oleh

“Jejak Perlanja Sira” Karo – Deliserdang

STM Hulu, Karosatuklik.com – Setelah jalan tembus Karo – Langkat gol, kini saatnya “jalur perlanja sira” Kabupaten Karo – Deliserdang digaungkan kembali untuk dibuka. 

Melalui Desa Serdang, Kecamatan Barus Jahe Kabupaten Karo – desa Rumah Liang (Liang Pematang) Kecamatan STM Hulu, Deliserdang – Bandara KNIA.

Tim adventure karosatuklik.com, saat menyusuri perjalanan yang menantang itu, Minggu siang (13/09/2020) memperoleh informasi jika jalur ini terealisasi akan memperpendek jarak tempuh dari seputaran Kabupaten Karo menuju Bandara Kuala Namu Internasional Air port (KNIA), Deliserdang.

Desa Rumah Liang adalah sebuah desa terpencil yang didiami suku Karo. Tidak banyak yang tahu, di desa ini berdiri sebuah monumen tugu pejuang 45 untuk mengenang pejuang-pejuang Karo di Deliserdang. 

Lau Mentar
Lau Mbentar Canyon di jalur Perlanja Sira, Kabupaten Karo – Deliserdang. (karosatuklik.com/arie gintza)

Dibangun di masa Bupati Deliserdang Teteng Ginting dan Bupati Karo, Kol (Purm) Tampak Sebayang saat itu. 

Sebelum ada jalan Bandar Baru – Medan, desa inilah lintasan 3 kabupaten, yakni Karo, Deliserdang dan Simalungun. 

Kontur tanah yang berbukit dan dikelilingi rimba bukit barisan, desa ini dijadikan markas pejuang, sehingga dibangun Tugu Juang 45 yang hingga sekarang masih berdiri kokoh. 

Warga desa ini juga sudah lama merindukan dibukanya jalan desa Serdang – Rumah Liang. 

Sama seperti jalan tembus Karo – Langkat, Bupati Karo Terkelin Brahmana sudah membuka jalur strategis ini sepanjang 6 km dengan lebar 12 meter.

Jalan alternatif Karo – Deliserdang, yang hanya sekitar 5 km lagi membelah kawasan hutan lindung. 

Terbentur karena hutan lindung, belakangan jalan yang nantinya masuk link jalan provinsi ini. Sudah diketahui, leluhur warga Rumah Liang berasal dari Barusjahe. Mereka juga sangat merindukan “jalur perlanja sira” Karo – Deliserdang bisa direalisasikan.

20200913_205533
Jalan alternatif Karo – Deliserdang. (karosatuklik.com/robert tarigan)

Objek wisata lokal di desa itu Lau Mbentar “Canyon” yang sangat indah bagaikan gemercik salju. 

Bahkan dibeberapa spot sungai, terdapat pula deretan bebatuan seperti dikawasan Grand Canyon, Arizona. Ditambah gua yang terdapat dikawasan ini, menyempurnakan perjalanan pengunjung dalam mencari ketenangan dipedalaman rimba raya Bukit Barisan ini.

Sayang sekali belum terjamah sentuhan infrastruktur pembangunan, tidak heran bila hanya petualang nekad yang berani menikmati keindahan Lau Mbentar Canyon.  (R1)

Suka dengan tulisan ini? Yuk, Bagikan!

Ditulis Oleh : Robert Tarigan

Robert Tarigan
Penulis Berita dan Pimpinan Redaksi Karo Satu Klik

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru