Medan, Karosatuklik.com – Pemerintah Kabupaten Karo menghadiri pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Sumatera Utara Tahun 2027 yang diselenggarakan di Hotel Santika Premiere Dyandra, Jl. Kapten Maulana Lubis No. 3, Medan.
Acara yang berlangsung selama dua hari, Rabu hingga Kamis (22-23 April 2026), merupakan agenda strategis dalam merumuskan arah pembangunan di wilayah Sumatera Utara.
Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes, diwakili oleh Wakil Bupati Karo, Komando Tarigan, SP, hadir untuk memperkuat sinergi perencanaan pembangunan antara pusat, provinsi, dan daerah.
Turut mendampingi dalam rombongan tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Karo, Dr. Gelora Kurnia Putra, S.STP, MM, serta seluruh jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karo.
Pemkab Karo: Musrenbang RKPD Sumut 2027 Harus Selaras dengan Kebutuhan Daerah

Wakil Bupati Karo, Komando Tarigan, menegaskan pentingnya sinkronisasi program pembangunan antara pusat, provinsi, dan kabupaten/kota agar manfaatnya dirasakan langsung masyarakat hingga ke desa.
Hal itu disampaikan saat menghadiri Pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Provinsi Sumatera Utara Tahun 2027 di Hotel Santika Premiere Dyandra Medan, Rabu, 22 April 2026.
Menurut Komando Tarigan, Musrenbang merupakan forum strategis untuk menyelaraskan arah kebijakan pembangunan.
“Forum ini memastikan keberpihakan pembangunan terhadap wilayah yang masih menghadapi keterbatasan,” ujarnya.
Ia menekankan agar usulan dari kabupaten/kota diakomodir dalam dokumen RKPD Provinsi Sumatera Utara.
Wabup Komando Tarigan menyebut tema akselerasi pertumbuhan melalui investasi dan produktivitas sangat relevan dengan kondisi Kabupaten Karo.
“Kami butuh industrialisasi berbasis potensi lokal, misalnya pengolahan hasil produk cabai atau pertanian dan lainnya serta penguatan daya saing.
Tahun 2027 adalah fase ekspansi, titik krusial untuk memperluas skala pembangunan yang efektif dan efisien,” katanya.
Menanggapi arahan Mendagri terkait konsistensi data perencanaan, ia menyatakan kesiapan Pemkab Karo.
“Pembangunan harus berbasis data yang akurat dan up-to-date (kekinian/tepat waktu). Data yang benar akan menghasilkan program yang tepat sasaran sampai ke tingkat desa,” ujarnya.
Acara ini menjadi sangat istimewa karena dihadiri langsung oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia dan Gubernur Sumatera Utara, Tito Karnavian.
Kehadiran Mendagri dan para tokoh penting ini menegaskan pentingnya sinkronisasi kebijakan pembangunan nasional dengan program-program prioritas di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.
Mendagri: Musrenbang RKPD 2027 Harus Sinkron dengan Program Nasional

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, menegaskan Musrenbang RKPD 2027 harus menjadi wujud sinkronisasi dan konsistensi antara pembangunan daerah dengan perencanaan pembangunan nasional.
Penegasan itu disampaikan saat membuka Musrenbang RKPD Provinsi Sumatera Utara Tahun 2027 di Hotel Santika Premiere Dyandra Medan, Rabu, 22 April 2026.
Musrenbang mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Melalui Investasi dan Produktivitas Daerah” dan dihadiri Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution, Forkopimda Sumut, serta seluruh bupati dan wali kota se-Sumatera Utara.
Mendagri menjelaskan, musyawarah provinsi harus mengakomodir program pemerintah pusat sekaligus mendengar usulan dan aspirasi pemerintah kabupaten/kota.
“Rencana program yang dimusyawarahkan akan menjadi patokan atau pedoman untuk menyusun APBN, APBD, hingga APBDes dari berbagai tingkatan,” kata Tito Karnavian.
Ia menekankan pentingnya ketelitian data dalam perencanaan. Menurut Mendagri, pembangunan harus benar-benar dirasakan manfaatnya secara merata hingga ke tingkat desa sehingga tidak ada wilayah yang tertinggal.
“Kalau data tidak sempurna, maka rencana pembangunan dan penentuan prioritas tidak akan tercapai,” ujarnya.
Gubernur Sumut: RKPD 2027 Fase Ekspansi untuk Perluas Manfaat Pembangunan

Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution S.E., M.M. menyebut Musrenbang RKPD Provinsi Sumatera Utara Tahun 2027 sebagai fase ekspansi atau titik krusial pembangunan.
Hal itu disampaikan saat Pembukaan Musrenbang RKPD Sumut 2027 di Hotel Santika Premiere Dyandra Medan, Selasa, 22 April 2026.
Musrenbang dibuka resmi oleh Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian dengan tema “Akselerasi Pertumbuhan Melalui Investasi dan Produktivitas Daerah”.
Kegiatan dihadiri Forkopimda Provinsi Sumatera Utara serta seluruh bupati dan wali kota se-Sumatera Utara.
Dalam sambutannya, Gubernur Bobby menjelaskan tema Musrenbang RKPD Tahun 2027 adalah Akselerasi Pertumbuhan Berkualitas melalui Peningkatan Produktivitas, Investasi, Industrialisasi Berbasis Potensi untuk Penguatan Daya Saing dan Pemulihan Pasca Bencana.
“Tahun 2027 ini merupakan fase ekspansi, yaitu tahapan paling kritis untuk memperluas skala pembangunan dan manfaatnya secara lebih efektif dan efisien,” ujarnya.
Gubernur menekankan Musrenbang menjadi forum strategis menyelaraskan arah kebijakan dan program pembangunan antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.
Menurut mantan Wali Kota Medan ini, forum ini juga memastikan keberpihakan pembangunan terhadap wilayah-wilayah yang masih menghadapi keterbatasan dan ketertinggalan.

Ia mengajak seluruh kepala daerah di Sumatera Utara menyusun program yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
“RKPD harus mengakomodir usulan kabupaten/kota agar perencanaan tidak hanya di atas kertas, tetapi berdampak langsung ke lapangan,” kata Bobby.
Pada Musrenbang tersebut turut dilakukan penandatanganan MoU antara Pemprov Sumut dengan pemerintah kabupaten/kota se-Sumut tentang Pengendalian Inflasi.
Gubernur berharap kerja sama itu menjaga stabilitas harga dan memperkuat daya beli masyarakat di seluruh daerah. (R1)













Komentar