Pemkab Karo Dorong Transformasi Desa Menuju Desa Berdaya Saing Melalui Inovasi dan Tata Kelola yang Baik

Karo2468 Dilihat

Kabanjahe, Karosatuklik.com – Desa tidak lagi dapat dipandang hanya sebagai wilayah administratif yang menjadi objek pembangunan, tetapi harus ditempatkan sebagai subjek yang memiliki kemampuan untuk mengelola potensi dan sumber daya yang dimilikinya.

Dalam konteks pembangunan saat ini, desa dituntut untuk mampu beradaptasi terhadap berbagai perubahan ekonomi, sosial, teknologi, dan lingkungan.

Oleh karena itu, pembangunan desa perlu diarahkan pada terciptanya desa yang berdaya saing, mandiri, inovatif, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Hal itu terungkap saat Pemerintah Kabupaten Karo menggelar Rapat Pendampingan 6 Inovasi Sosial Berbasis Design Thinking dan Identifikasi Penyusunan Roadmap Pengembangan Pemerintahan Desa Berdampak Kabupaten Karo. Kegiatan ini berlangsung di Aula Rakoetta Brahmana Kantor Bupati Karo, Kabanjahe, Selasa (6/10/2026).

Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG, M.Kes, yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Karo, Dr. Gelora Kurnia Putra Ginting, S.STP., M.M, hadir dan secara resmi membuka jalannya kegiatan tersebut.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh pejabat penting tingkat nasional dan daerah, di antaranya, Dr. Eka Endamia Surbakti, S.Psi, M.Si. (Kepala Bagian Perencanaan, Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa, Kemendagri), Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Karo, Asmona Perangin-Angin, SH.

Hadir juga sebagai narasumber, Dr. Achmad Fauzi, S.Sos, M.E. (Dosen Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia), Muhammad Dicka Ma’arief Alyatalatthaf, S.I.Kom, M.I.Kom. (Dosen Vokasi Universitas Indonesia), Camat Merek, Camat Naman Teran, Camat Payung, Camat Tiganderket, Kepala Desa dan Perangkat Desa.

Dalam sambutan tertulis Bupati yang dibacakan Gelora Kurnia Putra Ginting, disampaikan bahwa desa-desa di Kabupaten Karo memiliki potensi yang luar biasa di sektor pertanian, pariwisata, hingga adat budaya yang kuat.

“Oleh karena itu, pengurusan pemerintahan desa tidak lagi bisa dilakukan dengan cara-cara biasa yang linier atau sekadar menggugurkan kewajiban administratif semata,” ucapnya.

“Artinya, pemerintahan desa di Kabupaten Karo harus bertransformasi menjadi Pemerintahan Desa Berdampak, yaitu pemerintahan yang setiap rupiah anggarannya, setiap kebijakannya, dan setiap programnya benar-benar memberikan perubahan positif yang dirasakan langsung oleh masyarakat Tanah Karo,” tegas Bupati.

“Penerapan metode Design Thinking dinilai sangat relevan karena mengedepankan empati sebagai fondasi utama. Melalui pendekatan ini, jajaran pemerintahan desa diajak untuk turun langsung, mendengar, dan merasakan kebutuhan riil masyarakat desa, guna merumuskan solusi kreatif yang tepat sasaran,” ujarnya.

Selain pendampingan 6 inovasi sosial, penyusunan roadmap (peta jalan) pengembangan desa berdampak juga dinilai sangat krusial.

Roadmap ini nantinya akan menjadi kompas bagi seluruh tata kelola pemerintahan desa agar lebih adaptif terhadap kearifan lokal, memiliki indikator yang terukur, serta dapat dieksekusi dengan baik oleh seluruh jajaran pemerintahan desa.

Di akhir sambutannya, Sekda menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para narasumber, fasilitator, dan tim pendamping inovasi sosial yang telah mendukung kemajuan tata kelola desa di Kabupaten Karo.

“Para kepala desa juga diimbau untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pendampingan ini dengan serius dan penuh tanggungjawab demi mewujudkan Kabupaten Karo yang maju, makmur, dan sejahtera,” pesannya.

Transformasi desa menjadi desa yang berdaya saing merupakan suatu proses yang membutuhkan perubahan pada berbagai aspek. Transformasi tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga mencakup perubahan cara berpikir, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan kelembagaan, pemanfaatan teknologi, pengembangan ekonomi lokal serta perbaikan tata kelola pemerintahan.

Desa perlu memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi persoalan, menemukan peluang, serta mengambil keputusan berdasarkan kebutuhan dan potensi masyarakat.

Pada kesempatan itu, Kepala Bagian Perencanaan, Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa, Kemendagri, Dr. Eka Endamia Surbakti, S.Psi, M.Si dalam paparannya memberikan sejumlah hal penting dalam Pendampingan 6 Inovasi Sosial Berbasis Design Thinking dan Identifikasi Penyusunan Roadmap Pengembangan Pemerintahan Desa Berdampak.

Demikian juga, narasumber, Dr. Achmad Fauzi, S.Sos, M.E. (Dosen Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia), Muhammad Dicka Ma’arief Alyatalatthaf, S.I.Kom, M.I.Kom (Dosen Vokasi Universitas Indonesia). (R1)

Bagikan Ke :

Komentar