Kepala BGN Sebut Penyebab Keracunan MBG di Berastagi Kelalaian Prosedur, Bupati Karo Jamin Perawatan Optimal

Karo2495 Dilihat

Berastagi, Karosatuklik.com – Bupati Karo, Brigjen Pol. (Purn.) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes, bersama unsur Forkopimda mendampingi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, mengunjungi sejumlah siswa yang mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di RS Efarina Etaham Berastagi dan RS Amanda Berastagi, Minggu (16/08/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Karo dan Kepala BGN bersama Unsur Forkopimda melihat langsung kondisi para siswa. Beberapa siswa terlihat sudah membaik, sementara beberapa siswa lainnya masih dalam perawatan.

Adapun data siswa yang sedang menjalani perawatan pada RS Amanda Berastagi terdata 5 pasien rawat inap dan 3 pasien pulang berobat jalan, sedangkan di RS Efarina Etaham Berastagi terdata 22 pasien rawat inap dan 2 pasien masih observasi.

Penyebab Keracunan MBG

Kepala BGN, Sudaryono, mengungkapkan bahwa berdasarkan indikasi sementara, terdapat masalah pada penyimpanan salah satu bahan makanan yang disajikan.

“Indikasi sementara, sebagian ikan yang disajikan tidak disimpan di freezer lebih dari 12 jam, dan itu merupakan kelalaian prosedur. Dapur terkait juga ditutup dengan klasifikasi berat,” ujar Sudaryono.

Sudaryono menjelaskan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mendistribusikan atau mengelola MBG itu, diduga ada indikasi kelalaian pada bahan baku ikan, yang tidak dimasukkan ke dalam wadah pendingin atau freezer.

“Jadi bahan baku ikan itu sebagian besar dimasukkan ke freezer. Ada sekitar 300 atau 200 atau 300 ekor yang tidak masuk ke freezer itu kemudian ditaruh di suhu ruangan dalam kurun waktu 12 sampai lebih dari 12 jam,” jelas Sudaryono.

Lebih lanjut Sudaryono mengungkapkan bahwa ikan basah yang tidak masuk ke dalam freezer lalu dimasak menjadi menu MBG. Sehingga terjadi keracunan dialami ratusan pelajar di Kabupaten Karo.

“Jadi ini kita enggak cuma masalah kerja. Sopir itu kerja. Sopir bus itu kerja. Dia bertanggung jawab sama puluhan orang yang ada di belakangnya. Dia enggak boleh lalai. Kalau lalai bisa mati semua.

Nah, ini sama ya, kepala dapur sama ya. Tidak boleh ada kelalaian, tidak boleh zero zero itu, enggak boleh lalai,” tegas Sudaryono.

Pemerintah Kabupaten Karo bersama pihak terkait terus melakukan pemantauan terhadap kondisi para siswa dan berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk memastikan seluruh siswa mendapatkan penanganan dan perawatan yang diperlukan. (R1)

Bagikan Ke :

Komentar