sumatera. Dimana ada 5 ruas tol yang menghubungkan dua provinsi besar di pulau sumatera ini.

Dari kelima ruas tol itu, 3 diantaranya berada di Provinsi Aceh, sementara dua nya berada di Provinsi Sumatera Utara.

Inilah daftar 5 ruas tol yang menghubungkan Aceh – Medan sebagai berikut:

1.Ruas Tol Sigli-Banda Aceh

Ruas Tol Sigli-Banda Aceh progresnya termasuk paling signifikan. Dari total 6 seksi sepanjang 74,5 Kilometer yang ada di ruas ini, telah tersambung Seksi 2,3,4,5 dan Seksi 6.

Seksi 2 Seulimeum-Jantho sepanjang 6,26 km beroperasi pada 8 Maret 2022. Seksi 3 Jantho-Indrapuri panjang 16,37 km telah beroperasi pada 26 Februari 2021.

Seksi 4 Indrapuri-Blang Bintang dengan panjang 14,60 km yang beroperasi pada 1 Juli 2020 dan telah diresmikan Presiden Joko Widodo pada 25 Agustus 2020.

Kemudian Seksi 5 dan 6 Blang Bintang – Baitussalam mulai beroperasi pada Kamis 22 Juni 2023 sepanjang 12,7 km. Seksi 1 termasuk yang terakhir dituntaskan.

Direktur Jalan Bebas Hambatan Budi Harimawan Semihardjo mengatakan Seksi 1 Padang Tidji-Seulimum sepanjang 24,67 km saat ini progres lahannya sudah 98,15 perse. Dan progres konstruksi sebesar 56,86 Persen dengan target operasional Desember 2023.

Ruas Tol Sigli-Banda Aceh memang paling pendek di antara 3 ruas tol Aceh lainnya. Tol Sigli-Banda Aceh memiliki panjang 74,5 KM dengan nilai investasi Rp 14,05 T untuk seluruh seksi.

2. Ruas Tol Sigli-Lhokseumawe

Dalam desainnya, Tol Sigli-Lhoksewmawe akan mengubungkan beberapa daerah di Aceh. Tol ini akan menyatukan Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, Bireun dan Kota Lhokseumawe.

Dalam desain JTTS, tol ini memilki Panjang 157 Km dan akan dilengkapi dengan tiga Simpang Susun, yaitu Simpang Susun Meureudu, Simpang Susun Bireun, Simpang Susun Lhokseumawe.

Jika rampung tol ini akan memangkas waktu perjalanan dari Lhokseumawe menuju Sigli, dari yang sekatang 3,5 jam menjadi sekitar 1,5 jam saja.

Jika ruas Tol Lhokseumawe – Sigli ini sudah selesai pembangunannya, maka akan dapat menghemat waktu perjalanan yang semula berkisar 3 (tiga) jam dan 30 (tiga puluh) menit menjadi berkisar 1 (satu) jam dan 45 (empat puluh lima) menit.

Proyek ini diperkirakan akan menelan nilai investaso sebesar Rp. 20,355 triliun, terdiri dari Ekuitas (70 persen), dan dalam bentuk pinjaman (30 persen).

Hingga saat ini, progress pembangunan Tol Sigli-Lhoksewmawe memang belum ada pergerakan, belum ada pembebasan lahan dan juga belum ada progress konstruksi.

3. Ruas Tol Langsa-Lhokseumawe

Tol Langsa-Lhokseumawe dalam desainnya memiliki Panjang 130 kilometer dengan nilain investasi Rp16,854 Triliun.

Meski belum mulai dibangun, Pemerintah Provinsi Aceh melalui situs resminya acehprov.go.id menulis pada tahun 2021 bahwa ruas jalan tol ruas Langsa-Lhokseumawe sepanjang 135 km akan dikerjakan setelah dibentuk panitianya.

“Kita sudah terima DPPT secara de facto. Lalu membentuk SK Tim Verifikasi, bekerja lima hari sejak lima hari berikutnya penerimaan DPPT untuk disampaikan ke gubernur,” ujar Asisten I Pemerintah Aceh, M Jafar waktu itu.

4. Ruas Tol Langsa-Binjai

Tol Binjai – Langsa dengan total panjang mencapai 130,9 Km memiliki 2 tahap, dimana tahap 1 terdiri dari Binjai – Stabat (11,8 Km) dan Stabat – Pangkalan Brandan ( 46,2 Km).

Progres pembangunan tol Binjai Pangkalan Brandan terus dikejar pembangunannya.

Project Director Jalan Tol untuk Binjai Pangkalan Brandan PT Hutama Karya, Hestu Budi mengatakan bahwa saat ini progres konstruksi ruas jalan tol Binjai – Pangkalan Brandan secara keseluruhan sudah mencapai 86 persen.

Project Director Jalan Tol untuk Binjai Pangkalan Brandan PT Hutama Karya, Hestu Budi mengatakan dalam pembangunan jalan tol ini tidak akan menjadi kendala yang berarti.

“Terkait 2 (dua) isu dalam pembangunan jalan tol ini tidak akan menjadi kendala yang berarti, namun akan ada sedikit tambahan waktu dalam penyelesaiannya,” ujar Hestu.

5. Ruas Tol Medan Binjai

Merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang direncanakan akan membentang dari utara Pulau Sumatera sampai selatan menyambungkan Provinsi Nangroe Aceh Darussalam sampai Provinsi Lampung.

Ruas ini dibagi menjadi 3 seksi dan akan berlokasi di Sumatera Utara menghubungkan Kota Medan dengan Binjai. Ketiga seksi yang dimaksud adalah: (1) Seksi I: Tanjung Mulia – Helvetia; (2) Seksi II: Helvetia – Semayang; (3) Seksi III: Semayang – Binjai.

Jalan Tol Medan-Binjai adalah jalan tol di Sumatera Utara sepanjang 16,8 kilometer yang menghubungkan kota Medan dan Binjai.

Pada 10 Oktober 2014, pembangunan jalan tol ini diresmikan oleh Menko Perekonomian Chairul Tanjung.

Peletakan batu pertama dilakukan oleh Presiden Joko Widodo pada 27 Januari 2015. Pembangunan jalan tol ini direncanakan berlangsung selama 3 tahun.

Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi dan Jalan Tol Medan–Binjai resmi beroperasi setelah diresmikan Presiden Joko Widodo pada 13 Oktober 2017.

Meski sudah beroperasi, belum seluruh ruas jalan tol dapat dilalui karena masih terkendala pembebasan lahan.

Pada 12 Maret 2021, Jalan Tol Medan–Binjai yang seluruhnya sudah beroperasi sejak oktober 2017 lalu, di mulai dari seksi 1 yaitu, Tanjung Mulia-Helvetia sepanjang 6,72 Km, seksi 2 yaitu, Helvetia-Semayang sepanjang 6,18 Km, dan seksi 3 yaitu, Semayang-Binjai sepanjang 4,28 Km masing-masing pada tahun 2017, 2018 dan 2021.

Pembangunan Jalan Tol Medan – Binjai menggunakan skema penugasan kepada BUMN yakni PT Hutama Karya melalui Peraturan Presiden No. 117/2015 tentang perubahan atas Peraturan Presiden No. 100/2014 tentang Percepatan Pembangunan Jalan Tol di Sumatera.

Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) untuk ruas tol ini telah ditandatangani pada tahun 2014.

Pada tahun yang sama, Pemerintah juga memberikan dukungan berupa Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada PT Hutama Karya untuk mendukung PT Hutama Karya dalam memenuhi mandat penugasan ini.

Struktur pendanaan ruas ini terdiri dari 70% ekuitas dari PT Hutama Karya (pemenuhannya didukung PMN) dan 30% pinjaman dari PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI).

Jalan tol Medan-Binjai akan membagi beban kendaraan dengan Jalan Medan-Binjai yang merupakan salah satu ruas terpadat dalam Jalan Raya Lintas Sumatra yang menghubungkan Medan dan Banda Aceh.

Jalan tol ini akan menyambung dengan Jalan tol Belmera yang telah ada sebelumnya di sekitar pintu tol Tanjung Mulia, lalu menyusuri kawasan Medan Helvetia, Sei Semayang dan sampai ke jalan lingkar luar kota Binjai sebagai titik akhir.

Pintu tol direncanakan berjumlah 3 pintu, 2 arah dengan 3 jalur pada masing-masing arah dengan desain kecepatan maksimum 100 km/jam.

Jalan Tol Medan–Binjai yang seluruhnya sudah beroperasi sejak oktober 2017 lalu.

Di mulai dari seksi 1 yaitu, Tanjung Mulia-Helvetia sepanjang 6,72 Km, seksi 2 yaitu, Helvetia-Semayang sepanjang 6,18 Km. Kemudian seksi 3 yaitu, Semayang-Binjai sepanjang 4,28 Km. (R1/Haluan.com)

Baca Juga:

  1. Ruas Tol Banda Aceh-Medan 513 Km, Pangkas Waktu Tempuh Jadi 5-6 Jam
  2. Sudah Kantongi SLO: Tol Binjai – Stabat -KNO dari Dua Jam jadi 45 Menit
  3. Penampakan Simpang Susun Tanjung Mulia di Jalan Tol Medan-Binjai

Komentar