Material Lahar Hujan dari Puncak Sinabung Dibersihkan

Karo4846 x Dibaca

Kabanjahe, karosatuklik.com – Tingginya intensitas hujan yang melanda kawasan hulu puncak Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut), beberapa hari belakangan, menyebabkan banjir lahar hujan di aliran bantaran sungai yang berada di Kecamatan Tiganderket.

Laharan yang datang membawa material berupa gelondongan kayu, batu, pasir bercampur lumpur berwarna kecoklatan yang sempat meluber dari bantaran sungai ke badan jalan dan pemukiman penduduk bahkan sempat menutup akses jalan di tiga kecamatan.

Sejak semalam hingga kini Pemkab Karo terus lakukan pembersihan secara gotong royong menggunakan alat berat milik Dinas PUPR, bersama BPBD Kabupaten Karo, TNI/Polri dan warga.

Hal itu dikatakan, Plt Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Karo, Natanail Peranginangin, SH didampingi Kadis PUPR, Edward Pontianus Sinulingga, Minggu siang (23/08/2020).

Langkah ini dilakukan, agar jalur satu satunya yang menghubungkan Kecamatan Payung, Tiga Nderket dan Kutabuluh ke kota Kabanjahe tidak mengganggu aktivitas warga yang melintas. “Selain itu, warga yang akan menjual hasil pertaniannya ke pasar hasil bumi di kota Kabanjahe dan Berastagi bisa berjalan normal kembali,” katanya.

Namun tiga lokasi yang menjadi titik rawan ketika lahar hujan datang, diantaranya jembatan Lau Borus, Lau Bekerah dan jembatan Desa Sukatendel. Namun paling penting, warga diminta tidak melakukan aktifitas di sepanjang bantaran aliran sungai. Karena sangat berbahaya, karena laharan hujan bisa tiba – tiba meluncur dari hulu menerjang bantaran sungai, sebut Natanail Peranginangin mengingatkan.

“Setelah seharian lumpur lahar dingin memenuhi badan jalan penghubung di tiga kecamatan itu, kita langsung mengerahkan dua unit alat berat ke lokasi yang terdampak,” tambah Natanail.

Dijelaskan Natanail Peranginangin, luncuran lahar hujan dari hulu puncak Gunung Sinabung yang membawa material bebatuan dan gelondongan kayu itu terjadi selama dua kali pada hari Sabtu (22/8/2020) pukul 11.10 dan 14.15 WIB.

Peristiwa itu terjadi, akibat intensitas hujan di puncak gunung terlihat tinggi hingga menjelang sore. Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun warga tetap diminta selalu waspada ketika berada maupun melintas di titik lokasi rawan terkena aliran lahar dingin, tuturnya.

Sementara Kapolsek Payung melalui Kanitreskrim Aiptu Despri Peranginangin yang dikonfirmasi karosatuklik.com mengaku, hingga saat ini Polisi/TNI pihak BPBD Karo, Dinas PUPR dan warga berjibaku melakukan pembersihan material lumpur yang memenuhi badan jalan di atas jembatan Desa Sukatendel yang menjadi ‘langganan’ lintasan jalur lahar hujan.

Terpisah, Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung Armen Putra menuturkan, teracatat, Minggu (23/08/2020) mulai pukul 06.00 sampai pukul 12.00 Wib, terpantau dipuncak Gunung Api Sinabung cuaca cerah dan berawan.

Angin bertiup lemah ke arah timur laut dan selatan. Suhu udara 16-28 °C. Sementara dari visual gunung jelas hingga kabut 0-I.

Asap kawah teramati berwarna putih dan kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 100-700 m di atas puncak kawah.

Teramati letusan dengan tinggi 1500 m dan warna asap kelabu, semantara awan panas teramati letusan dengan jarak luncur 1000 m mengarah ke timur dan tenggara.

Saat ini Gunung Sinabung berada pada status Tingkat III (Siaga) dengan rekomendasi masyarakat dan pengunjung /wisatawan agar tidak melakukan aktivitas di desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius 3 km dari puncak Gunung Sinabung. Kemudian radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara, katanya.

Jika seputaran Kecamatan Tiganderket menjadi wilayah yang terdampak terjangan lahar hujan dari kawasan hulu puncak gunung, maka wilayah yang menjadi dampak erupsi vulkanik Gunung Sinabung yakni Kecamatan Naman Teran, Kecamatan Berastagi, Kecamatan Dolat Rayat, dan Kecamatan Merdeka. (R1)