Terungkap Penyebab Keracunan MBG di Berastagi, Kepala BGN: Ini Menyangkut Nyawa Anak Bangsa, Jangan jadi Permainan!

Karo2432 Dilihat

Medan, Karosatuklik.com – Hasil investigasi sementara terkait dengan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG), yang dialami ratusan pelajar, di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut), pada Kamis 13 Agustus 2026. Diduga dipicu bahan baku menu makanan berupa ikan.

Hal itu, diungkapkan oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, usai menjenguk seorang korban keracunan MBG yang masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Medan, Minggu 16 Agustus 2026.

“Itu kalau sudah kami coba cek investigasi sementara. Jadi kelalaian ada pada perolahan,” ungkap Sudaryono kepada wartawan.

Sudaryono menjelaskan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mendistribusikan atau mengelola MBG itu, diduga ada indikasi kelalaian pada bahan baku ikan, yang tidak dimasukkan ke dalam wadah pendingin atau freezer.

“Jadi bahan baku ikan itu sebagian besar dimasukkan ke freezer. Ada sekitar 300 atau 200 atau 300 ekor yang tidak masuk ke freezer itu kemudian ditaruh di suhu ruangan dalam kurun waktu 12 sampai lebih dari 12 jam,” jelas Sudaryono.

Sudaryono mengungkapkan bahwa ikan basah yang tidak masuk ke dalam freezer lalu dimasak menjadi menu MBG. Sehingga terjadi keracunan dialami ratusan pelajar di Kabupaten Karo.

“Ya kok ikan basah kau taruh disitu kan mohon maaf lah ya. Itu suatu kebodohan menurut saya. Kelalaian kebodohan ya. Oh saya khilaf eh khilafnya itu menyangkut nyawa seseorang nih, hidup dan matinya seseorang loh,” jelas Sudaryono.

Sudaryono menjelaskan dari kasus keracunan ini, dia mengingatkan seluruh SPPG di Indonesia untuk bekerja dengan ekstra hati-hati dan selalu melihat kualitas bahan baku yang akan dijadikan menu MBG. Hal itu, agar tidak terulang lagi terjadi keracunan kemudian hari.

“Jadi ini kita enggak cuma masalah kerja. Sopir itu kerja. Sopir bus itu kerja. Dia bertanggung jawab sama puluhan orang yang ada di belakangnya. Dia enggak boleh lalai. Kalau lalai bisa mati semua. Nah, ini sama ya, kepala dapur sama ya. Tidak boleh ada kelalaian, tidak boleh zero zero itu, enggak boleh lalai,” tegas Sudaryono.

Sudaryono mempersilakan kepada Kepala SPPG, yang tak sanggup bekerja untuk keluar atau berhenti dari jabatannya. Sehingga Kepala SPPG paham apa menjadi tugasnya dalam memenuhi MBG, yang akan disajikan.

“Jadi kita ya, kita berusaha untuk memastikan dan saya minta kepala dapur atau siapapun yang merasa enggak sanggup kerja, oh keluar aja ya dari pada kemudian membahayakan nasib nyawa seseorang ya,” sebut Sudaryono.

Sedangkan, buntut dari keracunan MBG dialami ratusan pelajar di Kabupaten Karo. Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mendistribusikan MBG itu, tidak saja dicopot, tapi diajukan pemecatan dengan tidak hormat (PDTH) sebagai aparatur sipil negara (ASN).

Selain itu, Sudaryono mengatakan dapur SPPG disuspen dengan status berat. Sehingga peristiwa keracunan ini, menurutnya menjalani pelajaran dan harus bertanggungjawab.

Zero Tolerance Insiden Keamanan Pangan dan Penyimpangan Program MBG

“Sanksinya yang pertama dapurnya disuspen berat. Kemudian Kepala SPPG-nya yang sanksi, yang bisa saya berikan bukan hanya dicopot, tapi saya ajukan pemecatan dengan tidak hormat, melalui badan kepegawaian negara status ASN-nya,” jelas Sudaryono.

Berdasarkan informasi dihimpun, Kepala SPPG Karo Berastagi Sempajaya, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Eky Faisal Zendrato. Begitu juga, SPPG masih dalam proses investigasi tim gabungan untuk mengungkap penyebab keracunan massal terjadi di SMA Negeri 1 dan SMA/SMK Swasta Berastagi, pada Kamis 13 Agustus 2026.

Lanjut, Sudaryono mengatakan belajar dari kasus keracunan di Kabupaten Karo ini. Ia mengimbau dengan tegas bahwa seluruh SPPG se-Indonesia harus bekerja dengan ekstra hati-hati. Karena ini, sangat berhubungan dengan nyawa seseorang.

“Jadi, mohon maaf ya, ini juga peringatan bagi yang lain, harus ekstra hati-hati dan kerja dengan sebaik-baiknya. Kalau enggak bisa, kau mundur. Kalau kalau merasa enggak mampu mundur. Jangan nyawa orang jadi permainan ya,” tegas Sudaryono.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menegaskan komitmen tegas pemerintah dengan menerapkan kebijakan zero tolerance (toleransi nol) terhadap insiden keamanan pangan serta segala bentuk praktik penyimpangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). (R1/VivaMedan)

Bagikan Ke :

Komentar